Cincin Emas 2.000 Tahun Ditemukan di Thailand, Satu Memuat Aksara Brahmi

Penemuan dua cincin emas kuno di sebuah makam di Thailand bagian barat membuka petunjuk baru tentang hubungan budaya pada masa lampau. Salah satu cincin berusia sekitar 2.000 tahun itu memuat ukiran yang diyakini sebagai aksara Brahmi, sistem tulisan kuno dari India.

Kedua benda itu ditemukan bersama rangka manusia di Situs Don Yai Thong, Provinsi Phetchaburi. Temuan tersebut menjadi perhatian karena ukiran pada salah satu cincin diduga menyimpan identitas maupun keyakinan pemiliknya.

Departemen Kesenian Thailand menyatakan penggalian masih berlangsung ketika dua cincin tersebut ditemukan pada awal Juli 2026. Lokasi penemuan berada sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok, di kawasan yang diperkirakan pernah menjadi pemakaman seremonial.

Ukiran yang Mengarah ke Astronomi India

Penilaian awal ahli mengidentifikasi tulisan pada cincin berukir sebagai “pusarakhitasa”. Ungkapan itu berarti “yang dilindungi oleh Pushya”, salah satu rasi bintang yang dianggap paling mujur dalam astronomi India.

Karakter pada cincin itu diyakini berasal dari Aksara Brahmi, salah satu sistem tulisan kuno dari India. Sementara itu, cincin kedua yang ditemukan dengan rangka yang sama tidak memiliki tulisan ataupun hiasan.

TemuanKondisiDetail utama
Cincin emas pertamaBerukirMemuat karakter yang diduga aksara Brahmi dengan pembacaan awal “pusarakhitasa”
Cincin emas keduaPolosTidak memiliki ukiran dan ditemukan bersama rangka yang sama

Para ahli menduga pemilik cincin itu mungkin seorang pedagang dari Vaishya, kasta kuno India. Dugaan tersebut berkaitan dengan karakter tulisan yang tertera pada salah satu cincin, meski penggalian dan kajian terhadap situs masih berlanjut.

Berawal dari Pecahan Drum Perunggu

Situs Don Yai Thong baru ditemukan pada awal tahun setelah warga menjumpai pecahan drum perunggu kuno di sawah mereka. Penemuan awal itu mendorong arkeolog melakukan penggalian lebih lanjut di kawasan tersebut.

Situs ini diperkirakan berasal dari masa prasejarah akhir Thailand atau periode Zaman Besi. Usianya ditaksir berada dalam rentang 1.500 hingga 2.500 tahun, sehingga sejalan dengan perkiraan umur dua cincin emas yang ditemukan.

Sejak Februari, arkeolog telah menemukan delapan rangka manusia di lokasi tersebut. Selain cincin emas kuno, penggalian juga menghasilkan perhiasan emas dan perunggu, tembikar, serta berbagai artefak lain.

Rangka dan benda-benda yang menyertainya memberi gambaran bahwa area itu kemungkinan digunakan sebagai tempat pemakaman bagi orang kaya atau anggota kelas atas pada masanya. Namun, fungsi dan latar sosial setiap individu yang dimakamkan masih memerlukan penelitian lebih jauh.

Artefak dari Pemakaman Seremonial

Keberadaan perhiasan berbahan emas dan perunggu di dekat rangka menjadi salah satu unsur penting dalam penilaian awal terhadap situs ini. Artefak tersebut juga menunjukkan bahwa penguburan di Don Yai Thong tidak sekadar meninggalkan sisa jasad, melainkan memuat benda-benda bernilai pada zamannya.

Penggalian di Don Yai Thong diperkirakan rampung dalam sebulan setelah pengumuman penemuan tersebut. Departemen Kesenian Thailand berencana memamerkan temuan arkeologi dari lokasi itu kepada publik setelah proses penggalian selesai.

Bagi para peneliti, cincin berukir ini menonjol karena menggabungkan bahan berharga dengan tulisan kuno yang dapat dibaca secara awal. Temuan tersebut kini menjadi salah satu artefak penting dari pemakaman berusia ribuan tahun yang sedang diteliti di Thailand bagian barat.

Terkait