Bitcoin Masuk Bear Market Jangka Panjang Versi Peter Schiff, Emas Melonjak di Atas $5,000

Author: Qoo Media

Bitcoin tampak mengalami tekanan harga signifikan setelah mengalami tren penurunan yang cukup lama bila dibandingkan dengan harga emas. Pada saat harga Bitcoin terus merosot, harga emas justru kembali melonjak tajam melewati angka $5.000 per troy ounce, menandakan pergeseran perhatian investor ke aset-aset riil.

Peter Schiff, seorang kritikus Bitcoin yang dikenal, mengemukakan bahwa jika dihitung berdasarkan nilai emas, Bitcoin sudah memasuki pasar bearish jangka panjang. Menurut Schiff, membandingkan harga Bitcoin dengan dolar AS kurang tepat karena emas merupakan gambaran nilai uang nyata. Ia menyatakan, “Emas adalah uang nyata, dan Bitcoin seharusnya dianggap sebagai emas digital, sehingga penentuan harga Bitcoin berdasarkan emas jauh lebih masuk akal.”

Harga Emas Memperkuat Narasi Aset Riil
Kenaikan harga emas ini juga didukung oleh melemahnya nilai dolar AS dan keresahan pasar yang mendorong investor mencari aset yang lebih aman. Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, emas naik lebih dari 3%, menyentuh harga di atas $5.100 per troy ounce, jauh setelah sebelumnya sempat terseret penurunan tajam sebesar 9% dalam satu hari. Analis dari Jefferies menyatakan, “Investor dan bank sentral sedang melakukan rebalancing besar-besaran ke aset riil karena faktor makroekonomi, jadi ini adalah momentum yang tepat untuk membeli saat harga turun.”

Perbandingan Bitcoin dan Emas dalam Perspektif Jangka Panjang
Schiff menegaskan bahwa dalam konteks nilai jangka panjang, pengukuran performa Bitcoin berdasarkan harga emas memberikan gambaran purchasing power yang lebih jelas. Ia menyoroti bahwa meskipun harga Bitcoin diukur dalam dolar AS tampak fluktuatif, ketika diukur dengan emas, tren penurunannya jauh lebih jelas dan menunjukkan pasar bearish. Hal ini menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat dan investor aset kripto terkait validitas metode penilaian aset digital ini.

Kritik Schiff terhadap Dukungan Politik Amerika Serikat untuk Crypto
Selain analisis harga, Schiff juga mengkritik dukungan politik di Amerika Serikat terhadap cryptocurrency. Ia menyoroti pernyataan mantan presiden Donald Trump yang ingin menjadikan AS sebagai pusat Bitcoin dunia guna mencegah dominasi China. Schiff menilai strategi ini kurang bijaksana dan berbeda dengan pendekatan China yang lebih fokus pada investasi industri dan penambahan cadangan emas resmi. China sendiri menerapkan kontrol ketat terhadap perdagangan dan penambangan cryptocurrency, sekaligus terus mengakumulasi emas secara stabil selama beberapa tahun terakhir.

Trump pernah mengatakan, “Saya orang yang sangat percaya pada crypto dan mungkin telah membantu crypto lebih dari siapa pun karena saya yakin dengan potensi tersebut.” Ia menambahkan kekhawatiran jika AS tidak memimpin dalam inovasi ini, maka China yang akan mengambil alih. Namun, Schiff menilai China jauh lebih pragmatis dengan memilih investasi yang berkelanjutan dan realistis.

Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan Investor

  1. Kenaikan harga emas didorong oleh permintaan defensif dari investor dan pembeli institusi.
  2. Penurunan nilai Bitcoin jika diperhitungkan dalam satuan emas menunjukkan volatilitas dan risiko jangka panjang.
  3. Strategi politik dan ekonomi negara besar mempengaruhi dinamika pasar aset digital dan logam mulia.
  4. Perbandingan harga Bitcoin dengan emas memberikan perspektif berbeda terkait daya beli dan nilai riil.

Dengan kondisi pasar saat ini, perdebatan antara biaya valuasi Bitcoin dan posisi emas sebagai aset lindung nilai semakin intens. Pengamatan ini membantu investor dan analis dalam menilai risiko dan peluang dari masing-masing instrumen keuangan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Terbaru