
All New BYD Atto 3 langsung mencuri perhatian pasar China setelah berhasil mengumpulkan lebih dari 30 ribu pesanan hanya dalam sepekan. Angka itu menunjukkan permintaan yang sangat kuat untuk SUV listrik terbaru BYD, meski unitnya baru saja meluncur dan belum tentu langsung mudah dipenuhi seluruhnya.
Daya tarik utama model ini bukan hanya pada statusnya sebagai penyegaran besar, tetapi juga pada posisi Atto 3 sebagai salah satu andalan BYD di pasar global. Nama Yuan Plus di China dan Atto 3 di pasar internasional sudah lebih dulu dikenal sebagai SUV listrik yang cukup sukses, sehingga kehadiran generasi terbarunya ikut membawa ekspektasi tinggi.
Desain lebih segar, tetap mempertahankan karakter sporty
Secara tampilan, All New Atto 3 masih membawa bahasa desain modern dan sporty. Namun BYD membuatnya terlihat lebih stylish dibanding model sebelumnya agar tetap relevan di tengah persaingan SUV listrik yang kian padat.
Penyegaran ini penting karena model lama tetap perlu pembaruan untuk menjaga minat konsumen. BYD tampaknya membaca kebutuhan itu dengan menghadirkan versi baru yang tidak hanya berbeda di tampilan, tetapi juga membawa peningkatan pada sisi teknis.
Platform baru dan baterai generasi kedua
Salah satu keunggulan utama All New Atto 3 ada pada penggunaan e-Platform 3.0 EVO. Mobil ini juga dibekali Blade Battery generasi kedua yang menjadi salah satu nilai jual penting untuk lini kendaraan listrik BYD.
Baterai baru itu tersedia dalam dua pilihan kapasitas, yakni 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Jarak tempuhnya masing-masing diklaim mencapai 540 km dan 630 km, yang membuat SUV ini tampil kompetitif untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak lebih jauh.
BYD juga menyebut baterai tersebut bisa diisi penuh dalam waktu 10 menit. Pengisian cepat itu tetap bisa dilakukan saat cuaca dingin, meski lajunya sedikit lebih lambat dibanding kondisi suhu normal.
Pakai penggerak roda belakang
Berbeda dari banyak mobil listrik yang memakai penggerak roda depan, All New Atto 3 menggunakan sistem penggerak roda belakang atau RWD. Konfigurasi ini dipilih untuk mendukung karakter berkendara yang lebih optimal saat tenaga listrik murni disalurkan ke roda belakang.
Keputusan memakai RWD juga memberi pembeda dari sejumlah model listrik lain di kelasnya. Meski begitu, BYD tetap menyiapkan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan pasar China yang sangat kompetitif.
Fitur otonom lebih canggih untuk pasar China
Karena dijual di China, All New Atto 3 memperoleh paket fitur otonom yang lebih canggih. Varian tertingginya memakai sistem God’s Eye B, sementara varian lain memakai DiPilot 300.
Mobil ini juga tetap dibekali LiDAR dan sensor yang mendukung parkir otomatis serta navigasi. Kehadiran perangkat tersebut menambah nilai jual Atto 3 di pasar domestik, meski fitur paling lengkapnya tampaknya masih terbatas untuk unit yang dipasarkan di China.
Belum tentu langsung hadir ke pasar global
Dengan sambutan sekuat ini, peluang Atto 3 terbaru untuk dibawa ke pasar global tentu terbuka. Namun BYD belum bisa bergerak cepat karena perusahaan masih sibuk meluncurkan sejumlah model baru di berbagai negara.
Di Indonesia, misalnya, model anyar terakhir yang dirilis adalah M6 DM. BYD juga masih aktif menyegarkan model lain seperti Seal, sehingga strategi peluncuran produk baru tampak disusun bertahap.
Atto 3 sendiri sebelumnya sempat mendapat penyegaran sekitar empat bulan lalu, tetapi saat itu pembaruan masih sebatas penambahan varian. Kini model tersebut memiliki dua varian, setelah sebelumnya hanya tersedia satu varian saja.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa Atto 3 tetap memegang peran penting dalam portofolio BYD, walau perusahaan juga punya andalan lain seperti Dolphin, Sealion 7, dan M6 di segmen hatchback, SUV, dan MPV. Dengan permintaan yang sudah menembus puluhan ribu unit dalam waktu singkat, All New Atto 3 tampaknya masih akan menjadi salah satu model paling diperhatikan BYD di China.
Source: ridertua.com








