Crypto Market Kebal Risiko Perang Iran, Hajar Drama dengan Trading Minyak dan Emas 24 Jam Nonstop!

Ketegangan di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, mendorong para pelaku pasar untuk mencari instrumen lindung nilai yang tersedia setiap saat. Di tengah situasi ini, pasar kripto muncul sebagai alternatif penting dengan penawaran perdagangan 24/7 untuk kontrak berjangka minyak, emas, dan perak di bursa kripto Hyperliquid.

Perpetual swap futures yang tidak memiliki masa kadaluwarsa pada aset komoditas tersebut menunjukkan lonjakan signifikan. Harga minyak mentah naik sekitar 6,2% menjadi $70,6 per barel. Sementara itu, kontrak emas dan perak masing-masing melonjak lebih dari 5% dan 8%, mencapai $5.464 dan $97,5 per troy ounce. Kenaikan ini memberi gambaran dini terkait reaksi pasar komoditas ketika perdagangan reguler dibuka kembali.

Peran Pasar Kripto dalam Risiko Geopolitik

Konflik Iran menyebabkan pergerakan risk-off yang tajam di pasar kripto. Nilai Bitcoin anjlok hingga 3,8% ke level $63.038 sebelum kembali stabil di sekitar $64.000. Ether juga mengalami penurunan sebesar 4,5% menjadi $1.836. Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa sekitar $128 miliar nilai aset digital hilang dalam waktu singkat setelah ketegangan meningkat.

Aktivitas perdagangan pada kontrak berjangka komoditas di Hyperliquid juga sangat tinggi. Volume perdagangan kontrak perak mencapai lebih dari $400 juta dalam 24 jam terakhir, sedangkan kontrak emas melibatkan sekitar $140 juta. Selain itu, indeks terkait ekuitas Amerika Serikat yang diperdagangkan di platform itu turun antara 1% hingga 2%.

Keunggulan Perpetual Swaps di Platform Kripto

Perpetual swaps adalah derivatif yang mirip dengan kontrak berjangka namun tanpa tanggal kedaluwarsa. Fitur ini memungkinkan trader memegang posisi leverage secara terus-menerus tanpa ada keterlambatan kliring. Struktur ini sangat cocok digunakan untuk mengekspresikan pandangan makroekonomi dalam waktu nyata. Platform seperti Hyperliquid telah mengembangkan produk perpetual swap yang tidak hanya fokus pada aset kripto, tetapi juga komoditas dan kelas aset lain.

Menurut Jake Ostrovskis, kepala perdagangan over-the-counter di Wintermute, Bitcoin yang dapat diperdagangkan selama 24 jam sehari menjadi aset paling likuid saat pasar lain tutup di tengah ketegangan geopolitik. Bitcoin berfungsi sebagai proxy bagi risiko pasar yang lebih luas, sehingga kebutuhan akan perdagangan 24/7 untuk berbagai kelas aset semakin nyata.

Perubahan Paradigma dalam Perdagangan Global

Para pelaku pasar melihat pergerakan harga yang terus berlangsung tanpa henti sebagai kemajuan struktural untuk efisiensi pasar. Charlie Ambrose, salah satu pendiri Felix, menilai bahwa fenomena perdagangan 24/7 ini merupakan perubahan besar dalam cara pasar beroperasi secara global, khususnya untuk pasar makro.

Selain itu, Annanay Kapila, CEO QFEX, menggarisbawahi bahwa kondisi saat ini menunjukkan bahwa harga tidak mengenal waktu istirahat. Hal ini memperkuat argumen bahwa pasar tradisional harus mengadopsi sistem perdagangan nonstop agar lebih responsif terhadap dinamika global.

Tokenisasi dan Masa Depan Perdagangan 24/7

Selain pengembangan produk derivatif, institusi keuangan besar dan perusahaan fintech semakin gencar mengembangkan tokenisasi aset tradisional seperti obligasi dan saham. Tokenisasi memungkinkan pencatatan aset dalam bentuk digital di blockchain, yang dapat membuka peluang bagi perdagangan yang lebih terus-menerus dan lebih likuid di luar jam pasar konvensional.

Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran diperkirakan akan terus menjadi penggerak volatilitas pasar di masa mendatang. Oleh karena itu, mekanisme lindung nilai melalui perdagangan berkelanjutan kontrak berjangka komoditas di platform kripto semakin relevan dalam memberikan alternatif untuk manajemen risiko. Pengembangan ini berpotensi mengubah paradigma pasar global dengan memberikan akses dan efisiensi yang lebih besar kepada pelaku pasar di seluruh dunia.

Berita Terkait

Back to top button