Banyak yang Keliru, Tak Bawa STNK Saat Berkendara Bisa Berujung Kendaraan Ditahan

Banyak pengemudi masih mengira berkendara di jalan cukup dengan membawa SIM. Padahal, STNK juga wajib dibawa dan punya peran penting untuk membuktikan legalitas kendaraan yang digunakan.

Kewajiban ini bukan sekadar urusan administrasi lalu lintas. Di lapangan, STNK menjadi dokumen utama untuk membantu polisi mencocokkan identitas kendaraan dan menekan kejahatan kendaraan bermotor yang disebut masih marak.

Aiptu Dulyani, Anggota Patroli Satlantas Polres Bogor, mengatakan masih banyak masyarakat yang salah memahami pentingnya membawa STNK saat berkendara. Menurut dia, kesalahpahaman itu membuat pengendara merasa cukup hanya dengan membawa SIM.

Dulyani menjelaskan, situasi tersebut menjadi perhatian karena kejahatan kendaraan bermotor terus terjadi. Ia menyebut pelaku curanmor masih banyak, sehingga pemeriksaan dokumen kendaraan menjadi semakin penting.

Bukan hanya pelengkap SIM

SIM dan STNK memiliki fungsi yang berbeda saat pengendara berada di jalan. SIM menunjukkan kelayakan seseorang untuk mengemudikan kendaraan, sedangkan STNK menunjukkan bahwa kendaraan yang dipakai terdaftar dan memiliki identitas yang sah.

Karena itu, membawa SIM saja tidak cukup. Saat pemeriksaan, petugas juga perlu melihat STNK untuk memastikan kendaraan yang melintas sesuai dengan dokumen yang dimiliki pemiliknya.

Dari STNK, petugas bisa mencocokkan nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin kendaraan. Pencocokan ini penting untuk memastikan kendaraan yang digunakan benar-benar sesuai dengan identitas resminya.

Menurut Dulyani, STNK bahkan menjadi dokumen utama untuk mencocokkan kendaraan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemeriksaan ini dibutuhkan karena ada temuan penyalahgunaan dokumen, termasuk satu STNK yang dipakai untuk lebih dari satu motor.

Penting untuk cegah kendaraan bermasalah

Pemeriksaan STNK tidak hanya dilakukan saat razia. Dokumen ini juga dibutuhkan dalam pemeriksaan lalu lintas biasa ketika petugas harus memastikan legalitas kendaraan yang sedang digunakan.

Langkah itu menjadi salah satu upaya untuk mencegah peredaran kendaraan hasil pencurian. Pemeriksaan juga membantu mendeteksi penggunaan dokumen kendaraan yang tidak sesuai dengan kendaraan sebenarnya.

Perkembangan modus kejahatan kendaraan bermotor membuat pemeriksaan STNK dinilai semakin relevan. Ketika identitas kendaraan bisa langsung dicocokkan dengan dokumen, ruang gerak kendaraan bermasalah di jalan menjadi lebih sempit.

Dalam konteks itu, STNK bukan sekadar lembar bukti pajak atau registrasi. Dokumen ini berfungsi sebagai alat verifikasi cepat yang membantu petugas menilai apakah kendaraan yang melintas memiliki status yang jelas atau justru patut dicurigai.

Diatur dalam undang-undang

Kewajiban membawa SIM dan STNK juga memiliki dasar hukum yang tegas. Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib membawa SIM sesuai golongan kendaraan yang dikemudikan serta STNK yang sah.

Artinya, dua dokumen itu harus tersedia saat pengendara berada di jalan. Keduanya saling melengkapi dalam pemeriksaan, baik untuk memastikan kompetensi pengemudi maupun legalitas kendaraan.

Karena itu, pengendara tidak cukup hanya memeriksa masa berlaku SIM sebelum bepergian. STNK asli juga perlu dipastikan ikut dibawa setiap kali menggunakan mobil atau sepeda motor.

Dulyani mengingatkan bahwa kesalahan pemahaman soal dokumen berkendara masih sering terjadi di masyarakat. Padahal, dalam praktik pemeriksaan, STNK memegang peran penting untuk mencocokkan kendaraan secara langsung.

Risiko jika tidak membawa STNK

Tidak membawa STNK saat berkendara bisa berujung pada penindakan saat pemeriksaan di jalan. Jika pengendara tidak dapat menunjukkan salah satu atau kedua dokumen tersebut, petugas kepolisian dapat bertindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kondisi tertentu, kendaraan juga dapat ditahan. Hal itu bisa terjadi ketika identitas maupun legalitas kendaraan tidak dapat dipastikan oleh petugas saat pemeriksaan.

Risiko ini menunjukkan bahwa STNK bukan dokumen yang bisa dianggap sepele. Ketiadaannya dapat menimbulkan masalah hukum sekaligus menyulitkan pengendara ketika harus membuktikan bahwa kendaraan yang dipakai memang sah.

Membawa STNK bersama SIM juga membantu mempercepat proses pemeriksaan. Ketika kedua dokumen tersedia, petugas lebih mudah memastikan data pengendara dan kendaraan tanpa menimbulkan keraguan soal status kendaraan tersebut.

Karena itu, sebelum berangkat, pengendara sebaiknya memastikan dua dokumen penting ini sudah dibawa. Kebiasaan sederhana itu tidak hanya membantu menghindari sanksi, tetapi juga mendukung upaya pencegahan kejahatan kendaraan bermotor di jalan.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait