Hyundai Ioniq V Muncul Dengan Jarak Tempuh 650 Km, Ancaman Serius Untuk Rival China

Persaingan mobil listrik di China makin panas, dan Hyundai mencoba masuk dengan paket yang lebih agresif lewat Ioniq V. Sedan listrik bergaya fastback ini tampil sebagai senjata baru Beijing Hyundai untuk memperkuat daya saing di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

Langkah ini penting karena merek lokal terus memimpin dengan teknologi baru dan harga yang kompetitif. Di tengah tekanan itu, Hyundai memilih menghadirkan desain futuristik, jarak tempuh panjang, dan teknologi kabin yang lebih mewah untuk menarik perhatian konsumen.

Desain fastback dengan proporsi besar

Hyundai Ioniq V tampil dengan siluet fastback yang aerodinamis dan terasa premium. Dimensinya juga cukup bongsor, dengan panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta wheelbase 2.900 mm.

Proporsi tersebut memberi keuntungan pada ruang kabin, terutama untuk penumpang belakang. Dari luar, karakter futuristiknya makin kuat lewat kap mesin yang landai, kaca depan yang menyatu mulus, lampu utama model split headlights, dan gagang pintu semi-flush yang rata dengan bodi.

Pendekatan desain seperti ini memang sedang diminati pasar China. Selain terlihat modern, gaya tersebut juga membantu efisiensi aerodinamika dan memberi kesan sedan listrik kelas atas.

Dua pilihan baterai, satu fokus pada jarak tempuh

Untuk varian standar, Hyundai memakai baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 53,5 kWh dari CATL. Motor listriknya menghasilkan 140 kW atau setara 188 dk, dengan bobot kendaraan sekitar 1.707 hingga 1.737 kg.

Dalam konfigurasi itu, Ioniq V diklaim mampu menempuh 520 km hingga 540 km berdasarkan standar CLTC. Baterai LFP juga dipilih karena dikenal lebih tahan lama, lebih aman, dan biaya produksinya lebih rendah dibanding baterai berbasis NMC.

Hyundai juga menyiapkan varian Long Range untuk pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh. Versi ini membawa baterai LFP CATL 66,8 kWh dengan bobot paket baterai 465 kg, serta output yang naik menjadi 168 kW atau sekitar 225 dk.

Jarak tempuh tembus 650 km

Berkat kombinasi baterai dan tenaga yang lebih besar, varian Long Range diklaim dapat menempuh 620 km hingga 650 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan pengujian CLTC. Angka itu membuat Ioniq V masuk ke barisan sedan listrik dengan daya jelajah yang kompetitif di kelasnya.

Bagi pasar yang masih dikuasai merek lokal China, capaian ini menjadi nilai jual penting. Jarak tempuh panjang sering menjadi pertimbangan utama konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa sering mengisi daya.

Kabin modern dengan layar 27 inci

Masuk ke kabin, Hyundai langsung menempatkan layar ganda 27 inci sebagai pusat perhatian di dashboard. Tampilan ini memberi kesan modern sekaligus mendukung pengalaman berkendara yang lebih mewah.

Hyundai juga membekali Ioniq V dengan sistem Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS hasil kolaborasi dengan Momenta. Sistem ini dirancang untuk membantu keselamatan dan kenyamanan berkendara sehari-hari.

Selain itu, mobil ini memakai arsitektur kelistrikan 800V. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya berlangsung lebih cepat dibanding sistem konvensional dan menjadi salah satu fitur yang paling dicari di mobil listrik modern.

Ada opsi EREV di masa depan

Selain versi BEV, Hyundai juga dirumorkan menyiapkan varian Extended Range Electric Vehicle atau EREV. Opsi ini berpotensi memberi fleksibilitas lebih bagi konsumen yang masih khawatir dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Kehadiran EREV akan relevan untuk wilayah yang jaringan charging station-nya belum luas. Dengan begitu, Hyundai bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli yang ingin beralih ke listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian.

Source: moladin.com

Terkait