Chery Ambil Alih Pabrik Nissan di Afsel, Siapkan Basis Baru Untuk Tembus 100 Ribu Unit

Chery sedang mempercepat langkah besar di Afrika Selatan setelah mengambil alih pabrik Nissan di Rosslyn. Pabrik itu tidak hanya menjadi aset produksi baru, tetapi juga bakal dipakai sebagai basis ambisi Chery mengejar penjualan tahunan lebih dari 100.000 kendaraan di pasar tersebut.

Perusahaan asal Tiongkok itu menyiapkan investasi jutaan dolar untuk meningkatkan fasilitas dan menambah mesin sebelum produksi kendaraan dimulai pada pertengahan 2027. Chery juga ingin menjadikan Afrika Selatan sebagai pusat operasional regional untuk manufaktur, ekspor, serta penelitian dan pengembangan.

Target besar dari Rosslyn

Akuisisi ini dilakukan berdasarkan kesepakatan pada Januari lalu. Langkah tersebut juga mencakup komitmen mempertahankan seluruh 692 karyawan yang sudah bekerja di fasilitas itu.

Reuters pada Senin, 6 Juli melaporkan bahwa Chery tidak sekadar membeli pabrik, tetapi juga membawa rencana ekspansi yang lebih luas. Vice President Chery South Africa, Charlie Zhang, menyebut proyek ini akan menciptakan hampir 3.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung.

Menurut Zhang, pabrik Rosslyn akan diubah menjadi pusat otomotif yang lebih lengkap. Fasilitas itu akan mencakup penelitian dan pengembangan, operasi rantai pasok, serta pelatihan untuk mendukung pertumbuhan bisnis Chery di Afrika Selatan.

Produksi awal menyasar SUV

Tahap awal produksi akan fokus pada model SUV untuk seri JETOUR T1, JAECOO J5, dan Chery Tiggo 4. Chery menyiapkan JAECOO J5 dalam dua opsi sekaligus, yaitu versi New Energy Vehicle dan versi mesin pembakaran internal.

Perusahaan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi dalam skala besar melalui tahap pengembangan yang diperkirakan berlangsung pada kuartal ketiga dan keempat tahun depan. Pada fase itu, target produksinya disebut mencapai 15.000 unit.

Rencana ini menunjukkan bahwa Rosslyn tidak hanya diposisikan sebagai lokasi perakitan. Chery ingin menjadikannya pusat industri yang menopang pasokan, pengembangan produk, dan distribusi di kawasan.

Dorongan ekspansi di Afrika Selatan

Pernyataan resmi Chery menegaskan ambisi yang lebih luas dari sekadar memulai lini produksi baru. Afrika Selatan disiapkan sebagai hub manufaktur dan ekspor yang juga mendukung aktivitas riset dan pengembangan perusahaan.

Jika rencana ini berjalan sesuai jadwal, Chery akan memiliki pijakan produksi yang lebih kuat di pasar otomotif Afrika. Dengan mempertahankan tenaga kerja yang ada, menambah mesin, dan membuka lapangan kerja baru, perusahaan berupaya membangun ekosistem industri yang lebih besar di Rosslyn.

Fokus jangka panjang Chery kini terlihat jelas pada kombinasi produksi lokal, ekspansi jaringan pasok, dan peningkatan kapasitas penjualan. Target lebih dari 100.000 unit per tahun di Afrika Selatan menjadi tolok ukur utama dari strategi besar tersebut.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Terkait