Tom Lee menyatakan bahwa harga Bitcoin dan Ethereum sudah mendekati titik dasar setelah mengalami penurunan selama beberapa bulan terakhir. Dia juga yakin bahwa musim dingin kripto atau crypto winter hampir berakhir meskipun masih ada skeptisisme akibat prediksi harga sebelumnya yang tidak tepat sasaran.
Komentar ini muncul di tengah meningkatnya investasi institusi pada BitMine, perusahaan treasury yang fokus pada Ethereum. BlackRock dan Ark Invest milik Cathie Wood dilaporkan telah membeli jutaan saham BitMine, menunjukkan dukungan kuat dari Wall Street terhadap strategi berbasis Ethereum.
Analisis Teknis dan Prediksi Lee
Dalam wawancara bersama Farokh, Lee menyebutkan bahwa sentimen pasar yang terus memburuk dan pergerakan harga yang lemah menandakan bahwa pasar kripto berada dalam fase kapitulatasi terakhir. Dia mengutip analisis teknis dari Tom DeMark yang memproyeksikan Bitcoin akan turun ke kisaran $60.000 dan Ethereum akan bottom di angka sekitar $1.890 setelah gagal mempertahankan dukungan di level $2.400.
Lee berpendapat bahwa Ethereum telah mendekati target tersebut dan mungkin masih akan mengalami sedikit koreksi lagi sebelum mencapai titik terendah yang stabil. Ia menambahkan bahwa turunnya pasar kripto kemungkinan besar akan berakhir paling lambat pada bulan April.
Tantangan dan Kritik Terhadap Prediksi Sebelumnya
Prediksi Lee kali ini muncul di tengah volatilitas pasar kripto yang tinggi sejak kuartal terakhir. Bitcoin dan Ethereum masing-masing mengalami penurunan sebesar 45% dan 60% dari harga tertinggi sepanjang masa. Sebelumnya, Lee sempat membuat proyeksi ambisius, seperti Bitcoin diprediksi melewati $150.000 bahkan mencapai $200.000 pada akhir tahun, serta Ethereum yang diperkirakan menembus $7.000 – $9.000 pada akhir Januari.
Namun, kenyataannya prediksi tersebut jauh meleset, memicu kritik keras terutama di media sosial. Seorang pengguna X bahkan menilai bahwa Lee kehilangan kredibilitas karena sering kali gagal memprediksi titik dasar pasar.
Pengaruh Kenaikan Harga Emas Terhadap Pasar Kripto
Lee juga menjelaskan mengapa Bitcoin dan Ethereum masih kesulitan meski aset risiko lain dan emas menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Dia menyebut lonjakan harga emas memicu efek FOMO (fear of missing out) yang mengalihkan modal dari aset digital ke logam mulia.
Menurut Lee, skala pasar emas sekarang begitu besar hingga fluktuasi harian emas bisa jauh lebih signifikan dibandingkan pasar kripto. Fundstrat, perusahaan riset yang dipimpinnya, telah mengidentifikasi lima faktor utama pendorong reli emas. Dua di antaranya justru memberikan tekanan negatif terhadap pasar kripto, yaitu pembelian logam mulia yang didorong momentum dan kekhawatiran sistem moneter global yang sedang mengalami disrupsi.
Jika sistem moneter benar-benar dipertanyakan, Lee menilai hal tersebut bisa mengakibatkan kerugian besar bagi aset kripto.
Dukungan Institusi Terhadap BitMine dan Ethereum
Sementara itu, investor institusi terus menambah kepemilikan di BitMine. BlackRock meningkatkan sahamnya sebanyak 166% menjadi senilai $246 juta. Di saat yang sama, Ark Invest milik Cathie Wood membeli lebih dari 200.000 saham melalui tiga exchange traded funds (ETF) dalam beberapa hari terakhir.
Aksi akumulasi saham oleh manajer aset besar menunjukkan ketertarikan Wall Street yang masih kuat terhadap strategi berbasis Ethereum, meskipun harga kripto secara keseluruhan menurun.
Dalam beberapa postingan di platform X, Lee menyoroti validasi institusional yang kian menguat terhadap peran Ethereum dalam infrastruktur keuangan global. Pada Desember lalu, ia menyinggung laman tokenized fund yang diluncurkan Amundi, manajer aset terbesar di Eropa, yang menggunakan teknologi blockchain Ethereum sebagai platformnya.
Lee menegaskan daftar institusi yang membangun ekosistem di atas Ethereum merupakan nama-nama besar dan elit di Wall Street, yang menambah keyakinan akan masa depan Ethereum.
Dengan perkembangan ini, meski masih ada tantangan pasar dan skeptisisme, dukungan dari institusi besar dapat menjadi faktor penentu untuk menstabilkan dan mendorong kembali harga aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum dalam jangka menengah.
