
Sejumlah teori viral menyebutkan bahwa perusahaan trading Jane Street secara sengaja menekan harga Bitcoin untuk keuntungan tertentu. Namun, teori ini mendapat penolakan dari para investor dan ahli kripto yang memahami mekanisme pasar ETF (exchange-traded fund) dengan lebih baik.
Dalam beberapa hari terakhir, muncul unggahan di platform X yang mengklaim Jane Street, sebagai authorized participant (AP) utama dalam ETF Bitcoin seperti BlackRock IBIT, sering menjual Bitcoin sekitar pukul 10 pagi waktu pasar AS. Teori ini beranggapan bahwa aktivitas tersebut sengaja menekan harga Bitcoin agar dapat membeli saham ETF dengan diskon.
Klaim tersebut mengaitkan pola jual ini dengan penurunan harga Bitcoin dari puncaknya di kisaran $125.000 ke level terendah di sekitar $62.000 belakangan ini. Isu semakin memanas terkait Jane Street, apalagi setelah perusahaan tersebut terseret dalam kasus hukum berbeda terkait keruntuhan TerraForm Labs pada 2022 lalu.
Pandangan dari Ahli Pasar dan Investor
Rob Hadick, General Partner di Dragonfly, perusahaan modal ventura kripto, menyatakan narasi tentang penekanan harga oleh Jane Street tidaklah akurat. Hadick menjelaskan bahwa authorized participants seperti Jane Street bertugas menjaga harga ETF agar selaras dengan nilai aset bersih underlying. Proses ini melibatkan pembelian dan penjualan yang mungkin terlihat seperti upaya menggerakkan harga, namun sebenarnya adalah mekanisme lindung nilai (hedging).
Hadick menegaskan, “Authorized participants selalu melakukan transaksi beli dan jual guna membuat harga ETF sesuai dengan nilai asetnya. Aktivitas ini bisa tampak seperti transaksi dengan arah tertentu, tapi sebenarnya untuk melindungi risiko, bukan menekan harga.”
Dalam menjaga nilai itu, authorized participants menggunakan spot Bitcoin, kontrak futures, dan instrumen pasar lainnya. Transaksi tersebut memang sering terjadi pada jam pasar dengan likuiditas tinggi, seperti saat pembukaan pasar AS pukul 10 pagi.
Data yang Berbeda dari Narasi Viral
Menurut Hadick, klaim yang menganggap aktivitas rutin hedging ini sebagai manipulasi harga mengabaikan kerangka kerja pasar ETF. Ia juga mempersoalkan data yang digunakan dalam teori tersebut.
“Jika dilihat dari data antara pukul 10 hingga 10:30 pagi, Bitcoin sebenarnya menunjukkan kenaikan harga,” ujar Hadick. “Kalau mereka benar-benar menjual setiap hari pada pukul 10 pagi, sulit menjelaskan mengapa harga malah naik selama periode itu.”
Kasus hukum yang berkaitan dengan Jane Street memang menimbulkan perbincangan, namun dokumen yang tersedia masih banyak mengalami redaksi sehingga sulit untuk diinterpretasi secara lengkap. Hingga kini, belum ada bukti publik yang menunjukkan niat jahat atau konspirasi untuk mengatur harga Bitcoin oleh Jane Street.
Tidak Ada Motivasi Jelas untuk Menekan Harga
Hadick juga menyinggung aspek insentif dalam teori tersebut. Perusahaan pembuat pasar besar seperti Jane Street biasanya memperoleh keuntungan dari spread harga, arbitrase, dan penyediaan likuiditas.
Secara struktural, menekan harga Bitcoin secara sistematis justru tidak menguntungkan dalam jangka panjang. Hadick menegaskan bahwa penurunan harga Bitcoin lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar yang sebenarnya.
Berikut beberapa poin utama menurut Hadick:
- Aktivitas authorized participants bertujuan menyamakan harga ETF dengan nilai aset, bukan manipulasi.
- Data aktivitas pasar menunjukkan harga Bitcoin naik selama waktu transaksi yang diduga.
- Pasar Bitcoin sedang mengalami tekanan jual yang lebih besar daripada pembelian.
- Tidak ditemukan bukti koordinasi atau niat jahat terhada harga oleh Jane Street.
Hadick berkesimpulan bahwa upaya mencari pihak yang disalahkan atas penurunan harga Bitcoin adalah hal yang wajar, namun narasi yang menuding Jane Street tidak didukung oleh fakta.
Hingga kini, Jane Street belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim tersebut. Analisis yang ada menyarankan agar publik lebih memahami mekanisme pasar dan peran authorized participants sebelum menarik kesimpulan dari pergerakan harga Bitcoin yang kompleks.





