Beberapa pengguna Windows 11 melaporkan mengalami masalah serius setelah memasang pembaruan keamanan terbaru. Komputer mereka gagal melakukan booting dan muncul layar hitam dengan pesan kesalahan “UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME”. Kondisi ini membuat perangkat tidak bisa menyala dengan normal dan mengharuskan pengguna melakukan restart berulang kali.
Masalah ini terutama menyerang versi Windows 11 24H2 dan 25H2. Berdasarkan laporan di forum AskWoody, kendala tersebut muncul setelah update keamanan Windows di bulan Januari, yang malah menyebabkan beberapa komputer tidak bisa mengakses volume booting. Efeknya cukup mengganggu produktivitas karena PC tidak dapat digunakan sama sekali.
Dampak Pembaruan Keamanan Terbaru
Ini bukan pertama kalinya pembaruan keamanan Windows memicu masalah. Beberapa insiden sebelumnya termasuk PC yang tidak mau mati atau masuk mode hibernasi. Ada juga bug yang membuat aplikasi berbasis cloud seperti Outlook, OneDrive, dan Dropbox tidak dapat bekerja dengan semestinya. Microsoft sudah merilis update darurat untuk masalah-masalah tersebut, tetapi hingga kini belum ada solusi untuk masalah booting yang paling parah.
Error “UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME” menjadi isu paling kritis karena menghalangi akses sama sekali ke sistem operasi. Satu-satunya cara mengatasi adalah dengan masuk ke Windows Recovery Environment (WinRE) dan mencopot patch terbaru secara manual. Ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak bisa diperbaiki dengan restart biasa atau update minor.
Riwayat Masalah Pembaruan Windows
Masalah dalam pembaruan Windows 11 memang bukan hal baru. Pada Agustus tahun lalu, update keamanan menyebabkan kerusakan pada alat recovery Windows, baik untuk Windows 10 maupun Windows 11. Bahkan pada Oktober juga muncul masalah yang membuat keyboard dan mouse USB tidak berfungsi di lingkungan pemulihan, sehingga menghambat troubleshooting. Hal ini memperlihatkan kompleksitas dan risiko yang terlibat dalam merilis pembaruan sistem skala besar.
Microsoft belum mengumumkan kapan perbaikan untuk masalah booting ini akan tersedia. Sementara itu, jutaan pengguna Windows 11 dengan konfigurasi hardware yang beragam harus menghadapi risiko kerusakan sistem jika update tersebut terpasang. Meski hanya sebagian kecil yang terdampak, namun gangguan ini berpotensi mengganggu banyak pengguna yang bergantung pada Windows untuk aktivitas sehari-hari.
Tindakan yang Bisa Dilakukan Pengguna
Bagi pengguna Windows 11 yang belum menginstal update terbaru, disarankan untuk menunda pemasangan patch keamanan hingga Microsoft mengonfirmasi perbaikan. Sedangkan bagi komputer yang sudah terdampak, berikut langkah yang dianjurkan:
- Masuk ke Windows Recovery Environment (WinRE).
- Pilih opsi untuk menghapus pembaruan keamanan yang terakhir dipasang.
- Restart PC dan periksa apakah masalah booting selesai.
- Awasi pengumuman resmi dari Microsoft untuk update perbaikan.
Langkah ini penting untuk menghindari kerusakan data lebih lanjut dan menjaga kestabilan sistem operasi.
Windows 11 dirancang agar lebih aman dengan pembaruan rutin. Namun, kasus terbaru menunjukkan risiko yang cukup besar bagi pengguna. Microsoft perlu mempercepat rilis patch darurat untuk mengatasi kondisi ini, mengingat tingkat keparahan yang dapat membuat perangkat tidak dapat digunakan. Pengguna dan administrator IT harus tetap waspada dan memantau perkembangan solusi dari Microsoft.







