BYD Atto 2 kembali menarik perhatian setelah tertangkap menjalani pengujian di China dengan sejumlah penyegaran yang tidak langsung terlihat dari luar. Perubahan paling penting justru datang dari bawah bodi, mulai dari kemungkinan penggerak roda belakang hingga penataan ulang komponen yang dibuat lebih praktis untuk penggunaan harian.
Di pasar China, model ini dikenal sebagai Yuan UP. Dari pengujian yang beredar, BYD memberi sentuhan aksen turquoise pada bumper, door handle, spion, dan side skirt, meski belum jelas apakah warna itu akan menjadi opsi resmi atau sekadar kamuflase selama tes.
Perubahan eksterior dibuat lebih fungsional
Secara tampilan, ubahan BYD Atto 2 tergolong minimal. Bumper depan kini terlihat lebih sederhana karena tidak lagi memakai aksen warna di bibir bawah, sementara bagian kabin nyaris tidak berubah.
Perbedaan yang cukup mudah dikenali ada pada logo “Yuan” di lingkar kemudi untuk versi domestik China. Detail ini menegaskan bahwa penyegaran yang dilakukan masih menjaga identitas model sebelumnya.
Charging port pindah ke belakang
Salah satu ubahan yang paling relevan untuk pemakaian harian adalah posisi charging port. Jika sebelumnya ada di fender depan, kini letaknya berpindah ke bagian belakang seperti tutup tangki mobil konvensional.
Perpindahan ini terlihat sederhana, tetapi justru membuat proses pengisian daya lebih praktis. Di China, banyak pengguna mobil listrik terbiasa memarkir kendaraan dengan posisi mundur saat mengisi daya, sehingga posisi baru ini dinilai lebih nyaman tanpa perlu mengatur ulang posisi mobil.
Ada sinyal kuat ke arah RWD
Perubahan paling besar pada Atto 2 terbaru tampaknya ada di sektor penggerak. Berdasarkan dokumen dan foto pengujian, BYD disebut mengubah konstruksi sasis sehingga motor listrik dipindahkan ke belakang.
Jika konfigurasi itu benar-benar dipakai, Atto 2 akan menggunakan sistem Rear Wheel Drive atau RWD. Untuk pasar China, tersedia dua pilihan motor belakang dengan tenaga sekitar 134 hp dan 161 hp, meski angkanya masih sedikit lebih kecil dari varian tertinggi sebelumnya yang memakai motor depan bertenaga 174 hp.
RWD biasanya memberi distribusi bobot yang lebih seimbang. Karakter seperti ini kerap membuat mobil terasa lebih stabil saat menikung dan lebih enak dikendalikan dibanding penggerak roda depan.
Kabin berpotensi lebih lega
Perubahan platform juga memengaruhi ukuran dasar mobil. Wheelbase disebut bertambah sekitar 150 mm, dari 2.620 mm menjadi 2.770 mm.
Kenaikan ini berpotensi memberi ruang kaki penumpang belakang yang lebih lapang. Dokumen homologasi pemerintah China juga menunjukkan bodi Atto 2 terbaru sedikit lebih panjang dan lebih lebar dari model sebelumnya.
Bagi pengguna keluarga, tambahan ruang seperti ini bisa menjadi nilai plus yang penting. Dampaknya terasa bukan hanya untuk perjalanan harian, tetapi juga saat mobil dipakai untuk perjalanan jarak jauh.
Suspensi ikut disempurnakan
Selain penggerak dan dimensi, BYD juga dikabarkan menyentuh sektor kaki-kaki Atto 2 terbaru. Seluruh varian disebut akan memakai suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link.
Kombinasi ini umumnya memberi keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas. Setelan tersebut biasanya membantu mobil tetap nyaman saat melewati jalan bergelombang sekaligus lebih mantap ketika melaju pada kecepatan tinggi.
Masih menunggu versi global
Hingga kini, BYD belum mengumumkan spesifikasi resmi untuk versi ekspor. Namun, ada peluang Atto 2 global ikut mendapat peningkatan serupa seperti beberapa model BYD lainnya.
Jika penggerak RWD, wheelbase yang lebih panjang, kabin lebih lega, dan charging port yang lebih praktis benar-benar hadir, BYD Atto 2 berpeluang tampil sebagai crossover listrik compact yang makin kompetitif di kelasnya.
Source: moladin.com






