6 Motor Bekas Under Rp5 Jutaan yang Masih Masuk Akal untuk Pelajar

Banyak pelajar tergoda mengambil motor baru dengan cicilan besar, padahal ada pilihan yang jauh lebih ramah kantong. Motor bekas di bawah Rp5 jutaan masih cukup banyak di pasaran dan beberapa di antaranya tetap layak dipakai untuk mobilitas harian.

Untuk kebutuhan sekolah atau aktivitas dalam kota, opsi ini bisa mengurangi beban biaya tanpa membuat pengguna kehilangan fungsi dasar sebuah motor. Dengan perawatan yang tepat, suku cadang yang masih mudah dicari, dan konsumsi BBM yang relatif masuk akal, enam model berikut masih layak dilirik pada 2026.

Ringkasan 6 Motor Bekas Under Rp5 Jutaan

ModelHarga BekasCatatan Utama
Yamaha Mio Soul GTRp4,8 juta-Rp11 jutaIrit, ringan, dan mudah dirawat
Yamaha Mio Karbu & Mio SmileRp4 juta-Rp6,5 jutaMurah dan suku cadang melimpah, tetapi lebih boros
Suzuki Shogun SP 125Rp3,5 juta-Rp10 jutaBandel, nyaman, dan irit
Suzuki Satria FU 150Mulai Rp5 jutaPerforma tinggi, desain sporty
Honda Scoopy Karbu Generasi 1Rp5 juta-Rp8 jutaRetro dan nyaman, tetapi kurang efisien
Honda Vario Techno 110Rp4,5 juta-Rp9 jutaHarga terjangkau dan perawatan mudah

1. Yamaha Mio Soul GT

Yamaha Mio Soul GT menjadi salah satu kandidat paling seimbang di kelas harga ini. Harga bekasnya mulai Rp4,8 juta hingga Rp11 juta, tergantung tahun dan kondisi.

Motor ini memakai mesin 115-125 cc SOHC injeksi YMJET-FI dengan tenaga sekitar 7,75 hp dan torsi 8,5 Nm. Konsumsi BBM-nya diklaim mencapai 51,9 km/liter, sehingga cocok untuk pelajar yang butuh motor gesit dan hemat.

2. Yamaha Mio Karbu & Mio Smile

Untuk yang mengejar harga paling rendah, Mio Karbu bisa ditemukan mulai Rp4 juta, sedangkan Mio Smile sekitar Rp5 juta-Rp6,5 juta. Keduanya menggunakan mesin 113,7 cc SOHC karburator dengan tenaga 8,9 PS dan torsi 7,84 Nm.

Motor ini populer di awal 2000-an dan masih mudah dijumpai di pasar bekas. Kelebihannya ada di harga murah dan suku cadang yang melimpah, tetapi konsumsi BBM relatif boros di kisaran 40-45 km/liter.

3. Suzuki Shogun SP 125

Suzuki Shogun SP 125 berada di rentang Rp3,5 juta-Rp10 juta, sehingga masih aman bagi pemburu motor murah. Mesinnya 124 cc SOHC dengan tenaga 9,6 hp dan torsi sekitar 9,8 Nm.

Model ini dikenal bandel dan nyaman dipakai harian. Konsumsi BBM-nya sekitar 40-45 km/liter, dengan keunggulan utama pada performa yang stabil dan mesin yang awet.

4. Suzuki Satria FU 150

Suzuki Satria FU 150 menjadi opsi berbeda karena mengutamakan performa. Unit bekasnya bisa didapat mulai Rp5 juta, meski untuk kondisi tertentu masih ada yang mendekati angka itu.

Motor ini dibekali mesin 147,3 cc DOHC dengan tenaga 14,5 PS dan torsi 12,4 Nm. Konsumsi BBM berkisar 35-50 km/liter, dan karakter kencangnya membuatnya populer di kalangan anak muda.

5. Honda Scoopy Karbu Generasi 1

Honda Scoopy Karbu generasi pertama masih punya pasar tersendiri berkat desain retro yang unik. Harga bekasnya berada di kisaran Rp5 juta-Rp8 juta dengan mesin 108-110 cc SOHC karburator.

Tenaganya 8,1 hp dan torsinya 8,32 Nm, dengan konsumsi BBM sekitar 35-40 km/liter. Model ini cocok untuk pelajar yang mengutamakan tampilan dan kenyamanan, tetapi efisiensinya lebih rendah dari versi injeksi.

6. Honda Vario Techno 110

Honda Vario Techno 110 juga masuk daftar karena harganya masih terjangkau, yakni mulai Rp4,5 juta hingga Rp9 juta. Motor ini memakai mesin 110 cc dengan tenaga dan torsi yang cukup untuk kebutuhan harian.

Konsumsi BBM rata-ratanya sekitar 40-45 km/liter. Vario Techno dikenal sebagai salah satu pionir skutik Honda dengan desain elegan, sementara nilai plusnya ada pada biaya perawatan yang mudah dijangkau.

Yang Wajib Dicek Sebelum Membeli

Meski harganya menarik, motor bekas tetap perlu diperiksa secara teliti sebelum dibeli. www.suara.com menyoroti beberapa hal penting yang kerap menentukan apakah unit masih layak pakai atau justru butuh biaya tambahan besar.

Langkah pertama adalah mengecek volume oli mesin dan memastikan suara mesin tetap halus saat dinyalakan. Untuk motor matik, bagian CVT juga sebaiknya terdengar normal dan tidak kasar.

Bagian knalpot perlu diperiksa agar tetap kering dan tidak menunjukkan tanda kebocoran oli ke ruang bakar. Tes gas penuh juga penting untuk melihat apakah ada asap putih yang keluar dari knalpot.

Setelah itu, lakukan test ride untuk merasakan tarikan motor. Unit yang sehat biasanya terasa enteng dan tidak brebet saat digas, sementara rangka juga harus dicek agar minim karat.

Langkah terakhir adalah mencocokkan nomor mesin dan nomor rangka dengan STNK atau BPKB. Status pajak yang masih hidup juga penting dipastikan sebelum negosiasi harga dimulai.

Source: www.suara.com
Terkait