Dino Ferrari Ini Lepas V6 Asli Demi V8, Lalu Diburu Banderol Fantastis

Author: Qoo Media

Sebuah Ferrari Dino 246 GTS yang sudah jauh berubah kini menarik perhatian besar di pelelangan Amerika Serikat. Mobil ini bukan lagi contoh restorasi konservatif, karena tawarannya sudah menembus $800,000 meski originalitasnya sengaja ditinggalkan.

Kasus ini menarik karena Dino selama bertahun-tahun sering ditempatkan di bawah model Ferrari lain oleh para kolektor. Namun angka bid yang muncul menunjukkan bahwa sebagian pembeli justru melihat mobil ini sebagai Ferrari penuh karakter, bukan sekadar varian yang “kurang sah”.

Dari V6 ke V8

Mobil yang sedang dilelang itu adalah Dino 246 GTS keluaran 1972. Unit ini awalnya keluar dengan mesin 2.4-liter V6, tetapi kemudian diganti oleh mesin 3.6-liter naturally aspirated Tipo 105C V8.

Konversi tersebut dilakukan oleh firma Inggris Moto Technique antara 2017 dan 2018. Mesin baru ini dilengkapi independent throttle bodies, modified cylinder heads, serta sistem manajemen mesin MoTec khusus.

Tenaganya diklaim berada di sekitar 400 hp. Mesin itu dipasangkan dengan transmisi manual lima percepatan yang menyalurkan tenaga ke roda belakang.

Lebih dari sekadar swap mesin

Perubahan pada mobil ini tidak berhenti di ruang mesin. Dino tersebut juga mendapat radiator aluminium baru, coilover shocks, serta anti-roll bar depan dan belakang.

Selama proses transformasi, bodi mobil dibongkar hingga bare metal lalu dicat ulang dalam warna hitam yang digunakan saat ini. Ia juga memakai Perspex headlight covers baru, pelek 17 inci yang lebih besar, dan ban Michelin Pilot Sport 4S.

Sistem pengeremannya ikut diperbarui dengan komponen dari Ferrari 360 Modena. Kombinasi ini membuat mobil terlihat dan terasa lebih modern dibandingkan bentuk aslinya.

Interior yang tetap dibuat istimewa

Kabinnya mendapat sentuhan yang selaras dengan tema restomod. Kursi bergaya Daytona kini dibalut kulit merah dan hitam, disertai karpet merah, gated shifter, dan sistem audio modern dengan konektivitas iPod.

Mobil ini disebut telah menempuh sekitar 8,500 miles atau 13,679 km sejak rebuild selesai. Angka itu penting karena menunjukkan bahwa mobil ini tidak hanya dipajang, tetapi juga dipakai setelah menerima ubahan besar.

Nilai kolektor yang berubah arah

Dari sudut pandang purist, Dino seperti ini mungkin sulit diterima karena sudah kehilangan karakter numbers-matching. Namun pasar tampaknya memberi penilaian berbeda, karena minat terhadap mobil ini tetap tinggi dan harga bid-nya terus naik.

Fenomena ini juga menegaskan perubahan besar dalam cara kolektor menilai Ferrari klasik. Bagi sebagian pembeli, nilai emosional dan eksekusi modifikasi yang rapi bisa mengalahkan soal keaslian pabrik.

Ferrari Dino sendiri lahir sebagai model produksi yang lebih terjangkau atas persetujuan Enzo Ferrari, dan namanya diambil dari putranya yang telah meninggal. Mobil itu diproduksi di pabrik Ferrari dan diawali oleh 206 GT, lalu diteruskan oleh 246 GT dan GTS.

Kini, salah satu contoh paling ekstrem dari garis keturunan itu justru sedang diuji oleh pasar. Dengan tawaran yang sudah melampaui $800,000, Dino V8-swapped ini membuktikan bahwa dalam dunia lelang, keaslian bukan satu-satunya bahasa yang dipahami pembeli.

Source: www.carscoops.com
Terbaru