El Salvador kembali melakukan pembelian besar dalam bentuk aset emas dan Bitcoin sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisanya. Bank Sentral El Salvador mengumumkan pembelian 9.298 ons emas senilai 50 juta dolar, sehingga total cadangan emas negara tersebut meningkat menjadi 67.403 ons dengan nilai sekitar 360 juta dolar.
Presiden Nayib Bukele memberikan respon positif atas pembelian ini dengan menyatakan, "We just bought this other dip," yang menandakan keyakinan pemerintah untuk memanfaatkan penurunan harga sebagai kesempatan investasi. Pembelian emas ini dilakukan bersamaan dengan akumulasi Bitcoin yang berkelanjutan, di mana data dari Kantor Bitcoin Nasional El Salvador menunjukkan tambahan 1 BTC dalam stok pada hari yang sama, dan total 7 BTC dalam seminggu terakhir sesuai dengan kebijakan “satu Bitcoin per hari”.
Hingga kini, total cadangan Bitcoin El Salvador mencapai 7.547,37 BTC dengan nilai sekitar 624,24 juta dolar berdasarkan harga pasar saat ini. Data dari bitcointreasuries.net menempatkan El Salvador sebagai pemilik pemerintah kelima terbesar Bitcoin di dunia, di belakang Amerika Serikat, China, dan Inggris.
Strategi Cadangan Ganda: Emas dan Bitcoin
Pembelian simultan emas dan Bitcoin ini merupakan langkah unik yang mencerminkan strategi El Salvador dalam membangun cadangan berbasis dua aset berbeda. Bank Sentral menyatakan bahwa akuisisi emas bertujuan memperkokoh “ekuitas jangka panjang” negara dan menjaga keseimbangan prudent dalam komposisi cadangan devisa.
Berikut adalah rincian strategi akumulasi aset oleh El Salvador:
- Memanfaatkan momen “dip” atau penurunan harga untuk pembelian emas dan Bitcoin.
- Menjaga keseimbangan risiko dengan mensubstitusi cadangan tradisional dengan aset digital yang volatil.
- Memposisikan Bitcoin sebagai mata uang nasional sekaligus aset cadangan walau mendapat kritik dari lembaga internasional seperti IMF.
- Meningkatkan eksposur pada emas sebagai aset safe haven yang tahan terhadap fluktuasi pasar global.
Konteks Global dan Tantangan
Di tengah volatilitas pasar internasional, harga emas mengalami koreksi tajam sebesar 3,97% menjadi 5.158,54 dolar per ons, sementara harga Bitcoin turun ke level yang terakhir terlihat pada April lalu, turun di bawah 82.000 dolar. Penurunan tersebut menjadi kesempatan bagi El Salvador untuk menambah posisi asetnya.
Langkah ini mendapat perhatian karena International Monetary Fund (IMF) telah meminta El Salvador menghentikan pembelian Bitcoin publik sebagai syarat pendanaan sebesar 1,4 miliar dolar. Namun demikian, meskipun undang-undang Bitcoin dimodifikasi untuk menjadikan penggunaan Bitcoin bersifat sukarela, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pembelian dan penggunaan aset kripto sebagai instrumen keuangan nasional.
Program ini juga menegaskan posisi El Salvador sebagai pelopor negara yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran legal pertama di dunia sejak 2021. Pemerintah menganggap strategi ini sebagai langkah innovatif untuk meningkatkan inklusi keuangan dan diversifikasi ekonomi negara.
Dengan pendekatan ini, El Salvador memperlihatkan bahwa diversifikasi cadangan melalui kombinasi aset tradisional dan digital dapat menjadi model baru dalam pengelolaan ekonomi negara berkembang yang menghadapi ketidakpastian global.
Ke depan, pengembangan kebijakan dan pelaksanaan investasi El Salvador terhadap Bitcoin dan emas akan menjadi studi kasus menarik mengenai keberlanjutan strategi cadangan devisa yang tidak konvensional dalam dunia yang semakin terdigitalisasi.







