Micron 9650: SSD PCIe 6.0 Pertama dengan Kecepatan Gila 28GB/s dan Pendingin Cair, Mengubah Aturan Main di Dunia Data Center AI!

Micron telah memulai produksi massal SSD pertama di dunia dengan standar PCIe 6.0. Seri Micron 9650 menawarkan kecepatan baca hingga 28 GB/detik, dua kali lipat dari SSD PCIe 5.0 tercepat saat ini. Kecepatan ini membuatnya sangat ideal untuk kebutuhan data center dan aplikasi AI yang menuntut performa tinggi.

Micron menghadirkan seri 9650 dalam dua varian utama: Pro dan Max, keduanya hadir dalam format E1.S dan E3.S khusus untuk pusat data. Varian Pro tersedia dengan kapasitas 7,68 TB, 15,36 TB, dan 30,72 TB. Sedangkan varian Max menawarkan kapasitas lebih kecil, yaitu 6,4 TB, 12,8 TB, dan 25,6 TB. Kecepatan tulis sekuensial yang dicapai mencapai 14 GB/detik untuk kedua varian.

Performa dan Kapasitas yang Mengesankan

Salah satu keunggulan utama Micron 9650 adalah kemampuan random read hingga 5,5 juta IOPS (Input/Output Operations Per Second). Ini berarti SSD dapat menangani jutaan permintaan baca secara acak dalam waktu singkat, yang sangat penting untuk server AI dan sistem data besar. Kecepatan random write mencapai 500 ribu IOPS. Pada beban kerja campuran 70/30 read/write secara acak, varian Pro mencapai 1,1 juta IOPS, sedangkan varian Max bahkan lebih tinggi di angka 1,5 juta IOPS.

Daya tahan SSD ini juga menjadi nilai tambah. Model Max unggul dalam hal endurance dengan rating TBW (Terabytes Written) mencapai 140.160 TBW pada kapasitas 25,6 TB. Sementara model Pro 30,72 TB memiliki rating endurance sebesar 56.064 TBW. Tingkat daya tahan tersebut sangat penting untuk aplikasi pusat data yang melakukan penulisan intensif setiap hari.

Efisiensi Daya dan Sistem Pendingin yang Inovatif

Meski menawarkan peningkatan performa signifikan, Micron 9650 tetap mengkonsumsi daya sekitar 25 watt, sebanding dengan SSD PCIe 5.0 kelas enterprise yang paling boros energi. Namun, kebutuhan pendinginan menjadi tantangan baru karena peningkatan konsumsi dan suhu operasional. Seri 9650 menjadi SSD pertama Micron yang mendukung sistem pendingin cair dan udara.

Pendinginan cair khusus tersedia pada model E1.S untuk menjaga suhu tetap stabil ketika digunakan secara intensif di dalam server. Pendekatan ini mengikuti tren di dunia data center yang mulai menerapkan liquid cooling untuk mengelola panas dari perangkat penyimpanan berdaya tinggi. Dengan begitu, SSD dapat beroperasi pada performa maksimal tanpa risiko overheating, terutama dalam lingkungan server dengan banyak unit SSD yang berbaris berdampingan.

Aplikasi Utama dan Masa Depan PCIe 6.0 di Konsumen

Micron 9650 ditargetkan untuk pasar server AI dan pusat data yang membutuhkan kecepatan sangat tinggi. LLM (Large Language Models) dan aplikasi AI lain menuntut storage dengan throughput besar agar data dapat dimuat dan diproses dengan efisien. Dengan kemampuan SSD ini, server AI bisa memanfaatkan kecepatan PCIe 6.0 untuk mengoptimalkan kinerja sistem.

Namun, untuk pasar konsumen umum, adopsi PCIe 6.0 masih jauh di masa depan. Platform konsumen saat ini belum mendukung PCIe 6.0 dan diperkirakan baru akan muncul paling cepat sekitar tahun 2030. Selain itu, kebutuhan NAND flash oleh industri AI yang sangat besar juga membuat produksi SSD PCIe 6.0 versi konsumen menjadi kurang prioritas. Jadi, pengguna biasa belum bisa mengharapkan SSD PCIe 6.0 dalam waktu dekat.

Fitur-fitur Utama Micron 9650 Series

  1. Antarmuka: PCIe 6.0 x4
  2. Kecepatan baca: hingga 28 GB/detik
  3. Kecepatan tulis: hingga 14 GB/detik
  4. Random read: 5,5 juta IOPS
  5. Random write: 500 ribu IOPS
  6. Kapasitas: 6,4 TB – 30,72 TB (tergantung varian)
  7. Endurance maksimal: 140.160 TBW (varian Max)
  8. Konsumsi daya: hingga 25 watt
  9. Pendinginan: mendukung cooling udara dan cair (liquid cooling hanya di E1.S)

Dengan semua fitur dan inovasi tersebut, Micron 9650 membuka jalan baru dalam dunia penyimpanan data berkecepatan sangat tinggi. SSD ini bukan hanya mempercepat pengolahan data di pusat-pusat data, tetapi juga menunjukkan masa depan teknologi penyimpanan yang akan terus berkembang seiring kebutuhan dunia AI dan cloud computing.

Berita Terkait

Back to top button