Bitcoin semakin menarik sebagai investasi jangka panjang dibandingkan emas, demikian analisis dari bank investasi JPMorgan. Bank ini memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai level $266.000 sebagai tolok ukur jangka panjang, meskipun tekanan harga dalam waktu dekat masih berlanjut.
Perubahan dinamika volatilitas dan performa yang semakin melebar antara Bitcoin dan emas menjadi faktor utama menariknya Bitcoin. Pada dasarnya, volatilitas relatif Bitcoin terhadap emas tercatat turun ke titik terendah, sehingga profil risiko Bitcoin secara risiko-terkoreksi menjadi lebih menguntungkan.
Kenapa Bitcoin Lebih Menarik Daripada Emas?
JPMorgan menyoroti beberapa aspek berikut:
- Kenaikan volatilitas emas baru-baru ini memicu ketidakseimbangan dalam rasio risiko antara emas dan Bitcoin.
- Bitcoin menunjukkan volatilitas yang lebih stabil dibandingkan emas, khususnya setelah kenaikan harga emas dan peningkatan volatilitasnya.
- Aktivitas likuidasi di pasar kripto terbilang moderat, sehingga tekanan jual Bitcoin belum sebesar pada masa penurunan sebelumnya.
Selain itu, JPMorgan memperkirakan biaya produksi Bitcoin saat ini sekitar $87.000. Harga Bitcoin yang berada di bawah angka tersebut dianggap sebagai “soft floor” atau batas bawah yang relatif kuat secara historis.
Proyeksi Harga Jangka Panjang menurut JPMorgan
Menurut Nikolaos Panigirtzoglou, Managing Director di JPMorgan yang memimpin analisis ini, kapitalisasi pasar Bitcoin harus tumbuh signifikan agar harga Bitcoin mencapai $266.000. Angka tersebut dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar emas di sektor swasta yang mencapai sekitar $8 triliun, tidak termasuk kepemilikan bank sentral.
Meskipun demikian, JPMorgan memberikan catatan bahwa harga tersebut masih jauh dari realitas jangka pendek dan lebih sebagai tolok ukur jangka panjang saja.
Perbandingan dengan Prediksi dari VanEck
Prediksi JPMorgan relatif konservatif dibandingkan dengan analisis dari manajer dana VanEck. VanEck memberikan dua skenario prediksi harga Bitcoin:
- Skenario bear case di kisaran $130.000.
- Skenario bull case yang ekstrem mencapai $53,4 juta.
VanEck mendasarkan prediksinya pada dua model struktural, yaitu Settlement Pivot yang memperkirakan Bitcoin bisa memfasilitasi 5–10% dari perdagangan internasional global pada 2050, dan Reserve Pivot yang memproyeksikan bank sentral mungkin mengalokasikan 2,5% dari neraca mereka pada Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap utang pemerintah.
Kondisi Harga Bitcoin Saat Ini dan Prospek Jangka Pendek
Sementara itu, analis dari CCN, Victor Olanrewaju, menyoroti bahwa Bitcoin baru saja menembus level dukungan teknikal jangka panjang yang bertahan hampir tiga tahun. Ia memperingatkan, pola pergerakan Bitcoin saat ini mengindikasikan kemungkinan penurunan lebih lanjut yang menyerupai pasar bearish tahun 2022.
Jika tren ini berlanjut, Bitcoin bisa menghadapi tekanan ke harga sekitar $50.196, yang merupakan level penting berdasarkan analisis Fibonacci dan basis biaya siklus sebelumnya.
Dengan berbagai faktor ini, investor jangka panjang perlu mempertimbangkan risiko dan potensi pengembalian Bitcoin dibandingkan dengan aset tradisional seperti emas. JPMorgan menegaskan nilai investasi Bitcoin terutama dalam konteks penyesuaian risiko dan perkembangan pasar kripto yang semakin matang.
