Volatilitas Pasar Crypto Picu Likuidasi Bitcoin Senilai $2,5 Miliar, Ini Penyebab dan Dampaknya

Author: Qoo Media

Pasar kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi yang menyebabkan likuidasi besar-besaran senilai $2,56 miliar pada bitcoin dalam beberapa hari terakhir. Data dari penyedia informasi CoinGlass mengungkapkan bahwa aksi jual ini terjadi seiring pelemahan aset berisiko lain, termasuk saham dan logam mulia.

Meski likuidasi ini jauh dari rekor tertinggi sebesar $19 miliar yang terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap China, para analis menilai peristiwa terbaru menunjukkan betapa pasar kripto kini sangat rentan terhadap sentimen risiko. Ketergantungan terhadap faktor eksternal semakin memperburuk tekanan jual terhadap bitcoin.

Penyebab Volatilitas Pasar Bitcoin

Selain volatilitas yang melekat, pasar kripto kini dipengaruhi oleh kekhawatiran baru terkait perdagangan teknologi AI (kecerdasan buatan). Penurunan harga emas dan perak yang dipicu pengumuman calon Ketua Federal Reserve AS, Kevin Warsh, semakin memperkuat sentimen negatif. Periode ketidakpastian ini membuat para investor mengambil langkah hati-hati.

Menurut Adam McCarthy, analis senior di penyedia data pasar digital Kaiko, beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahwa pelaku pasar mulai merevisi kerangka risiko dan strategi investasi mereka. Penyesuaian ini menjadi respons terhadap dinamika pasar yang bergeser dan meningkatnya ketakutan atas faktor eksternal.

Pergerakan Harga Bitcoin Terakhir

Bitcoin sempat turun hingga sekitar $104.782, setelah sebelumnya mencatat rekor tertinggi di atas $126.000. Harga terkini sekitar $78.396, menunjukkan penurunan lebih dari 6% pada hari Sabtu. Analis Bitfinex mengaitkan penurunan ini dengan likuiditas yang rendah selama akhir pekan, yang memperbesar fluktuasi harga ke arah bawah.

Jim Ferraioli, direktur riset dan strategi kripto di Charles Schwab Center for Financial Research, menyoroti risiko terbesarnya berasal dari faktor luar seperti kenaikan pengangguran mendadak atau kondisi perdagangan AI yang memburuk. Situasi ini mencitrakan tantangan signifikan bagi stabilitas harga aset kripto.

Dampak Berita Eksternal Terhadap Sentimen Pasar

Pada pekan lalu, sejumlah berita buruk mengguncang pasar, termasuk hasil keuangan Microsoft yang kurang memuaskan. Walaupun bisnis cloud Azure tumbuh sedikit di atas ekspektasi, saham Microsoft turun 10% pada hari berikutnya, memicu kekhawatiran tentang pengeluaran di bidang AI.

Pelaku pasar juga mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dengan harapan pemangkasan suku bunga dan pengurangan neraca bank sentral yang dipimpin oleh Kevin Warsh. Pengumuman ini memicu penurunan tajam harga emas dan perak pada hari Jumat, dengan perak mengalami penurunan terburuk sepanjang masa dan emas mencatat penurunan harian terdalam sejak 1983.

David Morrison, analis senior di Trade Nation, mengungkapkan bahwa para investor mencari alasan untuk mengurangi risiko portofolio mereka dan akhirnya menemukan beberapa pemicu tersebut sekaligus.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Likuidasi di Pasar Kripto

  1. Volatilitas inheren aset kripto seperti bitcoin yang mudah mengalami fluktuasi harga tajam.
  2. Pengaruh kebijakan dan keputusan ekonomi global, seperti kebijakan tarif dan calon pimpinan bank sentral.
  3. Perubahan sentimen pasar terhadap teknologi tertentu, khususnya AI.
  4. Penurunan harga aset safe haven seperti emas dan perak yang mempengaruhi distribusi modal investor.
  5. Likuiditas pasar yang lebih rendah pada waktu tertentu, terutama saat akhir pekan.

Permintaan untuk kembali merevisi kerangka risiko membuat pasar kripto semakin sensitif terhadap berita dan perkembangan global. Pelemahan harga bitcoin dan likuidasi besar-besaran memperlihatkan bahwa volatilitas yang tinggi masih menjadi tantangan utama dalam investasi aset digital ini. Sentimen negatif dari faktor eksternal dapat mempercepat aksi jual sehingga pelaku pasar harus berhati-hati dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.

Terbaru