Bithumb Sebar Bitcoin Senilai $44 Miliar Secara Keliru, Pengawas Finansial Korsel Perketat Regulasi Crypto

Author: Qoo Media

Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan meningkatkan pengawasan pasar kripto usai kesalahan distribusi bitcoin senilai sekitar $44 miliar terjadi di platform Bithumb. Insiden ini menjadi peringatan serius bagi regulator mengenai risiko dan kerentanan yang ada di bursa lokal cryptocurrency.

Financial Supervisory Service (FSS) mengumumkan akan melakukan investigasi terhadap praktik-praktik berisiko tinggi yang mengganggu kestabilan pasar. Fokus utama meliputi manipulasi harga dalam skala besar oleh investor besar (whales), skema perdagangan yang berkaitan dengan penangguhan setoran dan penarikan dana, serta taktik penguatan pasar yang dikendalikan oleh informasi palsu di media sosial.

Pengawasan dan Penanggulangan Praktik Curang

FSS berencana membangun alat otomatis yang mampu mendeteksi pola perdagangan mencurigakan secara real-time, baik per detik maupun per menit. Mereka juga mengembangkan sistem analisis teks berbasis kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi potensi penyalahgunaan pasar. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan dan respons cepat terhadap aktivitas yang merugikan pasar kripto.

Kesalahan besar ini bermula saat Bithumb secara keliru mengkreditkan minimal 2.000 bitcoin kepada beberapa pengguna, padahal nilai hadiah promosi seharusnya jauh lebih kecil. Kesalahan tersebut menciptakan nilai teoretis senilai $44 miliar, jauh melebihi total cadangan bitcoin yang dimiliki bursa. Dampaknya, harga bitcoin di bursa tersebut anjlok hingga 30% di bawah nilai pasar global ketika sejumlah pengguna mencoba menjual aset yang tidak valid tersebut.

Tindakan Cepat Bithumb Pasca Insiden

Bithumb merespons dengan membatasi perdagangan dan penarikan untuk 695 pelanggan terdampak dalam waktu 35 menit setelah distribusi salah terjadi. Selain itu, bursa menghapus biaya transaksi selama satu minggu dan menginisiasi program kompensasi bagi pengguna yang menjual panik selama krisis harga. Kompensasi yang ditawarkan berupa pengembalian penuh ditambah bonus 10% dari nilai aset yang dijual secara tergesa-gesa.

Regulator menilai peristiwa itu mengungkapkan kelemahan sistem dan risiko tinggi yang melekat pada aset kripto. Otoritas menyatakan akan melakukan inspeksi langsung ke berbagai bursa bila ditemukan ketidaksesuaian dalam sistem pengendalian internal. Peningkatan pengawasan ini khususnya ditujukan pada aset yang tercatat di buku besar namun tidak didukung oleh cadangan nyata, mengingat distribusi bitcoin secara keliru melebihi total kepemilikan Bithumb sebanyak sepuluh kali lipat.

Pengetatan Regulasi dan Tanggung Jawab Pengelola

Lebih jauh, FSS mengumumkan akan menetapkan sanksi tegas atas insiden teknologi informasi di sektor keuangan. Kebijakan ini juga menghadirkan peningkatan tanggung jawab bagi kepala eksekutif dan pejabat keamanan informasi di perusahaan-perusahaan keuangan, termasuk platform perdagangan kripto. Langkah ini dapat memberi dampak langsung pada tata kelola keamanan di bursa saham digital.

Sebagai bagian dari penguatan regulasi, FSS telah membentuk tim persiapan untuk Undang-Undang Aset Digital Dasar. Rancangan aturan ini diharapkan mampu memperluas kerangka regulasi di Korea Selatan melampaui tahap awal pengawasan kripto saat ini.

Dorongan Pemerintah dalam Penegakan Hukum

Rencana pengetatan pengawasan ini sejalan dengan upaya Presiden Lee Jae-myung untuk memberantas praktik keuangan yang dianggap merugikan masyarakat. FSS juga mengumumkan perbaikan dalam penegakan hukum anti-penipuan serta pengembangan alat pencegahan terhadap kejahatan seperti voice phishing yang semakin marak terjadi di ranah finansial.

Selain sebagai respons atas insiden besar di Bithumb, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Korea Selatan dalam membangun ekosistem cryptocurrency yang lebih aman dan terpercaya. Dengan regulasi yang semakin ketat, diharapkan praktik buruk dan risiko sistemik dapat diminimalkan untuk masa depan pasar aset digital di negara tersebut.

Terbaru