NASA berencana menghentikan operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada tahun 2030, setelah lebih dari tiga dekade menjadi pusat penelitian luar angkasa. Untuk menggantikan ISS, beberapa perusahaan swasta tengah bersaing mendapatkan pendanaan dari NASA guna membangun stasiun luar angkasa komersial yang baru, di luar stasiun milik Tiongkok, Tiangong.
Salah satu startup antariksa, Vast, telah mulai merakit stasiun luar angkasa swasta pertama mereka yang dinamakan Haven-1. Stasiun ini dirancang sebagai cikal bakal untuk habitat luar angkasa yang lebih besar dan mampu dihuni secara permanen di masa depan. CEO Vast, Max Haot, mengungkapkan bahwa mereka telah menyelesaikan struktur utama stasiun tersebut dan memasuki tahap integrasi di ruangan bersih sebelum pengujian bersama NASA yang dijadwalkan pada musim gugur mendatang.
Desain dan Fitur Haven-1
Haven-1 adalah kapsul kecil yang akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dan akan berlabuh dengan wahana Crew Dragon milik SpaceX. Desain awal menampilkan interior mewah, seperti tempat tidur empuk dan jendela kaca yang besar, meskipun produk akhir mungkin memiliki beberapa penyesuaian. Fokus utama saat misi perdana adalah memastikan kapsul dapat mempertahankan tekanan udara dan stabilitas orientasi di orbit tanpa awak, proses yang diperkirakan berlangsung antara dua minggu hingga tiga tahun.
Misi dan Tujuan Awal
Vast berencana menjalankan misi standar selama dua minggu pada peluncuran perdana. Mereka telah mengontrak satu peluncuran dengan SpaceX dan mengamankan opsi untuk peluncuran kedua melalui deposit. Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah penting sebelum mengizinkan manusia menempati kapsul tersebut. Kesiapan teknologi dan evaluasi dari NASA menjadi faktor krusial bagi Vast untuk menentukan kelanjutan kompetisi mendapatkan pendanaan tahap kedua program stasiun luar angkasa komersial.
Persaingan dan Inisiatif Perusahaan Lain
Selain Vast, beberapa perusahaan lain juga berambisi menghadirkan stasiun luar angkasa swasta. Voyager Technologies sudah memasuki tahap pengembangan penuh untuk stasiun mereka yang dinamai Starlab. Blue Origin milik Jeff Bezos masih menjajaki model dan skenario layanan untuk proyek Orbital Reef. Di sisi lain, Axiom Space menyatakan ingin meluncurkan stasiun luar angkasa komersial modular pertama di dunia dengan target peluncuran sekitar tahun 2028.
Tantangan dan Harapan Program Stasiun Komersial
Proses transisi dari ISS ke stasiun luar angkasa komersial menghadapi berbagai tantangan teknis dan pendanaan. Para legislator di AS mendorong NASA untuk mempercepat rencana penggantian ISS karena waktu pensiun ISS yang sudah cukup dekat. Haot mengomentari bahwa dengan anggaran saat ini, hanya rasional memilih dua pemenang dari kompetisi pendanaan untuk program stasiun luar angkasa komersial, meskipun dengan anggaran lebih besar, tiga pemenang akan lebih ideal demi keunggulan kompetitif dan inovasi.
Rincian Kunci Program Komersial NASA:
- Program fase kedua bertujuan mendukung pembangunan stasiun swasta yang berfungsi penuh.
- NASA belum mengumumkan persyaratan final atau pemenang seleksi pendanaan.
- Peluncuran Haven-1 diharapkan pada awal tahun 2027.
- Misi awal untuk memastikan fungsi dasar kapsul tanpa awak sebelum misi berawak.
- Kompetisi program melibatkan perusahaan dengan beragam pendekatan desain dan target.
Hingga saat ini, belum ada kepastian lengkap mengenai desain akhir, persyaratan teknis, dan organisasi operasional stasiun swasta yang akan menggantikan ISS. Namun, kemajuan nyata seperti yang dicapai Vast dengan Haven-1 menunjukkan bahwa masa depan stasiun luar angkasa komersial semakin dekat. Implementasi teknologi baru dan model bisnis inovatif akan menjadi faktor penentu keberhasilan eksplorasi manusia di orbit bumi setelah ISS resmi pensiun.
