Bagi pengendara yang mengincar tampang cruiser ala Harley-Davidson tanpa masuk ke kelas moge mahal, pilihan di pasar Indonesia kini makin menarik. Di kisaran harga 60 jutaan, ada dua motor 250cc yang sama-sama menawarkan gaya gagah, tetapi dengan karakter yang sangat berbeda.
Perbandingan Morbidelli C252V dan QJ Motor SRV 250 AMT jadi menarik karena keduanya menyasar kebutuhan yang tidak sepenuhnya sama. Satu mengedepankan sensasi cruiser klasik dengan transmisi manual, sementara satunya lagi membawa kenyamanan berkendara yang lebih dekat dengan motor matik.
Kedua model ini berada di bawah payung besar Zhejiang Qianjiang asal China. Grup ini juga menaungi merek Benelli dan Keeway, sehingga nama Morbidelli C252V dan QJ Motor SRV 250 AMT datang dengan latar industri yang saling terhubung.
Dari sisi harga, jaraknya tidak terlalu jauh. Morbidelli C252V dibanderol sekitar Rp 66,9 juta, sedangkan QJ Motor SRV 250 AMT dipasarkan dengan harga Rp 62,99 juta OTR Jakarta.
Dua Karakter, Dua Prioritas
Morbidelli C252V tampil untuk pembeli yang mengejar estetika klasik dengan sentuhan teknologi modern. Motor ini memakai mesin V-Twin 249cc, sebuah konfigurasi yang ikut memperkuat kesan premium dan karakter suara mesin yang dalam.
Tampilannya juga dibuat sangat berotot. Bobotnya mencapai 200 kg, sehingga memberi kesan padat dan besar seperti cruiser kelas atas.
Salah satu nilai jual paling menonjol pada Morbidelli adalah penggunaan penggerak sabuk atau belt drive. Fitur seperti ini biasanya lebih identik dengan moge, sehingga kehadirannya pada cruiser 250cc menjadi pembeda penting.
YouTuber Molley menilai belt drive itu unggul dalam hal keawetan dan keandalan. Namun, ia juga memberi catatan bahwa harga komponennya tidak murah, dengan kisaran sekitar 3,5 jutaan.
Di sisi lain, QJ Motor SRV 250 AMT datang dengan pendekatan yang lebih praktis. Motor ini ditujukan untuk pengendara yang tetap ingin tampil dengan gaya cruiser, tetapi tidak ingin direpotkan oleh penggunaan kopling manual.
Sesuai namanya, SRV 250 AMT memakai sistem Automated Manual Transmission. Sistem ini membuat pengendara tidak perlu menarik tuas kopling, sehingga pengalaman berkendaranya terasa lebih mudah untuk lalu lintas harian.
Karakter itu makin kuat karena bobot motor ini hanya 167 kg. Angka tersebut membuat SRV 250 AMT jauh lebih ringan dibanding Morbidelli C252V, dan memberi keuntungan saat harus bermanuver di kemacetan kota.
Kenyamanan Harian Jadi Pembeda
Dalam penggunaan harian, SRV 250 AMT dinilai punya daya tarik besar bagi pengendara urban. Kemudahan transmisi otomatis membuat motor ini terasa lebih ramah bagi pengguna yang ingin cruiser bergaya gagah tanpa beban operasional khas motor manual.
Randy Waluya Nugraha melalui kanal YouTube-nya menyebut motor ini masih bisa dipakai untuk kebutuhan harian. Ia memuji kemudahan transmisinya, tetapi juga menyoroti bahwa suspensi belakang terasa agak keras saat digunakan berboncengan.
Catatan lain juga muncul saat motor dipakai dalam kondisi tertentu. Randy menyebut pernah mengalami situasi ketika motor terasa seperti tidak bisa mengopling saat macet, terutama di tanjakan, hingga mesin mati.
Masukan itu penting karena memperlihatkan bahwa kenyamanan transmisi otomatis tetap punya sisi yang perlu dicermati. Di atas kertas, sistem AMT memberi kemudahan, tetapi pengalaman nyata di jalan tetap menjadi faktor penentu bagi calon pembeli.
Sementara itu, Morbidelli C252V lebih cocok untuk pengendara yang memang mencari pengalaman berkendara cruiser yang lebih murni. Transmisi manual, mesin V-Twin, dan bobot yang besar memberi sensasi berkendara yang lebih kental dengan nuansa motor besar.
Bagi sebagian pengguna, sensasi tersebut justru menjadi alasan utama memilih cruiser. Tampilan yang lebih padat dan rasa berkendara yang lebih berisi bisa menjadi nilai yang sulit digantikan oleh kepraktisan semata.
Fitur Keselamatan Sudah Sama-sama Lengkap
Meski punya pendekatan berbeda, keduanya tidak datang dengan perlengkapan yang seadanya. Morbidelli C252V dan QJ Motor SRV 250 AMT sama-sama sudah dibekali rem ABS dual-channel dari Bosch serta kontrol traksi.
Kehadiran dua fitur itu memberi nilai tambah untuk stabilitas dan keamanan berkendara di berbagai kondisi jalan. Dengan begitu, pembeli tidak hanya memilih soal gaya dan transmisi, tetapi juga tetap mendapat perangkat keselamatan yang relevan.
Jika fokus utama ada pada kepraktisan berkendara dengan rasa seperti motor matik, QJ Motor SRV 250 AMT punya argumen yang kuat. Namun jika yang dicari adalah sensasi cruiser manual yang lebih penuh karakter, Morbidelli C252V menawarkan paket yang lebih dekat ke cita rasa moge klasik.
Source: www.suara.com






