Setir Suzuki Jimny Terasa Aneh? Ternyata Ini Alasan yang Justru Bikin Tangan Lebih Aman

Author: Qoo Media

Bagi pengemudi yang baru pertama kali membawa Suzuki Jimny, kesan paling cepat terasa sering muncul dari kemudinya. Setir mobil ini umumnya terasa lebih lambat merespons, punya putaran lock-to-lock lebih banyak, dan menyisakan free play yang sedikit lebih besar di posisi tengah.

Karakter itu kerap membuat orang mengira ada yang berbeda dibanding mobil penumpang modern. Padahal, rasa setir seperti itu merupakan bagian dari spesifikasi teknis yang memang disiapkan untuk kebutuhan berkendara di medan off-road.

Perbedaan utama Jimny terletak pada pilihan sistem kemudinya. Saat banyak mobil penumpang modern mengandalkan rack and pinion untuk mengejar presisi di jalan aspal halus, Jimny tetap mempertahankan sistem recirculating ball.

Pilihan ini bukan tanpa alasan. Suzuki mempertahankan sistem kemudi tradisional tersebut karena faktor durabilitas dan kekuatan struktural yang dinilai lebih sesuai dengan karakter sebuah jip kompak.

Mengutamakan ketahanan di medan berat

Sistem recirculating ball dikenal memiliki konstruksi komponen yang lebih tebal dan lebih kekar. Karakter itu penting ketika roda depan harus menghadapi benturan keras saat menghantam batu besar, akar pohon, atau kontur jalur hutan yang ekstrem.

Dalam kondisi seperti itu, kemudi tidak hanya dituntut presisi, tetapi juga harus tahan terhadap siksaan mekanis berulang. Karena itu, sensasi setir yang tidak setajam mobil perkotaan justru menjadi konsekuensi dari pendekatan teknik yang mengutamakan ketangguhan.

Bagi pengguna yang terbiasa dengan hatchback, sedan, atau MPV modern, perbedaan ini bisa terasa jelas sejak meter pertama. Respons setir Jimny memang tidak dibuat terlalu sigap seperti mobil yang fokus pada kenyamanan aspal dan manuver perkotaan.

Namun, di balik karakter tersebut ada tujuan keselamatan yang sangat penting. Sistem ini membantu menjaga kemudi tetap lebih siap menghadapi gangguan keras dari permukaan jalan yang tidak bersahabat.

Peran penting meredam kickback

Salah satu fungsi keselamatan paling krusial dari penggunaan recirculating ball pada Jimny muncul saat sistem itu dipadukan dengan steering damper. Kombinasi ini bekerja untuk meminimalkan efek balik setir atau kickback.

Kickback dapat terjadi ketika roda depan menghantam batu atau lubang besar di jalur off-road pada kecepatan tertentu. Saat itu, roda bisa terbelokkan secara paksa dan menyalurkan sentakan keras ke sistem kemudi.

Pada sistem kemudi biasa, gaya seperti ini dapat merambat cepat ke lingkar setir. Akibatnya, setir bisa berputar liar secara instan dan meningkatkan risiko mencederai jari tangan pengemudi yang sedang menggenggamnya.

Di sinilah karakter Jimny menjadi lebih mudah dipahami. Rasa setir yang lebih kalem, tidak terlalu sensitif, dan sedikit longgar di tengah bukan sekadar soal selera, tetapi bagian dari upaya meredam reaksi keras dari roda depan.

Mengapa terasa lebih “santai” di jalan raya

Meski lahir dari kebutuhan off-road, karakter kemudi itu juga membawa efek tersendiri saat Jimny dipakai di jalan aspal. Setir yang tidak terlalu sensitif bisa membuat mobil terasa lebih stabil ketika ban melewati marka jalan atau permukaan aspal yang tidak rata.

Karakter ini berbeda dari mobil harian modern yang biasanya sangat cepat mengikuti input tangan. Pada Jimny, pengemudi justru diuntungkan dengan perilaku kemudi yang lebih tenang dan tidak mudah bereaksi berlebihan.

Itu sebabnya adaptasi gaya berkendara menjadi hal penting bagi pengguna baru. Alih-alih memutar setir dengan gerakan terburu-buru, Jimny lebih cocok dikendalikan dengan irama tangan yang santai dan mengalir.

Pendekatan seperti itu membuat pengemudi lebih mudah menyatu dengan karakter kendaraan. Setelah memahami alasan teknis di baliknya, sensasi setir Jimny biasanya tidak lagi dianggap aneh, melainkan sesuai dengan peran mobil ini sebagai kendaraan yang dibangun untuk kondisi berat.

Pada akhirnya, rasa kemudi Suzuki Jimny memang berbeda karena orientasinya juga berbeda. Mobil ini tidak semata mengejar presisi khas mobil kota, melainkan mengutamakan ketahanan struktur dan pengurangan kickback agar tetap aman saat roda depan harus berhadapan langsung dengan batu, lubang, dan jalur off-road yang kasar.

Terbaru