Tokopedia dan TikTok Shop Hapus Ratusan Ribu Akun Penjual Tidak Penuhi Standar

Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kualitas dan keamanan ekosistem penjualan di platform mereka. Mereka menemukan lebih dari 250.000 akun penjual yang tidak memenuhi standar kepatuhan selama enam bulan pertama tahun 2025.

Menurut Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, penemuan ini dilakukan melalui proses penyaringan ketat. Lebih dari belasan juta produk diperiksa sebelum mendapatkan izin tampil di marketplace mereka.

Peningkatan Penyaringan Produk dan Akun Penjual

Dibandingkan semester sebelumnya, tingkat pemeriksaan produk meningkat drastis hingga 506,8%. Angka ini menunjukkan upaya intensif platform untuk memastikan hanya produk yang sesuai normatif yang dijual. Penjual yang tidak memenuhi persyaratan langsung mendapat tindakan.

Sebagian besar akun yang disaring tidak memenuhi kriteria keamanan atau keaslian produk. Hal ini sebagai bentuk pengawasan guna melindungi konsumen dari risiko pembelian produk palsu atau ilegal.

Fitur Baru Mendukung Mitra Penjual dan Kreator

Tokopedia dan TikTok Shop juga memperkenalkan inovasi fitur untuk mempermudah dan melindungi para pelaku usaha. Salah satu fitur utama adalah ‘Kapasitas Penanganan Pesanan’ yang membantu penjual mengelola lonjakan transaksi, khususnya pada masa Ramadhan 2026.

Dengan fitur ini, penjual dapat menetapkan batas maksimal pesanan. Jika ambang kapasitas tercapai, sistem otomatis memberikan perpanjangan waktu pengiriman satu hari tanpa menurunkan rating toko. Namun, fitur ini hanya berlaku untuk penjual dengan status Power Shop dan Mall.

Pendekatan Positif untuk Kreator Konten

Bagi kreator konten, Tokopedia dan TikTok Shop meluncurkan ‘Ranking Kinerja Creator’. Sistem ini menggantikan metode penalti dengan insentif positif. Kreator yang menghasilkan konten berkualitas dan memenuhi syarat pesanan akan mendapat visibilitas yang lebih baik.

Fitur ini bertujuan memotivasi kreator agar fokus pada akurasi informasi serta kepatuhan konten, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Pendekatan ini juga membantu mitra afiliator meraih keuntungan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Inovasi untuk Kegiatan Promosi yang Sesuai Regulasi

Menghadapi risiko pelanggaran hukum terkait promosi, platform ini merilis fitur ‘Live Giveaway’. Alat resmi ini mengatur mekanisme undian yang halal dan aman bagi kreator yang ingin memberikan hadiah, seperti Tunjangan Hari Raya (THR).

Kreator cukup mengaktifkan opsi ‘Create Live Giveaway’ sebelum siaran langsung untuk menjalankan kuis sesuai dengan kebijakan. Langkah ini mengurangi potensi kesalahan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum perjudian.

Perbaikan Mekanisme Refund dan Transparansi Ulasan

Tokopedia dan TikTok Shop memperbarui kebijakan pengajuan banding terkait refund dan pengembalian. Persyaratan bukti kini lebih fleksibel, memberikan perlindungan yang seimbang bagi penjual terhadap penyalahgunaan fitur dari pembeli.

Penjual juga dapat memantau ulasan negatif secara transparan melalui Seller Center. Inggrit Longdong, Country Head of Governance and Experience, menyarankan agar penjual menjelaskan perubahan pada kemasan produk agar dapat mengurangi ulasan buruk akibat kesalahpahaman konsumen.

Keberhasilan penyaringan lebih dari 250.000 akun penjual yang tidak sesuai standar menunjukkan komitmen serius Tokopedia dan TikTok Shop dalam menjaga integritas ekosistem. Dukungan fitur-inovatif yang difokuskan pada pengalaman mitra dan kepatuhan regulasi menambah nilai positif dalam pengelolaan marketplace ini.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com

Terkait