Trump Ancam Pedagang BBM, Harga Harus Turun Cepat Atau Hadapi Masalah Besar

Harga bensin di Amerika Serikat kembali jadi sasaran serangan Donald Trump. Presiden AS itu memperingatkan para pengecer bahan bakar bahwa mereka akan menghadapi “big problems” bila tidak segera menurunkan harga di pompa.

Trump menilai harga minyak mentah yang turun seharusnya sudah tercermin pada harga yang dibayar pengemudi. Ia mengacu pada minyak yang sempat mendekati $120 per barel saat perang di Iran pecah, lalu turun jauh dan berada di sekitar $70 per barel.

Melalui Truth Social, Trump meminta para pengecer bensin menargetkan harga sekitar $2.50 per galon. Ia juga mendesak mereka untuk segera bereaksi dan menurunkan harga demi “our great American people.”

Tekanan ke pengecer dan California

Dalam unggahannya, Trump secara khusus menyorot California. Ia menuntut negara bagian itu menghentikan pajak bensin yang tinggi dan mengklaim pajak itu akan segera lebih besar daripada harga produknya sendiri.

Trump menulis bahwa “the Tax will be higher than the Product itself” dan mengatakan Amerika Serikat tidak akan menerima kondisi seperti itu. Ia juga menambahkan bahwa tidak boleh ada “gouging,” yang menurutnya ilegal.

Di awal pekan ini, harga rata-rata bensin regular di AS tercatat $3.86 per galon. Angka itu memang lebih rendah dari puncak rata-rata $4.39 empat minggu sebelumnya, tetapi masih jauh di atas rata-rata $3.18 setahun lalu.

Serangan berulang ke industri minyak

Peringatan terbaru ini bukan pertama kalinya Trump menyerang para pemain sektor bahan bakar. Pekan lalu, ia mengatakan telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk segera menyelidiki mengapa “big Oil Companies” tidak menurunkan harga di pompa seiring turunnya harga minyak.

Dalam pernyataan itu, Trump menuduh pelanggan sedang “gouged” karena harga di pompa dinilai tidak ikut turun secara sepadan. Nada serupa kembali ia gunakan dalam unggahan terbarunya, dengan tekanan agar pengecer segera menyesuaikan harga.

Perbedaan antara harga minyak dan harga bensin eceran menjadi inti dari keluhan Trump. Ia berpendapat penurunan biaya minyak mentah seharusnya memberi ruang bagi konsumen untuk melihat harga pompa yang lebih rendah.

Namun data harga rata-rata nasional menunjukkan penurunan di pompa belum sedrastis pergerakan minyak. Kondisi itu membuat isu harga bensin tetap menjadi bahan serangan politik yang tajam, terutama ketika Trump menyorot pengecer dan pajak negara bagian.

Peringatan Trump juga menambah tekanan pada industri yang sudah berada dalam sorotan publik. Dengan harga minyak sekitar $68 per barel menurut unggahan terbarunya, ia menuntut respons cepat dari para pengecer untuk memangkas harga di tingkat konsumen.

Di saat yang sama, Trump terus mengaitkan harga bensin dengan kebijakan pajak dan dugaan praktik tidak adil. Kombinasi itu membuat isu ini bukan hanya soal energi, tetapi juga soal beban hidup pengemudi dan hubungan Washington dengan industri minyak.

Source: www.carscoops.com

Terkait