Jane Street, firma perdagangan frekuensi tinggi yang terkenal sangat tertutup di Wall Street, kini tengah menjadi sorotan publik. Perusahaan ini menghadapi gugatan hukum atas dugaan penggunaan informasi orang dalam yang diduga memperparah keruntuhan Terra Luna pada 2022.
Gugatan yang diajukan oleh administrator kasus Terra Luna menuduh Jane Street menggunakan pengetahuan rahasia untuk memicu penurunan nilai koin stabil algoritmik UST. Salah satu klaim penting adalah bahwa seorang mantan magang Terraform membocorkan informasi tidak publik kepada Jane Street. Selain itu, data menunjukkan Jane Street melakukan penarikan besar dari likuiditas Curve pool sesaat setelah Terraform menarik dana rahasia, memicu kepanikan pasar.
Secara bersamaan dengan isu hukum tersebut, aktivitas perdagangan Jane Street selama periode akhir 2025 hingga awal 2026 menunjukkan pola strategis yang unik. Firma ini agresif menjual Bitcoin pada pembukaan pasar saham AS setiap pagi pukul 10 pagi waktu ET. Tindakan jual besar-besaran ini memicu anjloknya harga Bitcoin dari $89.700 menjadi sekitar $87.700 dalam waktu singkat. Penurunan harga ini membuat likuidasi posisi long mencapai $171 juta sebelum harga pulih kembali.
Strategi ini berkaitan erat dengan peran Jane Street sebagai “authorized participant” dalam ETF Bitcoin utama, seperti BlackRock’s IBIT. Dengan posisi sekitar $2,5 miliar di IBIT dan tambahan $276 juta pada kuartal terakhir tahun lalu, perusahaan mampu melakukan manuver untuk menekan harga BTC, menciptakan peluang beli yang mereka eksploitasi dengan cepat.
Selain menjual Bitcoin di pasar terbuka, Jane Street juga secara signifikan meningkatkan kepemilikan saham MicroStrategy (MSTR). Kuartal terakhir 2025, mereka menaikkan kepemilikan saham MSTR hingga 473%, memegang hampir 951.187 saham senilai sekitar $121 juta. MicroStrategy dianggap sebagai proxy leverage untuk Bitcoin karena sahamnya sangat terkait dengan kepemilikan BTC yang besar oleh perusahaan tersebut, sebesar lebih dari 717.000 Bitcoin.
Berikut adalah rincian aktivitas dan dugaan yang melingkupi Jane Street:
1. Gugatan hukum dari Terra Luna menuduh praktik insider trading dan front-running yang mempercepat kejatuhan kestabilan UST.
2. Strategi agresif menjual Bitcoin di pembukaan pasar AS untuk menciptakan tekanan harga.
3. Akumulasi besar saham MicroStrategy untuk memanfaatkan potensi kenaikan harga Bitcoin secara tidak langsung.
4. Keterkaitan historis dengan tokoh penting seperti Sam Bankman-Fried, yang memulai karirnya di Jane Street dan dikenal mengadopsi prinsip efektif altruism.
Para analis memandang pola penjualan Bitcoin pagi hari oleh Jane Street mencurigakan dan bisa dianggap sebagai bentuk manipulasi pasar. Namun, hingga kini Jane Street belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut.
Gugatan terhadap Jane Street dan pengamatan atas aktivitas pasar mereka menunjukkan betapa kuat dan berpengaruhnya perusahaan frekuensi tinggi dalam dinamika pasar kripto. Kecepatan dan akses informasi memungkinkan mereka mengambil keuntungan dalam situasi volatil sekalipun.
Penggunaan dua pendekatan simultan, yakni tekanan harga melalui ETF dan pembelian saham sebagai eksposur leverage, mencerminkan manajemen risiko yang sangat terstruktur. Jane Street tampak memposisikan diri agar memperoleh keuntungan, baik saat pasar turun maupun saat pasar menguat.
Dinamika ini membuka diskusi mengenai batas antara strategi perdagangan yang sah dan manipulasi pasar. Regulasi dan interpretasi hukum akan menjadi faktor penting dalam menentukan konsekuensi dari tindakan Jane Street di masa mendatang.
Aktivitas Jane Street menggarisbawahi kompleksitas ekosistem perdagangan kripto dan bagaimana firma kecil namun berkapasitas tinggi dapat memengaruhi aset bernilai miliaran dolar. Pengembangan kasus ini akan terus menjadi perhatian baik para pelaku pasar maupun pengatur industri keuangan digital.






