PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) memilih strategi optimalisasi pusat data daripada menambah kapasitas fisik tahun ini. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur digital dan target pemerintah yang sangat ambisius untuk meningkatkan kapasitas pusat data nasional.
Moratelindo fokus mengelola enam pusat data yang tersebar di Jakarta, Batam, Medan, Palembang, Surabaya, dan Denpasar. Pengelolaan ini dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan agar kapasitas yang ada dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara dinamis dan efisien.
Strategi Pengelolaan Kapasitas Data Center Moratelindo
Deputy Chief Digital Transformation Officer Moratelindo, Hasanuddin Farid, menjelaskan bahwa manajemen kapasitas didasarkan pada proyeksi trafik pelanggan dan tingkat pemanfaatan layanan. Hal ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan operasi pusat data tanpa harus melakukan ekspansi fisik yang besar.
Optimalisasi pusat data menjadi fokus utama agar efisiensi dan kualitas layanan tetap terjaga. Keenam lokasi yang dikelola ini menjadi bagian penting untuk memperkuat jaringan backbone dan akses pelanggan di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Pengelolaan yang terpusat ini juga membantu menjaga stabilitas rantai pasokan digital nasional. Moratelindo menempatkan prioritas pada kualitas infrastruktur agar layanan digital Indonesia dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing.
Target Kapasitas Nasional dan Tantangan yang Ada
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius untuk kapasitas pusat data nasional. Pada 2026, kapasitas yang ditargetkan mencapai 2,81 watt per kapita, meningkat 91% dibandingkan target tahun sebelumnya sebesar 1,47 watt per kapita.
Lebih jauh, Komdigi menargetkan kapasitas pusat data naik hingga lima kali lipat pada 2029. Target ini mencerminkan upaya memperkuat infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung ekonomi masa depan Indonesia.
Namun, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (IDPRO) mencatat bahwa kapasitas pusat data saat ini masih jauh dari kebutuhan yang sesungguhnya. Mereka menekankan perlunya percepatan pembangunan serta insentif dari pemerintah agar target ini dapat tercapai tepat waktu.
Pendekatan Hati-hati Moratelindo dalam Pertumbuhan Sektor Digital
Moratelindo percaya optimalisasi kapasitas eksisting bisa menjawab kebutuhan pasar saat ini tanpa harus segera melakukan investasi besar. Langkah ini menggambarkan sikap strategis yang fokus pada efisiensi dan pengelolaan risiko dalam menghadapi perkembangan industri digital.
Dengan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas pusat data yang sudah tersedia, perusahaan dapat memastikan layanan berjalan lancar dan pelanggan tetap nyaman. Selain itu, metode ini juga membantu menjaga stabilitas finansial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Rangkuman Optimalisasi dan Dampaknya bagi Infrastruktur Digital
- Moratelindo menjalankan pengelolaan kapasitas pusat data secara terintegrasi di enam lokasi strategis.
- Fokus utama adalah meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan tanpa perlu ekspansi fisik besar.
- Target pemerintah untuk kapasitas pusat data nasional sangat tinggi, mencapai hampir tiga watt per kapita pada 2026.
- Tantangan industri termasuk keterlambatan pembangunan kapasitas dan perlunya dukungan regulasi.
- Moratelindo menawarkan pendekatan konservatif dan adaptif dalam pertumbuhan infrastruktur digital.
Strategi optimalisasi kapasitas pusat data ini penting karena pusat data merupakan elemen vital dalam mendukung ekosistem layanan digital nasional. Langkah Moratelindo mencerminkan upaya serius untuk berkontribusi pada penguatan infrastruktur digital yang stabil dan berkelanjutan.
Meskipun pemerintah menargetkan percepatan ekspansi kapasitas secara nasional, pengelolaan yang cermat dan efisien oleh penyedia layanan seperti Moratelindo menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan layanan dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang.







