Ruang Tersembunyi di Piramida Giza, Teori Pintu Masuk Lama Kian Menguat

Author: Qoo Media

Upaya mengungkap rahasia Piramida Giza kembali menghasilkan temuan penting, kali ini di Piramida Menkaure. Proyek riset ScanPyramids mengonfirmasi adanya dua anomali berisi udara yang tersembunyi di balik dinding piramida, sehingga memperkuat dugaan lama tentang adanya jalur masuk lain di bagian timur bangunan kuno itu.

Temuan ini langsung menarik perhatian karena lokasi anomali berada di balik fasad timur yang selama ini dinilai tidak biasa. Para peneliti sudah lama mencermati area tersebut lantaran ada susunan blok granit yang terlihat sangat halus, terpoles, dan berbeda dari permukaan dinding lain di sekitarnya.

Kecurigaan lama soal pintu masuk tersembunyi

Dugaan tentang adanya ruang atau akses rahasia di area itu bukan muncul tiba-tiba. Bentuk dan tekstur granit pada sisi timur piramida disebut menyerupai bagian pintu masuk utama di sisi utara, sehingga memunculkan hipotesis bahwa potongan dinding itu bukan sekadar elemen dekoratif atau struktur biasa.

Kecurigaan tersebut sempat disampaikan peneliti Stijn van den Hoven pada 2019. Ia menilai permukaan yang halus itu layak dipandang sebagai petunjuk penting, dan temuan terbaru kini memberi dukungan kuat terhadap teori tersebut.

Pemeriksaan tanpa merusak situs

Tim peneliti tidak membuka dinding piramida untuk memastikannya. Mereka memakai kombinasi teknologi non-destruktif, mulai dari radar penembus tanah atau ground-penetrating radar, ultrasonik, hingga tomografi resistivitas listrik atau ERT.

Gabungan metode itu memungkinkan para ilmuwan mendeteksi struktur tidak beraturan di balik permukaan granit. Pendekatan ini penting karena Piramida Menkaure merupakan bagian dari warisan dunia yang harus dijaga, sehingga pemeriksaan fisik langsung berisiko merusak struktur aslinya.

Dua ruang hampa di balik dinding

Data yang dihimpun menunjukkan ada dua ruang hampa dengan kedalaman berbeda di balik dinding luar. Anomali pertama berada sekitar 1,4 meter dari permukaan, sedangkan yang kedua terdeteksi pada kedalaman 1,13 meter.

Ukuran keduanya juga berhasil diperkirakan dengan cukup detail. Ruang pertama disebut memiliki tinggi sekitar 1 meter dan lebar 1,5 meter, sementara ruang kedua berukuran sekitar 0,9 meter kali 0,7 meter.

Akurasi visualisasi itu dicapai melalui teknik Image Fusion, yang menggabungkan berbagai hasil pengukuran menjadi gambaran interior yang lebih jelas. Dengan cara ini, peneliti bisa membaca kondisi bagian dalam piramida tanpa perlu melakukan pembongkaran.

Validasi teori lama di Giza

Profesor Pengujian Non-destruktif di TUM, Christian Grosse, menyebut penemuan ini sebagai kelanjutan penting dari rangkaian riset di Giza. Ia menyinggung validasi signifikan terhadap koridor tersembunyi di Piramida Cheops pada 2023 sebagai landasan yang menunjukkan bahwa teknologi modern memang semakin efektif dalam menjawab pertanyaan lama arkeologi.

Grosse menegaskan bahwa metode yang digunakan sangat krusial untuk menjaga kelestarian situs sejarah. Menurut dia, pendekatan pengujian yang dikembangkan tim memungkinkan kesimpulan sangat akurat mengenai isi bagian dalam piramida tanpa merusak struktur berharga tersebut.

Ia juga menyebut hipotesis tentang pintu masuk lain sangat masuk akal, dan hasil terbaru membawa tim selangkah lebih dekat untuk membuktikannya. Temuan ini membuat Piramida Menkaure kembali menjadi salah satu titik penting penelitian arkeologi Mesir Kuno, terutama karena bukti fisik kini mulai menguatkan teori yang selama ini hanya bertumpu pada bentuk arsitektur yang mencurigakan.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru