Ternyata Ini Alasan Oli Mesin Harus Rutin Diganti, Aditif Pentingnya Bisa Perlahan Hilang

Author: Qoo Media

Banyak pemilik kendaraan baru menyadari alasan oli mesin harus diganti secara berkala setelah memahami satu komponen penting di dalamnya, yaitu zat aditif. Bagian inilah yang perlahan menurun fungsinya bahkan bisa menghilang seiring pemakaian, lalu membuat kemampuan pelumasan oli ikut turun.

Masalahnya, kualitas oli mesin tidak hanya ditentukan oleh bahan dasarnya. Kinerja oli juga sangat bergantung pada aditif yang bertugas menjaga oli tetap bekerja saat suhu mesin berubah dari dingin ke panas.

Salah satu aditif penting itu adalah VI improver atau viscosity index improver. Komponen ini berperan membentuk konstruksi molekul oli agar pelumasan tetap efektif dalam berbagai temperatur kerja mesin.

Arief Hidayat, Founder dan CEO PT Wealthy Indah Perkasa (Wealthy Group), menjelaskan bahwa aditif VI diperlukan sebagai improver yang membentuk konstruksi molekul oli sebagai pelumasan. Kemampuan oli tersebut ditunjukkan dalam Viscosity Index atau VI.

Dalam praktiknya, VI improver bekerja dengan memodifikasi ukuran molekul oli terhadap perubahan temperatur mesin. Saat mesin masih dingin, molekul oli akan mengecil agar pelumas bisa lebih cepat mengalir.

Kondisi ini penting terutama ketika mesin baru dinyalakan. Oli harus segera masuk ke celah komponen yang sempit agar perlindungan terhadap gesekan bisa langsung terjadi sejak awal kerja mesin.

Sebaliknya, saat temperatur mesin meningkat, ukuran molekul oli akan membesar. Tujuannya agar lapisan oli tetap mampu mengisi celah antar komponen yang saling bergesekan saat mesin bekerja pada suhu tinggi.

Di fase inilah peran aditif menjadi sangat krusial. Oli tidak cukup hanya mengalir, tetapi juga harus tetap membentuk lapisan pelindung yang stabil agar komponen mesin tidak saling bergesekan secara langsung.

Menurut Arief, VI improver menjaga molekul oli tetap stabil di temperatur tinggi agar perubahan ukurannya tidak berlebih. Jika perubahan ukuran ini tidak terkendali, molekul oli justru bisa pecah.

Ketika molekul oli mulai terpecah, fungsi pelumasan akan menurun. Pada saat yang sama, penguapan oli juga bisa terjadi sehingga kemampuan oli menjaga komponen mesin menjadi semakin lemah.

Kondisi tersebut menjelaskan kenapa oli yang terlihat masih ada volumenya belum tentu masih bekerja optimal. Jika aditifnya sudah menurun, kemampuan oli dalam menghadapi panas dan menjaga lapisan pelumas juga ikut berkurang.

Kenapa oli harus diganti berkala

Penggantian oli mesin secara rutin bukan semata-mata karena oli kotor. Ada faktor kimia dan struktur molekul yang berubah selama oli dipakai terus-menerus di dalam mesin.

Aditif yang ada di dalam oli tidak bekerja selamanya. Seiring penggunaan, fungsinya bisa menurun bahkan menghilang, sehingga oli kehilangan salah satu unsur penting yang sebelumnya menjaga kestabilannya.

Saat itu terjadi, oli makin sulit mempertahankan pelumasan yang ideal di berbagai suhu kerja. Risiko penguapan meningkat, sementara perlindungan terhadap komponen yang bergesekan bisa berkurang.

Karena itu, penggantian oli berkala sesuai anjuran pabrikan menjadi langkah penting. Jadwal tersebut pada dasarnya dibuat agar oli diganti sebelum performa aditifnya turun terlalu jauh.

Bukan sekadar soal kekentalan

Istilah viscosity index sering dikaitkan dengan kemampuan oli menghadapi perubahan suhu. Semakin baik pengendalian perubahan karakter oli terhadap suhu, semakin baik pula peluang oli menjaga pelumasan saat mesin dingin maupun panas.

Pada suhu dingin, oli perlu cukup cepat mencapai titik-titik pelumasan. Pada suhu tinggi, oli perlu tetap stabil agar tidak terlalu mudah berubah dan kehilangan kemampuannya membentuk lapisan pelindung.

Itu sebabnya aditif VI improver menjadi salah satu faktor penentu bagus atau tidaknya oli mesin. Perannya tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya langsung berhubungan dengan cara oli melindungi komponen internal mesin.

Foto yang menyertai informasi ini juga menampilkan oli mesin SAE 0W-16 untuk mobil hybrid keluaran Wealthy. Detail itu menunjukkan bahwa karakter oli modern memang dirancang untuk kebutuhan pelumasan yang presisi, termasuk pada celah komponen yang sempit dan perubahan suhu kerja yang cepat.

Pada akhirnya, alasan oli wajib diganti bukan hanya karena usia pakai, tetapi juga karena zat aditif di dalamnya terus terkikis fungsi kerjanya. Saat unsur penting itu menurun, oli perlahan kehilangan kemampuan utamanya untuk menjaga pelumasan mesin tetap stabil.

Terbaru