Krisis BitRiver Memburuk, Miner Bitcoin Rusia Terbesar Terancam Keluar dari Pasar Cryptocurrency

Author: Qoo Media

Industri penambangan Bitcoin di Rusia menghadapi tekanan besar setelah BitRiver, salah satu perusahaan penambangan terbesar di negara tersebut, mengalami krisis serius. Perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 175.000 rig penambangan ini melaporkan penghentian operasi, keterlambatan pembayaran gaji selama lebih dari tiga bulan, serta pendirinya, Igor Runets, ditahan rumah terkait kasus dugaan penghindaran pajak.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa lebih banyak penambang Bitcoin di Rusia, terutama yang lebih kecil, akan keluar dari pasar. Mikhail Smirnov, Direktur Komunikasi di bursa kripto EXMO, mengungkapkan bahwa sulitnya beroperasi tanpa aturan yang jelas dan model bisnis yang berkelanjutan semakin mempersulit pemain besar di industri ini bertahan.

Dampak Besar pada Industri Penambangan Rusia

BitRiver melaporkan pendapatan lebih dari 133 juta dolar AS pada tahun lalu dengan konsumsi listrik mencapai 533 megawatt di 15 pusat data. Perusahaan ini juga merupakan tulang punggung industri penambangan Bitcoin di Siberia, khususnya di wilayah Irkutsk, yang dikenal sebagai pusat penambangan kripto di Rusia.

Namun, berita penutupan operasi dan tidak dibayarnya gaji karyawan secara rutin mengirimkan sinyal buruk bagi seluruh sektor penambangan. Menurut sumber di dalam BitRiver, banyak staf yang telah mengajukan pengunduran diri sementara komunikasi dengan manajemen sulit dilakukan.

Kasus Dugaan Penghindaran Pajak

Igor Runets, yang didirikan BitRiver pada 2017, kini sedang diselidiki atas dugaan skema penghindaran pajak. Jaksa menuduh bahwa perusahaan menggunakan faktur palsu untuk mengklaim pengurangan pajak dengan mengaku membeli layanan komputasi dan infrastruktur pusat data yang sebenarnya tidak pernah diterima. Uang tersebut kemudian dialihkan secara tidak transparan melalui BitRiver, menurut laporan media RBC.

Proses hukum ini semakin memperparah krisis dalam perusahaan. Pejabat BitRiver tidak memberi respons terhadap upaya komunikasi, dan ada laporan tentang penghilangan dokumen serta peralatan penting dari kantor-kantor perusahaan yang kini sebagian besar ditutup.

Ketidakpastian Hukum dan Sanksi Internasional

Para ahli kripto menilai tekanan regulator dan ketidakpastian hukum menjadi faktor utama yang membebani BitRiver. Meski regulasi mulai membaik, sektor penambangan di Rusia masih menghadapi risiko tinggi dalam hal kepatuhan hukum dan tata kelola korporat.

Sanksi dari Amerika Serikat terhadap Igor Runets dan BitRiver sejak 2022 juga turut menambah beban. Hal ini menyebabkan tekanan finansial dan hukum yang signifikan, mendorong kemungkinan terjadinya gelombang keluarnya perusahaan penambangan lainnya dari pasar Rusia.

Potensi Dampak Lebih Luas

Krisis BitRiver diperkirakan akan memicu eksodus lebih besar dari pelaku penambangan Bitcoin yang lebih kecil. Mereka yang tidak memiliki struktur keuangan dan kepatuhan hukum yang kuat berisiko kehilangan operasional dan investasi secara permanen.

Untuk saat ini, industri penambangan Bitcoin di Rusia berada di bawah pengawasan ketat dan menghadapi tantangan berat dari sisi regulasi dan operasional. Dengan total kapasitas mencapai 11 gigawatt dan produksi sekitar 26.000 Bitcoin senilai hampir 2 miliar dolar, sektor ini tetap menjadi tumpuan ekonomi kripto di Rusia, meskipun kini tengah dirundung ketidakpastian.

Perkembangan lebih lanjut dari situasi BitRiver dan dampaknya terhadap industri penambangan Bitcoin secara keseluruhan akan terus menjadi perhatian para investor dan regulator di dalam dan luar negeri.

Terbaru