Bitcoin Jeblok di Bawah 70 Ribu, Wall Street Merosot Setelah AS Kehilangan 92 Ribu Pekerjaan Buruk Menghantam Pasar Global

Pasar cryptocurrency mengalami gejolak tajam saat Bitcoin turun di bawah angka $70.000. Penurunan ini terjadi setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan kehilangan 92.000 pekerjaan.

Dalam 24 jam, Bitcoin turun lebih dari 5%, dari posisi di atas $72.000 ke level $68.412. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat pasar tenaga kerja yang melemah, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%.

Dampak Terhadap Pasar Keuangan

Penurunan tenaga kerja ini menjadi kejutan besar bagi banyak ekonom. Setelah bulan Januari yang menambah 126.000 pekerjaan, prediksi untuk Februari adalah penambahan sekitar 50.000 pekerjaan. Sebaliknya, yang terjadi adalah kehilangan pekerjaan besar yang mendorong kenaikan pengangguran.

Reaksi pasar pun langsung terasa. Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 900 poin pada awal sesi perdagangan hari Jumat. Nasdaq, yang sarat dengan saham teknologi, juga turun 1,7%.

Pergerakan Pasar Obligasi dan Global

Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun naik signifikan, diperdagangkan pada 4,18% setelah sempat turun terlebih dahulu. Meski pasar domestik terpukul, pasar Asia justru berhasil mencatatkan kenaikan setelah pekan yang berat. Sementara itu, indeks di Eropa sedikit melemah.

Investor mencari perlindungan pada aset safe-haven seperti emas dan perak, yang mengalami kenaikan moderat seiring ketidakpastian ekonomi.

Pasokan Energi dan Krisis Penyimpanan

Krisis tenaga kerja dipersulit oleh lonjakan harga energi. Harga kontrak minyak Brent menanjak hingga menyentuh $90 per barel, level tertinggi sejak pertengahan tahun ini. Dalam satu minggu, harga minyak melonjak lebih dari 20%.

Peningkatan ini dipicu oleh konflik berdurasi tujuh hari di Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. Selain itu, krisis penyimpanan minyak juga mulai terlihat. Kuwait mengurangi produksi karena tangki penyimpanan hampir penuh akibat penumpukan minyak.

Respons Kebijakan dan Dampaknya

Untuk meredakan tekanan harga energi, pemerintah AS mengambil langkah pelonggaran sanksi. Departemen Keuangan memberikan izin kepada India untuk membeli minyak Rusia yang sedang dalam perjalanan laut. Juga disetujui beberapa transaksi terkait cabang Jerman dari perusahaan minyak negara Rusia, Rosneft.

Situasi ini mencerminkan kompleksitas ekonomi global saat ini, di mana kendala pasar tenaga kerja, gejolak harga energi, dan ketegangan geopolitik saling terkait. Pasar keuangan dan aset kripto akan terus menghadapi tekanan hingga ada tanda-tanda konkret perbaikan ekonomi dan stabilitas geopolitik.

Exit mobile version