Jumlah pemain Destiny 2 di Steam terus mengalami penurunan yang signifikan. Kini, hanya sekitar 11.000 pemain yang aktif bermain secara bersamaan, jauh dari masa kejayaannya. Situasi ini memicu kekhawatiran komunitas dan pengamat bahwa game tersebut tengah mengalami masa sulit.
Menanggapi kondisi ini, Bungie mengumumkan penundaan pembaruan besar berikutnya yang awalnya dijadwalkan rilis awal bulan Maret. Pembaruan tersebut kini akan dirilis pada 9 Juni dan mendapat nama baru. Sebelumnya dikenal sebagai "Shadow and Order", Bungie belum menjelaskan alasan pasti mengapa perubahan nama dilakukan.
Penundaan dan Perubahan Konten
Bungie mengonfirmasi bahwa pembaruan kali ini akan lebih luas cakupannya dibanding yang direncanakan sebelumnya. Mereka menambahkan pembaruan kualitas hidup yang signifikan, termasuk fitur baru yang diharap memperbaiki pengalaman bermain.
Pengembang menyatakan bahwa update ini akan menyertakan:
- Upgrade senjata pada tier sebelumnya
- Ekspansi fitur Tiered Gear agar berlaku di seluruh aktivitas Raid dan Dungeon
- Pembaruan Pantheon ke versi 2.0
- Penambahan statistik Tier 5 untuk Armor Eksotik
Dengan penambahan tersebut, Bungie berharap mampu menyegarkan konten dan menjaga keterlibatan pemain yang mulai menurun.
Krisis Komunikasi dan Ketersediaan Konten
Sebelum pengumuman ini, Bungie terlihat kurang transparan mengenai penundaan tersebut. Padahal, jadwal rilis yang terlalu dekat dengan peluncuran game baru Marathon pada awal Maret membuat banyak pihak memperkirakan bahwa "Shadow and Order" bakal tertunda. Bungie membiarkan ketidakpastian ini berlangsung selama beberapa waktu, sehingga menimbulkan kebingungan di antara komunitas.
Selama menunggu pembaruan besar, Bungie memastikan tetap melakukan perbaikan rutin seperti bug fix dan peningkatan stabilitas. Beberapa event seperti Guardian Games yang berlangsung pada Maret dan jadwal Iron Banner yang lebih sering pada April turut menjadi andalan developer untuk menjaga aktivitas pemain.
Dampak Penurunan Pemain dan Tantangan Bungie
Menurut laporan dari PC Gamer, masa lalu Destiny 2 juga pernah menghadapi sejumlah ekspansi bermasalah. Edge of Fate, misalnya, dianggap sebagai salah satu ekspansi dengan masalah terbanyak dalam sejarah game tersebut. Penurunan jumlah pemain di Steam mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2025 lalu.
Tidak hanya itu, Bungie harus menghadapi kenyataan bahwa akuisisi mereka oleh Sony senilai $3,6 miliar belum membuahkan hasil yang sesuai ekspektasi. CFO Sony menyatakan bahwa pendapatan dan keterlibatan pengguna Destiny 2 lebih rendah dari target awal, sehingga nilai investasi tersebut saat ini mengalami kerugian. Ke depan, jika game tidak mampu bangkit, masa depan Bungie bisa terancam, khususnya bila game Marathon gagal memberikan dampak positif.
Harapan dengan Pembaruan Juni
Meskipun penundaan ini memunculkan kekhawatiran, beberapa tambahan fitur dalam update baru diharapkan dapat meningkatkan daya tarik game. Fitur seperti Pantheon 2.0 yang merupakan peningkatan raid boss challenge sangat ditunggu-tunggu. Bungie juga berencana memperluas sistem tier gear ke lebih banyak aktivitas, yang dapat mendorong pemain lebih aktif mengembangkan karakter mereka.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Bungie fokus memperbaiki fondasi permainan dan menambah kedalaman pada mekanisme yang sudah ada. Jika berhasil, pembaruan ini berpotensi mengurangi penurunan pemain sekaligus menghidupkan kembali minat komunitas.
Pengumuman resmi dari Bungie mengenai rincian lebih detail nantinya akan disampaikan mendekati tanggal rilis. Saat ini, para pemain Destiny 2 harus bersabar menunggu konten baru yang berjanji akan membawa perubahan berarti sekaligus menjaga kelangsungan game di tengah persaingan ketat industri gim online.
