BMW X5 terbaru sedang menuju fase yang menarik. Di tengah transisi besar menuju Neue Klasse, SUV ini justru disiapkan dengan spektrum penggerak yang sangat lebar, termasuk kemungkinan kembalinya mesin V8.
Langkah itu membuat X5 menjadi model produksi BMW pertama yang hadir dalam lima sistem penggerak berbeda, yaitu bensin, diesel, plug-in hybrid (PHEV), EV, dan hidrogen. Di antara semua pilihan itu, mesin bensin enam silinder segaris tetap dipertahankan sebagai inti utama untuk SUV medium ini.
V8 kembali masuk radar
Yang paling menyita perhatian adalah sinyal bahwa BMW tengah menyiapkan mesin berkubikasi besar untuk X5. Motor1 melaporkan bahwa pabrikan telah mengonfirmasi adanya mesin besar yang sedang disiapkan, dan spekulasi terkuat mengarah pada 4.4L V8 twin-turbo yang sebelumnya dipakai pada X5 M.
Kehadiran opsi ini menunjukkan bahwa BMW belum menutup pintu untuk mesin konvensional berperforma tinggi. Di saat yang sama, langkah tersebut juga memberi ruang bagi X5 untuk tetap relevan di tengah perubahan besar arah elektrifikasi.
Bukan hanya untuk varian M
Ada pula dugaan bahwa mesin V8 ini tidak akan muncul dalam format X5 M. Varian yang lebih mungkin justru X5 M60, yang diposisikan sebagai kombinasi performa tinggi dan kenyamanan harian.
Jika skenario itu benar, BMW tampaknya ingin menjaga dua karakter sekaligus dalam satu model. Di satu sisi ada tenaga besar, sementara di sisi lain ada pendekatan yang lebih fleksibel untuk penggunaan sehari-hari.
Opsi elektrifikasi masih terbuka
Model terbaru ini direncanakan hadir pada tahun depan, tetapi konfigurasi akhirnya belum sepenuhnya mengerucut. BMW disebut bisa menggabungkan V8 tersebut dengan sistem PHEV, mild-hybrid, atau bahkan menyajikannya sebagai V8 murni.
Pilihan PHEV memang memberi peluang efisiensi yang lebih baik, namun juga membawa konsekuensi teknis. Penambahan motor listrik dan baterai berpotensi menambah bobot, sehingga pengaturan sasis dan performa akan menjadi tantangan tersendiri.
X5 M tetap berpeluang hadir
Di luar spekulasi soal X5 M60, versi X5 M juga belum sepenuhnya tersingkir dari rencana. Model itu disebut masih berpeluang hadir dengan performa yang lebih tinggi dibandingkan varian lain, meski waktunya belum akan datang sebelum 2028.
Artinya, BMW kemungkinan menyiapkan jenjang performa yang lebih berlapis untuk X5 terbaru. Skema ini bisa membuat lini X5 tetap kuat di pasar, baik bagi pembeli yang mengejar kenyamanan maupun mereka yang mencari tenaga besar.
Sinyal kuat untuk mesin 4.4L bertahan lebih lama
Masuknya V8 ke X5 terbaru juga penting bagi penggemar BMW karena memberi sinyal bahwa mesin 4.4L masih punya masa hidup yang panjang. Di tengah tren elektrifikasi, keberadaan mesin delapan silinder tetap menjadi identitas penting bagi lini performa BMW.
Tidak hanya X5, BMW Seri 7 facelift terbaru juga dikabarkan akan mendapat penyetelan V8 melalui varian M Performance. Divisi BMW ALPINA pun disebut ikut menyiapkan sedan full-size bermesin delapan silinder tersebut.
Source: www.bincangbincangmobil.com






