Bitcoin (BTC) dan XRP mengalami kenaikan harga setelah pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve (The Fed) tahun ini. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%, sesuai dengan ekspektasi pasar sebelum pengumuman.
Keputusan ini mempertegas bahwa belum ada penurunan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun inflasi masih dinilai "sedikit tinggi" dan ketidakpastian ekonomi masih cukup besar. Kenaikan harga aset kripto seperti Bitcoin dan XRP mencerminkan respons pasar terhadap sinyal Fed yang menahan kebijakan moneternya.
Dinamika Pasar dan Respons Investor
Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan pernyataan yang menjadi sorotan utama dalam konferensi pers setelah pengumuman. Pasar fokus pada apakah ada tanda-tanda penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, tetapi Powell menegaskan bahwa pemotongan suku bunga belum dapat dilakukan saat ini.
Kondisi pasar tenaga kerja AS tetap kuat dengan tingkat pengangguran yang turun menjadi 4,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang solid. Hal ini turut menjaga kepercayaan investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto dan saham teknologi yang naik signifikan.
Pengaruh Nilai Tukar Dolar AS
Dolar AS justru melemah menjelang keputusan The Fed dan sempat berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pelemahan dolar berdampak positif terhadap harga aset risiko karena kondisi keuangan global menjadi lebih longgar meskipun tanpa penurunan suku bunga.
Bridgewater Associates melalui Ray Dalio mengingatkan bahwa kenaikan harga aset dalam kondisi nilai uang melemah bisa menyesatkan. Artinya, “rekor tertinggi” pada harga bisa jadi mencerminkan depresiasi mata uang utama, bukan perbaikan fundamental ekonomi.
Pergerakan Harga Bitcoin, XRP, dan Ether
Pada saat laporan ini dibuat, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $89.458,81, naik 1,45% dalam 24 jam terakhir. Ether juga menguat 1,4% menjadi $3.012,30, sementara XRP menambah 0,64% dan diperdagangkan pada level $1,91.
Kenaikan ini terjadi sebelum konferensi pers Powell, menandakan pasar sudah menerapkan sentimen “risk-on” dengan keyakinan The Fed tidak akan segera mengendurkan kebijakan moneternya.
Pandangan Makro Teoretisi Arthur Hayes
Dalam tulisan terbarunya, Arthur Hayes menekankan bahwa pergerakan harga Bitcoin lebih dipengaruhi oleh kebijakan moneter jangka panjang. Ia percaya nilai Bitcoin dan “koin berkualitas” lain akan naik seiring dengan peningkatan jumlah uang kertas yang beredar akibat ekspansi neraca bank sentral.
Hayes menyatakan, “Bitcoin dan koin berkualitas akan secara mekanis naik dalam nilai fiat saat jumlah uang kertas meningkat,” menyoroti peran inflasi moneter sebagai pendorong utama harga kripto dalam jangka panjang.
Intensitas Perdebatan di Internal The Fed
Meski mayoritas anggota The Fed sepakat mempertahankan suku bunga, terdapat dua suara dissent yang ingin penurunan sebesar 0,25 poin persentase segera dilakukan. Situasi ini menunjukkan adanya perdebatan dalam lembaga tersebut terkait waktu yang tepat untuk pelonggaran kebijakan.
Ke depan, pasar akan terus memperhatikan sinyal dari Jerome Powell pada konferensi pers berikutnya sebagai panduan arah kebijakan yang akan memengaruhi aset berisiko dan kripto secara signifikan.
Kondisi saat ini menunjukkan bagaimana pasar kripto berkepribadian sebagai indikator “risk-on” yang responsif terhadap perubahan sentimen dan kebijakan makro. Kenaikan Bitcoin dan XRP pasca-keputusan The Fed menggambarkan bagaimana ketahanan ekonomi AS dan dinamika moneter global bisa mendorong sentimen positif di pasar aset digital.
