Investor Crypto Terancam Bayar Pajak Ganda Jika Gagal Isi Formulir 1099-DA dengan Benar: Kesalahan Biaya Awal Bisa Gandakan Tagihan Pajak Anda!

Author: Qoo Media

Cryptocurrency kini diperketat pelaporan pajaknya oleh Internal Revenue Service (IRS) Amerika Serikat melalui formulir baru bernama 1099-DA (“digital asset”). Formulir ini mulai berlaku untuk musim pengajuan pajak 2026 dan akan diberikan oleh bursa kripto populer seperti Coinbase dan Robinhood kepada para investor. Namun, sistem pelaporan ini berpotensi membuat investor membayar pajak berlebih jika mereka tidak melengkapi informasi dengan benar.

Formulir 1099-DA hanya menampilkan jumlah hasil penjualan aset digital yang diterima oleh investor selama tahun pajak. Sayangnya, formulir ini tidak mencantumkan cost basis, yaitu harga beli asli saat aset kripto dibeli. Investor wajib menyertakan data cost basis agar pajak modal dikenakan hanya pada keuntungan bersih, bukan seluruh hasil penjualan. Tanpa data ini, IRS berhak menghitung cost basis sebagai nol dan mengenakan pajak atas keseluruhan jumlah penjualan.

Lawrence Zlatkin, Wakil Presiden Bidang Pajak di Coinbase, mengingatkan bahwa risiko membayar pajak berlebih cukup nyata. Ia menegaskan, “Tidak ada untung-untungan di sini; sistem IRS dirancang untuk menandai kekurangan data dan memindahkan beban pembuktian kepada wajib pajak.” Oleh karena itu, investor harus ekstra hati-hati saat mengirimkan data transaksi kripto agar tidak terjebak kena pajak ganda.

Tantangan Menemukan Cost Basis yang Akurat

Meskipun beberapa platform seperti Coinbase dan Robinhood mampu menyediakan data cost basis bagi transaksi yang terjadi di dalam ekosistemnya, hal ini menjadi rumit jika aset kripto berpindah antar dompet (wallet) atau bursa yang berbeda. Perpindahan aset secara kompleks seperti ini sering meninggalkan “jejak yang rusak” dan data yang sulit dilacak.

David Zareh, pendiri OnChain Accounting, menjelaskan bahwa fragmentasi transaksi membuat pelacakan cost basis semakin sulit. Selain itu, masalah seperti dompet yang sudah ditinggalkan, lupa kunci akses, hingga penipuan turut memperparah kesulitan pengumpulan data. Oleh sebab itu, Zareh menyarankan agar investor mulai mengorganisasi data transaksi mereka sedini mungkin atau menggunakan jasa ahli pajak khusus kripto.

Apa saja yang Termasuk Peristiwa Pajak pada 1099-DA?

Formulir 1099-DA dilaporkan oleh bursa saat terjadi beberapa jenis transaksi berikut:

  1. Penjualan aset kripto untuk tunai atau mata uang asing.
  2. Pertukaran aset kripto dengan kripto lainnya.
  3. Pembayaran biaya broker menggunakan aset kripto.
  4. Pembelian barang dan jasa menggunakan aset kripto.

Namun, perpindahan aset dari satu dompet ke dompet lain yang dikelola oleh pemilik yang sama tidak dianggap sebagai peristiwa kena pajak dan tidak dilaporkan dalam 1099-DA. Selain itu, penjualan stablecoin USDT di bawah $10.000 juga tidak tercatat.

Meskipun demikian, IRS mengingatkan wajib pajak bahwa semua penghasilan, keuntungan, dan kerugian dari kripto harus tetap dilaporkan dalam surat pemberitahuan pajak, meskipun tidak tertera dalam formulir.

Peran Formulir 1099-DA dalam Standarisasi Pelaporan Pajak

Sebelum 1099-DA, pelaporan pendapatan kripto ke IRS dilakukan secara beragam oleh bursa. Formulir baru ini bertujuan untuk menyatukan dan memperbaiki transparansi pelaporan. Menurut perkiraan Joint Committee on Taxation, inisiatif ini dapat menghasilkan pendapatan pajak sekitar $28 miliar selama sepuluh tahun.

Coinbase mengakui bahwa proses standarisasi dan pelaporan miliaran transaksi ini tidak mudah. Lawrence Zlatkin menyebut ini sebagai tahun ujian dan berjanji berupaya semaksimal mungkin demi kelancaran pelaporan. Bursa lain seperti Robinhood hanya dapat membantu menyediakan formulir dan menyarankan investor mengonsultasikan dengan ahli pajak profesional.

Upaya Investor Menghindari Pajak Berlebih

Investor disarankan untuk menyimpan catatan lengkap dan terorganisir tentang transaksi kripto mereka, terutama detail harga beli (cost basis). Bila diperlukan, menggunakan layanan akuntansi khusus kripto dapat membantu melacak dan merekonsiliasi portofolio demi memastikan perhitungan pajak yang tepat.

Shehan Chandrasekera dari CoinTracker mengamati kenaikan permintaan bantuan penghitungan cost basis sejak formulir 1099-DA mulai diedarkan. Ia menegaskan, tanpa data cost basis yang jelas, investor akan menghadapi risiko membayar pajak jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya harus dibayarkan.

Dengan adanya regulasi baru ini, penting bagi setiap investor kripto untuk lebih teliti dalam menyusun dokumen pajak agar tidak terkena denda akibat pelaporan yang keliru atau tidak lengkap. Data yang akurat akan mencegah beban pajak yang tidak semestinya dan membantu mematuhi aturan yang ketat dari IRS.

Terbaru