Battleship, Monster Laut Yang Pernah Jadi Simbol Kekuatan Maritim Dunia

Battleship pernah menjadi simbol paling kuat dalam peperangan laut. Kapal perang permukaan ini dirancang dengan lapisan baja tebal dan meriam kaliber besar untuk duel langsung di atas permukaan laut.

Kini, tak ada lagi negara yang mengoperasikannya. Perubahan besar dalam teknologi militer maritim, terutama rudal jarak jauh dan kapal induk modern, membuat era battleship perlahan berakhir.

Raksasa laut yang pernah mendominasi

Secara historis, battleship menjadi kapal perang permukaan yang dominan dari akhir abad ke-19 hingga era Perang Dunia II. Senjata utamanya berupa meriam besar berukuran 11 hingga 18 inci yang mampu menghancurkan kapal musuh dari jarak lebih dari 30 kilometer.

Kekuatan tembak itulah yang membuat battleship dipandang sebagai ikon kekuatan maritim sebuah negara. Pada masanya, kapal ini dioperasikan sejumlah negara dan menjadi lambang supremasi di laut.

Yamato dan Musashi, yang terbesar sepanjang sejarah

Menurut laman US Naval Institute, battleship terbesar yang pernah dibuat adalah Yamato dan Musashi milik AL Kekaisaran Jepang pada era Perang Dunia II. Keduanya memiliki ukuran identik, dengan panjang sekitar 263 meter dan displacement hingga sekitar 72.000 ton.

Kedua kapal itu membawa 3 meriam tiga laras kaliber 18,1 inci dan 4 meriam tiga laras kaliber 6,1 inci. Persenjataan pertahanan udaranya juga sangat besar, sehingga keduanya menjadi simbol kekuatan maritim Jepang di lautan saat itu.

Yamato dan Musashi akhirnya ditenggelamkan di Pasifik oleh kekuatan udara kapal induk Amerika Serikat. Serangan dilakukan dengan pesawat pengebom dan pembawa torpedo yang mengeroyok dua battleship raksasa tersebut.

Kelas Iowa, yang paling cepat dan paling panjang bertugas

Gelar battleship tercepat dalam sejarah diberikan Guinness Book of World Records kepada USS New Jersey (BB-62). Kapal kelas Iowa ini mencapai top speed sekitar 35,2 knot atau sekitar 65,2 km/jam.

Kelas Iowa terdiri dari USS Iowa, USS New Jersey, USS Missouri, dan USS Wisconsin. Menurut laman Battleship New Jersey, kelas ini menjadi kelas battleship terakhir yang dibuat AL AS, terakhir beroperasi sebelum pensiun, dan satu-satunya yang dirancang untuk membawa proyektil berhulu ledak nuklir.

USS New Jersey memiliki sejarah yang sangat panjang. Kapal ini bertugas dalam era Perang Dunia II, Perang Korea, dan Perang Dingin, lalu juga terlibat di Perang Vietnam, Lebanon, dan Teluk Persia sebelum pensiun pada 1991.

USS Missouri, kapal perang yang hidup dalam sejarah dan film

USS Missouri (BB-63) juga menempati posisi penting dalam sejarah dan budaya populer. Kapal ini selesai dibuat pada 1944, bertugas di palagan Pasifik, dan ikut dalam pertempuran perebutan Iwo Jima serta Okinawa.

Di atas dek USS Missouri, Jepang menandatangani dokumen penyerahan tanpa syarat kepada Sekutu pada 2 September 1945. Momen itu menandai berakhirnya Perang Dunia II secara efektif.

USS Missouri juga tampil dalam film Hollywood Under Siege pada 1992 dan film fiksi Battleship pada 2012. Saat ini, kapal itu difungsikan sebagai museum permanen dan monumen peringatan di Pearl Harbor, Hawaii, di bawah pengelolaan USS Missouri Memorial Association.

Mengapa battleship menghilang dari laut modern

Battleship tidak lagi relevan karena perkembangan rudal jarak jauh dan kapal induk pengangkut pesawat. Rudal yang dibawa kapal destroyer yang lebih kecil dapat menghantam sasaran dari jarak sangat jauh dengan presisi tinggi.

Dari sisi operasional, battleship juga tidak efisien karena membutuhkan sekitar 2.000 awak kru. Sebagai perbandingan, kapal perusak terbesar AL AS kelas Zumwalt hanya melibatkan sekitar 150 awak kru.

Kapal induk modern ikut mengubah peta kekuatan laut. Dengan puluhan jet tempur serang di geladaknya, kapal induk mampu melancarkan serangan dari jarak jauh dan kini dianggap memiliki fire power ofensif terkuat.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version