Yamaha resmi mengakhiri kerja sama dengan dua pebalap tim pabrikannya, Fabio Quartararo dan Alex Rins. Kebersamaan keduanya dengan tim berlogo garpu tala itu akan berakhir pada penghujung musim ini.
Keputusan ini langsung menjadi sorotan karena menyangkut dua nama penting dalam proyek MotoGP Yamaha. Quartararo selama ini menjadi wajah utama tim, sementara Rins ikut berperan dalam fase pengembangan motor dan penguatan performa tim.
Pengumuman perpisahan tersebut disampaikan melalui laman resmi YamahaMotoGP. Yamaha menyebut keputusan itu diambil demi kebaikan semua pihak.
Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, menegaskan bahwa Quartararo dan Rins sama-sama memainkan peran penting dalam proyek MotoGP Yamaha. Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya, dedikasi, dan kolaborasi keduanya selama bertahun-tahun.
Pavesio menyebut Yamaha dan kedua pebalap itu telah tumbuh bersama, merayakan berbagai pencapaian, sekaligus menghadapi tantangan yang memperkuat hubungan mereka. Menurut dia, perjalanan bersama itu menjadi bagian penting dari kisah tim, terlepas dari hasil di lintasan.
Yamaha juga menyampaikan terima kasih secara terbuka kepada Quartararo dan Rins atas dedikasi, profesionalisme, serta prestasi mereka. Tim itu mendoakan yang terbaik untuk keduanya pada masa depan.
Meski memutuskan berpisah, Yamaha menegaskan fokus tim tidak berubah hingga musim berakhir. Pavesio mengatakan seluruh pihak tetap akan bekerja sebagai satu tim untuk meraih hasil terbaik sampai balapan terakhir musim ini.
Peran besar Quartararo
Nama Quartararo punya jejak yang sangat kuat dalam perjalanan Yamaha di MotoGP. Pebalap asal Prancis itu bergabung pada musim 2019 dan langsung mampu beradaptasi dengan motor maupun lingkungan tim.
Selama membela Yamaha, Quartararo mencatatkan 11 kemenangan balapan dan 32 podium. Puncak kiprahnya datang saat ia merebut gelar juara MotoGP 2021, yang menjadi salah satu pencapaian paling penting bagi Yamaha dalam beberapa musim terakhir.
Rekam jejak itu membuat perpisahan ini terasa signifikan bagi tim maupun penggemar. Quartararo bukan hanya menyumbang hasil, tetapi juga menjadi pusat proyek balap Yamaha dalam periode yang penuh dinamika.
Kehadiran Quartararo selama beberapa musim terakhir juga identik dengan upaya Yamaha untuk tetap kompetitif di kelas utama. Karena itu, berakhirnya kerja sama ini menandai penutupan satu era penting bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
Kontribusi Rins di tengah fase pengembangan
Di sisi lain, Alex Rins memang tidak datang dengan catatan gelar bersama Yamaha. Namun, perannya dinilai tetap penting dalam struktur tim pabrikan.
Rins bergabung dengan Yamaha pada musim 2024. Dalam dua musim bersama tim, ia disebut ikut membantu pengembangan motor dan memperkuat performa tim secara keseluruhan.
Kontribusi seperti ini kerap tidak selalu terlihat lewat statistik kemenangan atau podium. Namun bagi tim pabrikan, masukan pebalap dan keterlibatan dalam proses pengembangan tetap menjadi elemen penting dalam membangun daya saing motor.
Itu sebabnya Yamaha tetap memasukkan nama Rins dalam pesan penghormatan resminya. Tim menempatkan kontribusinya sejajar sebagai bagian dari perjalanan proyek MotoGP Yamaha dalam beberapa tahun terakhir.
Akhir musim jadi penutup kebersamaan
Waktu perpisahan yang ditetapkan pada akhir musim memberi ruang bagi Yamaha, Quartararo, dan Rins untuk menuntaskan kerja sama secara profesional. Semua pihak masih akan tetap berada dalam satu garasi sampai agenda musim ini selesai.
Situasi ini membuat sisa musim menjadi fase yang menarik untuk diikuti. Di satu sisi, Yamaha sudah mengumumkan akhir dari kerja sama dengan dua pebalapnya, tetapi di sisi lain tim tetap menekankan target hasil terbaik hingga penutupan musim.
Pernyataan resmi Yamaha menunjukkan bahwa perpisahan ini bukan dibingkai sebagai konflik terbuka. Narasi yang dibangun lebih menekankan rasa terima kasih, penghargaan atas perjalanan bersama, dan fokus menyelesaikan musim dengan cara terbaik.
Bagi Quartararo, keputusan ini menutup hubungan panjang yang dimulai sejak 2019 dan diwarnai gelar juara dunia serta puluhan podium. Bagi Rins, ini mengakhiri masa kerja yang lebih singkat, tetapi tetap dinilai memberi dampak pada pengembangan dan performa tim.
Dengan demikian, Yamaha bukan hanya kehilangan dua pebalap di akhir musim nanti. Tim juga menutup bab penting dari proyek MotoGP mereka yang dalam beberapa tahun terakhir dibentuk oleh kontribusi Quartararo sebagai juara dunia dan Rins sebagai bagian dari upaya membangun motor yang lebih kompetitif.
Source: oto.detik.com






