Ram ProMaster Diduga Cuma Pakai 7 Gigi, Pemilik Merasa Dibohongi

Author: Qoo Media

Pemilik Ram ProMaster 2022 dan 2023 kini menghadapi pertanyaan yang cukup menyebalkan: apakah transmisi sembilan percepatan yang mereka beli benar-benar dipakai sebagai sembilan percepatan? Gugatan class action yang diajukan oleh pemilik Stellantis menuduh bahwa gearbox otomatis yang dipromosikan sebagai unit baru itu dalam praktiknya lebih mirip transmisi tujuh percepatan.

Kasus ini menyorot masalah yang biasanya hanya jadi perhatian penggemar otomotif, tetapi bisa terasa sangat nyata bagi pembeli kendaraan niaga. Ketika pabrikan menjanjikan rasio gigi lebih banyak, konsumen wajar mengharapkan putaran mesin lebih rendah, efisiensi lebih baik, perpindahan lebih halus, dan performa keseluruhan yang meningkat.

Apa yang dituduhkan

Dalam pengajuan gugatan, divisi Ram disebut memasarkan ProMaster yang diperbarui dengan transmisi otomatis sembilan percepatan. Para penggugat mengatakan promosi itu menonjolkan manfaat khas dari jumlah gigi yang lebih banyak, termasuk kenyamanan dan efisiensi yang lebih tinggi.

Namun, keluhan utama mereka justru sederhana. Gugatan itu mengklaim van tersebut tidak pernah benar-benar masuk ke gigi kedelapan dan kesembilan dalam pemakaian normal.

Menurut isi gugatan, bentuk bodi ProMaster menjadi salah satu penyebabnya. Van ini digambarkan terlalu lambat dan menghasilkan hambatan udara yang besar, sehingga sistem kendali transmisi disebut tidak menemukan kondisi yang membuat dua gigi teratas berguna.

Mengapa dua gigi teratas dipersoalkan

Argumen para penggugat berpusat pada realitas penggunaan harian. Mereka menilai perangkat lunak transmisi secara efektif “menyadari” bahwa kondisi aerodinamika ProMaster tidak mendukung penggunaan rasio paling tinggi.

Akibatnya, dua gigi teratas itu disebut tidak aktif dalam praktik, meski tetap ada di atas kertas. Bagi pemilik yang tidak melakukan test drive sangat panjang sebelum membeli, hal seperti ini nyaris mustahil diketahui sejak awal.

Gugatan tersebut juga menyebut perilaku transmisi ini pada dasarnya mirip dengan ProMaster lama yang memakai transmisi otomatis enam percepatan. Dengan kata lain, para pembeli diduga membayar lebih mahal untuk sesuatu yang hasil nyatanya tidak jauh berbeda.

Soal harga dan nilai yang diterima pembeli

Dalam pengajuan itu, ada estimasi bahwa versi baru membawa kenaikan harga lebih dari $6.000 dibanding model sebelumnya. Para penggugat berpendapat biaya tambahan itu dibayar dengan keyakinan bahwa mereka mendapatkan perangkat keras baru yang benar-benar memberi manfaat.

Masalahnya, menurut tuduhan tersebut, tambahan dua rasio gigi itu tidak memberi keuntungan praktis. Jika klaim itu terbukti, nilai yang diterima konsumen bisa jauh di bawah ekspektasi saat pembelian.

Kendaraan niaga seperti ProMaster biasanya dibeli untuk efisiensi kerja, bukan sekadar angka spesifikasi di brosur. Karena itu, perdebatan soal apakah sebuah transmisi benar-benar memakai semua giginya menjadi isu yang lebih serius daripada kedengarannya.

Masih sebatas tuduhan

Penting dicatat bahwa semua ini masih berupa dugaan dalam gugatan, bukan fakta yang sudah terbukti. Stellantis masih punya kesempatan untuk membantah klaim tersebut di pengadilan.

Sampai ada putusan, kasus ini tetap berada di ranah sengketa hukum antara pemilik dan produsen. Tetapi jika para penggugat menang, ProMaster bisa tercatat sebagai kendaraan yang secara resmi dibekali gigi transmisi dekoratif.

Source: www.carscoops.com
Terbaru