
Mazda kembali menarik perhatian lewat Scrum, kei car yang baru saja mendapat penyegaran di Jepang. Yang membuatnya menonjol bukan hanya statusnya sebagai mobil mungil, tetapi juga harganya yang masih berada di kisaran Rp 150 jutaan.
Model ini tetap diposisikan sebagai kendaraan praktis untuk pasar domestik Jepang. Mazda bahkan hanya menjualnya di negara asalnya, meski namanya cukup dekat dengan lini kei car lain yang sudah lebih dulu dikenal luas.
Scrum sendiri punya sejarah panjang di Jepang. Nama ini sudah hadir sejak sekitar 1985, ketika model tersebut masih dipasarkan lewat merek Autozam sebelum masuk ke bawah Mazda pada 1999.
Dua pilihan bodi dengan karakter berbeda
Mazda menawarkan dua model dalam keluarga Scrum, yaitu Van dan Wagon. Keduanya sama-sama mengusung konsep kei car, tetapi tampil dengan karakter yang berbeda cukup jelas.
Versi Van tampil lebih sederhana dan minimalis. Fascia depannya terlihat bersih dengan grille krom yang masih memberi kesan modern.
Sementara itu, Wagon tampil lebih elegan dan berorientasi gaya. Mazda membekalinya dengan grille honeycomb, bumper khusus dengan bodykit sporty, headlamp smoke, dan pelek alloy yang mengilap.
Kabin kecil, tetapi tetap lega
Kei car kerap identik dengan kabin sempit, tetapi Scrum mencoba mematahkan anggapan itu. Dengan panjang lebih dari 3.300 mm, dua model ini masih menawarkan ruang yang cukup lapang untuk aktivitas harian.
Mazda juga menyebut kapasitas bagasi belakangnya bisa mencapai 1.123 liter saat jok belakang dilipat rata. Untuk varian tertinggi, tersedia footstep otomatis dan pintu geser elektrik yang memudahkan keluar-masuk kabin.
Interior sederhana dengan fitur modern
Di dalam kabin, Mazda memberi sentuhan warna hitam agar tampil lebih elegan. Dasbornya dilengkapi panel instrumen digital terbaru dan setir tiga palang dengan fitur heater.
Uniknya, model ini tidak dibekali headunit bawaan. Namun ruang dasbornya cukup luas, sehingga pengguna tetap bisa memasang headunit sendiri sesuai kebutuhan.
Mazda juga menambahkan kaca dengan pelindung sinar UV untuk membantu meredam panas dari luar. Ini menjadi detail penting bagi mobil mungil yang tetap dipakai nyaman dalam berbagai kondisi harian.
Fitur keselamatan tetap lengkap
Meski dijual sebagai kei car murah, Scrum tidak kehilangan perhatian pada aspek keselamatan. Dual sense brake support II hadir di varian Van dan Wagon untuk membantu mencegah tabrakan di persimpangan dengan lebih akurat.
Fitur lain juga tersedia, termasuk adaptive cruise control, sensor parkir baru, lane departure prevention, traffic sign recognition, low-speed forward brake support, dan traffic light departure notification. Daftar ini membuat Scrum terasa lebih lengkap dibandingkan kesan awalnya sebagai mobil murah.
Mesin kecil, pilihan penggerak beragam
Mazda membekali Scrum dengan mesin 660 cc 3 silinder. Ada dua pilihan tenaga, yakni naturally aspirated 48 hp dan turbocharged 63 hp.
Meski kapasitasnya kecil, konfigurasi penggeraknya cukup beragam. Mazda menyediakan opsi RWD dan 4WD untuk model ini.
Harga masih ramah di kelasnya
Untuk pasar Jepang, harga termurahnya ada pada Scrum Van PA RWD dengan transmisi manual, yang dipasarkan Rp 151 jutaan. Di sisi lain, varian termahal adalah Scrum Van Buster Turbo 4WD yang dibanderol Rp 213 juta.
Kombinasi harga, fitur, dan dimensi membuat Scrum tetap menarik di Jepang, terutama di tengah popularnya segmen kei car. Menariknya lagi, mobil ini punya hubungan teknis dekat dengan Suzuki Carry atau Every karena Mazda memakai platform dan mesin Every untuk Scrum terbaru.
Source: ridertua.com








