Gejolak harga minyak yang dipicu ketegangan Iran berpotensi mengganggu reli harga Bitcoin, menurut Mike McGlone, analis komoditas dari Bloomberg Intelligence. Pergerakan harga minyak mentah dan logam mulia yang fluktuatif bisa menimbulkan volatilitas di pasar saham, sehingga menciptakan tekanan bagi aset kripto seperti Bitcoin.
McGlone menyoroti keterkaitan kuat antara harga Bitcoin dengan volatilitas pasar saham AS, khususnya indeks Nasdaq. Ia menyatakan bahwa agar aset berisiko seperti Bitcoin bisa naik, volatilitas Nasdaq harus tetap berada pada level yang rendah secara historis. “Intinya, agar aset berisiko yang sangat volatil ini naik, tergantung pada volatilitas Nasdaq,” ujarnya.
Menurut McGlone, Bitcoin saat ini masih menghadapi tren pasar bearish dan belum menemukan level support yang kuat sejak prediksi sebelumnya yang menyebut harga bisa menjadi “short yang layak” pada kisaran $94.000. Agar momentum positif berlanjut, Bitcoin perlu bertahan di atas sekitar $74.000, sementara harga sekitar $64.000 bisa menjadi resistance pertama yang signifikan.
Selain tekanan pasar saham, McGlone juga memperingatkan adanya tekanan struktural yang melatarbelakangi pasar aset kripto. Ia mengungkapkan bahwa pasokan cryptocurrency yang tidak terbatas menimbulkan tren penurunan secara keseluruhan di sektor ini. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan tambahan bagi Bitcoin dan aset digital lainnya untuk mempertahankan kenaikan harga.
Terkait situasi geopolitik, McGlone memandang ketegangan yang melibatkan Iran dan potensi gangguan lalu lintas minyak di Selat Hormuz tidak akan menyebabkan kenaikan harga minyak yang bertahan lama. Brent crude sempat naik sekitar 10% ke level $80 per barel, sementara beberapa analis memperingatkan harga minyak bisa melewati $100 jika gangguan pasokan berlanjut.
Biaya pengangkutan minyak dari Timur Tengah ke China juga meningkat signifikan, mencapai sekitar $200.000 per hari—level tertinggi sejak pandemi 2020. Namun, pasokan minyak global, khususnya dari Amerika Serikat, tetap cukup melimpah. McGlone menilai harga minyak kemungkinan akan terkoreksi turun setelah ketegangan geopolitik mereda, terutama sebelum pemilu paruh waktu AS yang akan datang.
Ia menambahkan bahwa harga minyak baru bisa tembus $100 jika Iran melakukan penutupan militer yang signifikan di Selat Hormuz, suatu skenario yang saat ini dinilai kurang mungkin terjadi. “Penutupan Selat Hormuz untuk pertama kalinya—berapa lama itu akan bertahan?” katanya, mengindikasikan kemungkinan stabilisasi situasi dalam waktu dekat.
Meskipun prospek dari McGlone terlihat hati-hati, sejumlah analis lain memandang ada momentum bullish jangka pendek yang mulai muncul pada Bitcoin. Analis dari CCN, Abiodun Oladokun, mencatat Bitcoin baru-baru ini menembus level konsolidasi dan berhasil ditutup di atas angka penting $70.000, menandakan adanya tekanan beli yang meningkat.
Pada saat laporan ini dibuat, harga Bitcoin tercatat berada di kisaran $72.448, naik hampir 10% dalam 24 jam terakhir. Jika tren kenaikan ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menuju resistance di sekitar level $78.125. Namun, Oladokun juga mengingatkan risiko profit-taking yang bisa menekan harga kembali ke support di kisaran $70.612. Penurunan lebih dalam bisa mengarah pada level support berikutnya di sekitar $68.555 jika support pertama gagal bertahan.
Berikut rangkuman poin penting terkait pengaruh volatilitas minyak terhadap harga Bitcoin:
1. Volatilitas harga minyak dan komoditas lainnya berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham dan menekan harga Bitcoin.
2. Harga Bitcoin dipengaruhi oleh volatilitas indeks Nasdaq yang harus tetap rendah agar reli berlanjut.
3. Bitcoin wajib bertahan di atas $74.000 untuk menjaga momentum bullish sementara resistance utama berada di sekitar $64.000.
4. Pasokan cryptocurrency yang tak terbatas menjadi tekanan jangka panjang terhadap harga aset digital.
5. Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz sementara ini belum diduga menyebabkan kenaikan minyak jangka panjang.
6. Harga minyak kemungkinan akan turun jika ketegangan geopolitik mereda, kecuali ada penutupan militer yang berkepanjangan.
7. Bitcoin menunjukkan kekuatan bullish jangka pendek dengan harga menembus level $70.000 dan bisa menuju $78.125, namun risiko koreksi tetap ada.
Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis dan pergerakan pasar saham yang rentan terhadap volatilitas, para pelaku pasar Bitcoin disarankan tetap waspada. Faktor eksternal seperti harga minyak dapat memperumit gambaran teknikal dan fundamental Bitcoin sehingga perlu pemantauan ketat dalam beberapa waktu ke depan.









