Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok di banyak kota besar, sejumlah daerah di Indonesia masih menawarkan biaya hidup yang relatif ringan. Kondisi ini membuat kota-kota tersebut semakin dilirik perantau, pekerja remote, mahasiswa, hingga pelaku usaha yang ingin menekan pengeluaran.
Lima kota yang sering masuk daftar terjangkau pada 2026 adalah Solo, Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Purwokerto. Masing-masing punya karakter berbeda, tetapi sama-sama dikenal menawarkan ongkos harian yang masih ramah di kantong.
Solo dan Yogyakarta masih jadi magnet utama
Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup paling murah di Indonesia. Harga makanan, transportasi, dan sewa tempat tinggal di kota ini masih terjangkau, dengan rata-rata biaya hidup bulanan untuk satu orang berkisar Rp2–3 juta tergantung gaya hidup.
Kombinasi biaya yang rendah dan suasana yang nyaman membuat Solo cocok untuk pekerja remote dan pelaku usaha kecil. Kota ini memberi ruang bagi mereka yang ingin menekan biaya tanpa kehilangan akses ke aktivitas harian yang memadai.
Yogyakarta juga tetap menjadi favorit mahasiswa dan perantau karena biaya hidupnya relatif murah. Harga kos, makanan, dan transportasi masih ramah di kantong, sementara fasilitas publik dan komunitas kreatifnya mendukung pekerjaan digital maupun freelance.
Kombinasi itu membuat Yogyakarta tidak hanya menarik untuk tinggal, tetapi juga untuk bekerja dengan pola fleksibel. Banyak orang memilih kota ini karena kebutuhan harian bisa dijaga tetap rendah tanpa harus meninggalkan dukungan ekosistem yang aktif.
Malang dan Semarang menawarkan keseimbangan biaya dan kenyamanan
Malang menjadi alternatif kota murah selain Surabaya. Biaya hidup di kota ini terjangkau, suasananya nyaman, dan kepadatan penduduknya tidak setinggi kota besar lain di Jawa Timur.
Harga makanan dan sewa tempat tinggal di Malang juga masih lebih rendah dibandingkan dengan kota besar lainnya di provinsi itu. Karena itu, kota ini sering dipilih oleh pekerja freelance online yang ingin bekerja dari lokasi dengan beban biaya lebih ringan.
Semarang masuk kelompok kota besar yang biaya hidupnya masih relatif terjangkau. Infrastruktur yang baik dan peluang kerja yang cukup banyak membuat kota ini menarik bagi perantau yang mencari keseimbangan antara akses perkotaan dan pengeluaran yang tidak terlalu tinggi.
Biaya makan dan transportasi di Semarang juga masih cukup ramah untuk pekerja dengan gaji entry level. Faktor ini membuat Semarang relevan bagi mereka yang baru memulai karier dan membutuhkan kota dengan biaya hidup yang lebih terkendali.
Purwokerto jadi pilihan bagi yang mencari kota tenang
Purwokerto dikenal sebagai kota kecil dengan biaya hidup yang sangat terjangkau. Banyak mahasiswa dan pekerja memilih kota ini karena harga kos dan makanan yang murah.
Suasana kota yang tenang juga menjadi nilai tambah bagi pekerja remote dan freelancer. Dengan ritme hidup yang tidak terlalu padat, Purwokerto menawarkan opsi tinggal yang ekonomis sekaligus nyaman untuk aktivitas kerja jarak jauh.
Daftar kota murah ini menunjukkan bahwa pilihan tempat tinggal di Indonesia tidak selalu bergantung pada kota besar. Bagi banyak orang, biaya hidup yang rendah tetap menjadi pertimbangan utama saat memilih tempat untuk menetap, bekerja, atau membangun usaha.
