BMW X5 generasi baru menandai langkah penting bagi BMW karena model ini akan hadir dengan lima pilihan penggerak sekaligus. Untuk pertama kalinya, satu model produksi BMW disiapkan dalam versi listrik iX5, hidrogen, bensin, diesel, dan plug-in hybrid.
Generasi kelima Sports Activity Vehicle ini juga menjadi bagian dari babak baru Neue Klasse setelah Seri 3 atau i3 membuka prolog arah masa depan itu. BMW menyebut X5 baru ini sudah memasuki tahap akhir pengembangan, sehingga posisinya menjadi salah satu model paling strategis dalam lini global merek asal Jerman tersebut.
Lima teknologi dalam satu model
Keputusan menghadirkan lima teknologi berbeda pada satu keluarga X5 menjadi sorotan utama. Langkah ini membuat BMW X5 generasi baru tampil sebagai model produksi pertama BMW yang menawarkan spektrum penggerak paling luas dalam satu nama.
Varian iX5 akan menjadi versi listrik penuh, sedangkan iX5 Hydrogen disiapkan sebagai opsi berbasis hidrogen. Di sisi lain, BMW juga menyiapkan pilihan bensin, diesel, dan plug-in hybrid agar X5 tetap relevan di berbagai pasar.
DNA Neue Klasse di bawah kulit X5
BMW menjelaskan bahwa X5 baru ini dibangun dengan inti konsep Neue Klasse. Di dalamnya ada sistem bernama BMW Dynamic Performance Control yang dikembangkan sepenuhnya secara internal untuk mengatur performa kendaraan secara lebih presisi.
Unit kontrol performa tinggi itu diklaim bekerja sepuluh kali lebih cepat dibanding sebelumnya. Sistem ini dapat menyesuaikan powertrain, rem, sub-fungsi kemudi, pengisian daya, dan regenerasi energi dalam hitungan milidetik.
Fokus pada kelincahan dan efisiensi
Bagi BMW, percepatan respons itu penting untuk menghadirkan kelincahan, keseimbangan, dan presisi berkendara. Arah ini tetap sejalan dengan filosofi merek yang menekankan kesenangan dalam berkendara.
Pada iX5 dan iX5 Hydrogen, BMW menyebut sistem ini mampu memberi manuver pengereman yang sangat halus. Teknologi tersebut juga membantu meningkatkan efisiensi karena mampu memulihkan lebih banyak energi saat deselerasi melalui pengereman regeneratif.
Karakter berbeda di tiap penggerak
Pada versi bensin dan PHEV, sistem ini dirancang untuk selalu memanfaatkan traksi yang tersedia secara optimal. Hasilnya adalah pengendalian yang dibuat terasa lebih effortless dalam berbagai kondisi berkendara.
BMW X5 juga hadir standar dengan suspensi adaptif yang peredamnya dikontrol secara elektronik. Mobil ini juga dibekali distribusi bobot hampir 50:50, yang biasanya menjadi salah satu fondasi penting bagi karakter berkendara yang seimbang.
Opsi sasis yang lebih canggih
BMW juga menyediakan Adaptive Chassis Controll Professional sebagai opsi untuk iX5 dan versi PHEV. Fitur ini mengoptimalkan kemampuan dinamis pada air suspension dua poros yang meredam secara elektronik.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa BMW tidak hanya mengejar pilihan penggerak yang beragam. Pabrikan juga menyiapkan basis sasis dan kontrol dinamika yang berbeda untuk mendukung karakter tiap varian.
Asisten pengemudi dan urutan peluncuran
Di sisi bantuan berkendara, BMW X5 generasi baru dibekali sistem bantuan pengemudi SAE Level 2 yang dirancang menyesuaikan gaya mengemudi manusia. Ini menambah lapisan teknologi yang membuat SUV besar ini tetap fokus pada kenyamanan dan kendali.
Untuk urutan kehadiran, BMW akan lebih dulu meluncurkan iX5 berpenggerak listrik, lalu X5 bermesin diesel, bensin, dan PHEV. Setelah itu, iX5 Hydrogen akan menyusul dengan harapan meluncur pada 2028.
