Jika populasi berang-berang laut punah di Alaska, dampaknya tidak berhenti pada hilangnya satu hewan laut yang populer. Rantai perubahan bisa merambat cepat dari dasar laut hingga garis pantai, karena spesies kecil ini memegang peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Berang-berang laut disebut sebagai keystone species atau spesies penyangga. Artinya, keberadaannya membantu menjaga struktur ekosistem tetap stabil, terutama karena hewan ini mengontrol populasi bulu babi laut.
Hutan kelp bisa runtuh
Berang-berang laut memangsa bulu babi laut. Saat predator ini hilang, bulu babi bisa berkembang sangat cepat dan menghabisi akar kelp di dasar laut.
Penelitian ekologi di Alaska mencatat bahwa area yang kehilangan berang-berang laut cenderung berubah menjadi urchin barren. Dasar laut lalu menjadi tandus dan dipenuhi bulu babi, sementara hutan kelp menyusut drastis.
Padahal, hutan kelp berfungsi seperti ruang hidup besar bagi banyak organisme laut. Ikan-ikan kecil berlindung di antara daunnya, sedangkan burung laut memanfaatkannya sebagai area mencari makan.
Rantai makanan ikut goyah
Kelp bukan sekadar tumbuhan laut yang tumbuh di perairan dingin. Struktur alaminya menyediakan tempat aman bagi ikan kecil, kepiting, kerang, hingga mamalia laut lainnya.
Ketika hutan kelp rusak, banyak spesies kehilangan tempat berlindung dan sumber makan. Rantai makanan pun goyah, lalu populasi ikan dan satwa laut lain ikut terdampak.
Dampaknya juga menyentuh aktivitas perikanan di Alaska. Jumlah ikan tertentu berpotensi turun karena habitat pembesaran mereka rusak, sementara burung laut akan lebih sulit menemukan makanan.
Pantai menjadi lebih rentan abrasi
Hutan kelp punya fungsi lain yang sering luput diperhatikan, yaitu meredam energi ombak. Daun-daunnya yang panjang dan rapat membantu memperlambat hantaman air sebelum mencapai garis pantai.
Jika berang-berang laut punah lalu kelp menghilang, perlindungan alami ini melemah. Ombak kemudian menghantam pantai lebih keras, terutama di wilayah pesisir terbuka Alaska.
Kondisi itu dapat memengaruhi alam, permukiman manusia, dan habitat satwa di tepi laut. Dalam jangka panjang, abrasi dapat mengubah bentuk garis pantai secara perlahan.
Kemampuan menyerap karbon ikut turun
Hutan kelp juga menyimpan karbon dioksida dalam jumlah besar melalui fotosintesis. Peran ini membuatnya disebut sebagai penyerap karbon yang sangat efektif.
Riset menunjukkan kawasan kelp yang dijaga berang-berang laut mampu menyerap karbon 12 kali lebih banyak dibanding area tanpa predator tersebut. Jika berang-berang laut punah, kemampuan laut menyerap karbon akan melemah karena kelp menyusut.
Itulah sebabnya hilangnya berang-berang laut bukan hanya masalah lokal. Perubahan ini berkaitan dengan ekosistem laut Alaska sekaligus isu perubahan iklim yang lebih luas.
Meski ukurannya kecil, pengaruh berang-berang laut terhadap laut Alaska sangat besar. Kehadirannya menjaga bulu babi tetap terkendali, melindungi kelp, dan membantu mempertahankan keseimbangan yang menopang banyak bentuk kehidupan di pesisir.
Source: www.idntimes.com