Di pasar Jepang, Honda CB400 Super Four dan Kawasaki Z650RS sama-sama bermain di area yang menggoda penggemar naked bike klasik. Namun, keduanya menawarkan rasa berkendara yang sangat berbeda, terutama saat mesin empat silinder halus berhadapan dengan twin 650cc yang lebih bertorsi.
Perbandingan ini penting karena selisih harga dan karakter mesinnya tidak sekadar soal kapasitas. Ridertua.com mencatat, CB400 Super Four masih membawa aura legenda lewat konfigurasi 4 silinder, sementara Z650RS menawarkan pendekatan retro-modern yang lebih praktis untuk penggunaan harian.
Honda CB400 Super Four, Empat Silinder yang Makin Langka
Honda CB400 Super Four memakai mesin inline 4 silinder 399cc DOHC 16-klep pendingin cairan. Tenaganya 57,6 hp pada 11.500 rpm dan torsinya 38 Nm pada 9.750 rpm, dengan karakter putaran tinggi yang halus dan khas motor empat silinder Honda.
Itulah yang membuat model ini terasa istimewa di kelas menengah. Selain sensasi mesin, CB400 Super Four juga mempertahankan identitas CB klasik lewat lampu depan bulat LED, jok datar, dan knalpot bergaya tradisional, meski tangkinya sudah terasa lebih modern.
Dari sisi rasa berkendara, motor ini mengutamakan keseimbangan antara kenyamanan dan performa. Handling yang lincah dan distribusi bobot yang baik membuatnya tetap enak dipakai di perkotaan maupun jalur pegunungan.
Fitur yang dibawa juga cukup lengkap, mulai dari throttle-by-wire, riding mode, Honda Selectable Torque Control (HSTC), assist & slipper clutch, quickshifter opsional, panel instrumen TFT color dengan konektivitas smartphone, lampu full LED, hingga ABS dual-channel. Di Jepang, harganya tercatat 998.800 yen atau sekitar Rp 111,6 jutaan.
Kawasaki Z650RS, Retro Modern Yang Lebih Bertorsi
Kawasaki Z650RS mengandalkan mesin 2 silinder parallel-twin 649cc DOHC 8-klep pendingin cairan. Output-nya lebih besar, yakni 67 hp pada 8.000 rpm dan torsi 63 Nm pada 6.700 rpm, sehingga tarikan bawah-menengah terasa lebih kuat untuk pemakaian sehari-hari.
Secara desain, Z650RS mengambil inspirasi dari Kawasaki Z900 Super Four era 1970-an. Ciri visualnya terlihat dari tangki bergaya tear-drop, lampu depan bulat LED, velg palang model ala jari-jari, dan pilihan warna retro yang tetap terasa modern.
Bobotnya 188 kg dan posisi berkendaranya santai, membuat motor ini mudah dikendalikan di dalam kota maupun saat touring jarak menengah. Karakter itu diperkuat oleh torsi melimpah dan handling yang lincah.
Fitur yang tersedia meliputi lampu full LED, panel instrumen kombinasi analog-digital dengan layar LCD, assist & slipper clutch, ABS dual-channel, traction control (KTRC), serta konektivitas smartphone melalui aplikasi Rideology. Harga jualnya di Jepang adalah 1.089.000 yen atau sekitar Rp 121,6 jutaan.
Perbandingan Singkat Keduanya
| Aspek | Honda CB400 Super Four | Kawasaki Z650RS |
|---|---|---|
| Mesin | 4 silinder inline 399cc DOHC 16-klep | 2 silinder parallel-twin 649cc DOHC 8-klep |
| Tenaga | 57,6 hp pada 11.500 rpm | 67 hp pada 8.000 rpm |
| Torsi | 38 Nm pada 9.750 rpm | 63 Nm pada 6.700 rpm |
| Bobot | 187 kg | 188 kg |
| Harga | 998.800 yen | 1.089.000 yen |
Jika yang dicari adalah sensasi mesin empat silinder yang halus dan punya nilai historis kuat, CB400 Super Four masih sangat menggoda. Tetapi bila prioritasnya torsi besar, kemudahan berkendara, dan karakter retro-modern yang lebih serbaguna, Z650RS menawarkan paket yang lebih relevan untuk banyak kebutuhan.







