BBM Naik 30 Persen, Deretan Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Ini Makin Sulit Diabaikan

Pilihan mobil listrik di kisaran Rp 200 jutaan semakin ramai pada Juni 2026. Bagi konsumen yang mencari kendaraan untuk mobilitas keluarga dengan biaya operasional lebih rendah, segmen ini kini menawarkan opsi yang jauh lebih beragam.

Momentum ini terasa relevan karena biaya perjalanan menjadi perhatian penting, terutama saat periode liburan sekolah. Di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi hingga 30 persen, mobil listrik makin dilirik sebagai alternatif yang lebih hemat untuk penggunaan harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Bukan hanya city car mungil, pasar kini juga diisi crossover dan SUV kompak listrik di rentang harga yang sama. Artinya, pembeli tidak lagi terbatas pada satu jenis bodi saat mencari mobil listrik yang terjangkau.

Model yang tersedia juga punya karakter berbeda. Ada yang menonjolkan dimensi ringkas untuk penggunaan dalam kota, ada yang menawarkan kabin lebih lapang, dan ada pula yang mencoba menarik minat lewat skema sewa baterai agar harga beli awal lebih rendah.

Pilihan model yang paling terjangkau

Di lapisan harga bawah, VinFast VF 3 menjadi salah satu opsi termurah. Model ini dibanderol Rp 152 juta untuk skema sewa baterai, sedangkan versi non-sewa baterainya dijual Rp 192,28 juta.

Masih di kisaran yang relatif terjangkau, DFSK Seres E1 B-Type dipasarkan Rp 189 juta. Varian Seres E1 L-Type berada sedikit lebih tinggi di angka Rp 219 juta.

BYD Atto 1 juga masuk radar kuat di kelas ini. Varian Dynamic dijual Rp 205 juta, sementara varian Premium dibanderol Rp 245 juta.

Wuling Air EV tetap menjadi pemain penting di kelas harga ini. Air EV Lite Standard Range dijual Rp 214 juta, sedangkan Air EV Lite Long Range dipasarkan Rp 251 juta.

Changan Lumin turut meramaikan segmen dengan harga Rp 215 juta. Model ini mengandalkan ukuran yang sangat kompak serta desain yang unik untuk penggunaan perkotaan.

Pilihan untuk yang ingin kabin lebih besar

Bagi konsumen yang mencari postur kendaraan lebih tinggi dan kabin lebih lega, pilihan tersedia di rentang harga Rp 230 jutaan hingga Rp 280 jutaan. Di area ini, Geely EX2 dan Jaecoo J5 EV menjadi alternatif yang menonjol.

Geely EX2 Pro dibanderol Rp 239,9 juta. Sementara Geely EX2 Max dijual Rp 269,9 juta.

Jaecoo J5 EV Standard dipasarkan Rp 279,9 juta. Di sisi lain, VinFast VF 5 juga masuk daftar dengan harga Rp 212 juta untuk skema sewa baterai dan Rp 272,35 juta untuk pembelian baterai penuh.

Untuk konsumen yang ingin dimensi crossover lebih besar, VinFast VF e34 juga tersedia. Model ini tercatat dijual Rp 283 juta dengan skema sewa baterai.

Sorotan pada BYD Atto 1 dan Changan Lumin

BYD Atto 1 menjadi salah satu model yang banyak mendapat perhatian di kelas harga ini. Mobil ini menawarkan konfigurasi lima penumpang dan punya dimensi yang relatif lebih besar untuk ukuran city car listrik.

Atto 1 dibekali baterai LFP 30,08 kWh hingga 38,88 kWh. Untuk varian tertinggi, jarak tempuhnya diklaim mencapai 380 kilometer berdasarkan standar NEDC.

Kombinasi dimensi, konfigurasi penumpang, dan jarak tempuh itu membuat Atto 1 dinilai cocok untuk kebutuhan keluarga. Namun karena masih tergolong model baru, calon pembeli disarankan memastikan estimasi waktu pengiriman unit sebelum melakukan pemesanan.

Changan Lumin mengambil pendekatan berbeda. Mobil ini mengedepankan ukuran yang sangat kompak, dengan baterai 28,08 kWh dan jarak tempuh hingga 301 kilometer menurut pengujian NEDC.

Daftar harga mobil listrik kisaran Rp 200 jutaan per Juni 2026

Berikut daftar model dan harga yang tersedia di segmen ini:

MerekModelHarga
BYDAtto 1 DynamicRp 205 juta
BYDAtto 1 PremiumRp 245 juta
ChanganLuminRp 215 juta
GeelyEX2 ProRp 239,9 juta
GeelyEX2 MaxRp 269,9 juta
JaecooJ5 EV StandardRp 279,9 juta
DFSKSeres E1 B-TypeRp 189 juta
DFSKSeres E1 L-TypeRp 219 juta
VinFastVF 3 (sewa baterai)Rp 152 juta
VinFastVF 3Rp 192,28 juta
VinFastVF 5 (sewa baterai)Rp 212 juta
VinFastVF 5Rp 272,35 juta
VinFastVF e34 (sewa baterai)Rp 283 juta
WulingAir EV Lite Standard RangeRp 214 juta
WulingAir EV Lite Long RangeRp 251 juta

Dari daftar itu terlihat bahwa peta persaingan mobil listrik murah di Indonesia makin padat. Konsumen kini bisa memilih berdasarkan kebutuhan utama, mulai dari harga termurah, bodi ringkas untuk kota, hingga model crossover yang menawarkan ruang kabin lebih besar.

Source: otomotif.kompas.com

Terkait