Bitcoin Jatuh Lagi Setelah Laporan Pekerjaan Mengecewakan, Runtuhnya Rally Tengah Pekan dan Ancaman Turun ke 60 Ribu Dolar

Author: Qoo Media

Bitcoin kembali mengalami penurunan signifikan setelah laporan pekerjaan yang mengecewakan dirilis, menghentikan reli positif tengah minggu. Mata uang kripto terbesar ini turun sekitar 7% sejak Rabu ke harga sekitar $69,000 menurut data Binance.

Penurunan ini terjadi sebagai respons terhadap data tenaga kerja yang kurang baik, yang menyebabkan kekhawatiran investor di pasar saham tradisional dan aset digital. Boris Alergant, kepala inisiatif strategis di Babylon, menyatakan bahwa "angka pekerjaan memengaruhi semua aset berisiko," menandakan korelasi antar aset yang semakin seragam selama penjualan besar.

Dampak Laporan Pekerjaan Terhadap Pasar Kripto

Laporan pekerjaan terbaru menunjukkan kenaikan angka pengangguran dan pemotongan lapangan kerja yang lebih besar dari perkiraan. Kondisi ini semakin menekan pasar kripto yang sudah mengalami penurunan panjang selama beberapa bulan. Bitcoin, yang sempat naik pesat, kini turun sekitar 46% dari titik tertingginya di $126,000 pada Oktober.

Selain data tenaga kerja, konflik yang meningkat di Timur Tengah juga memberikan tekanan tambahan pada pasar. Menurut pernyataan Presiden Donald Trump, konflik ini "tidak memiliki batas waktu," yang turut memicu kenaikan harga gas. Ketidakpastian geopolitik ini meningkatkan kecemasan investor secara umum.

Pergerakan Pasar Saham dan Kripto Lainnya

Indeks saham utama juga mencerminkan tren yang mirip dengan Bitcoin. Misalnya, indeks S&P 500 turun sekitar 2% setelah data pekerjaan dirilis, setelah rally singkat pada Rabu. Selain Bitcoin, beberapa mata uang kripto lain seperti Ethereum dan Solana juga mengalami penurunan sekitar 5% dalam kurun waktu yang sama. Ethereum berada di harga sekitar $1,970, sedangkan Solana turun ke sekitar $85 menurut data Binance.

Prediksi Tren Bitcoin ke Depan

Analis dari B2Prime, Alex Tsepaev, memperingatkan bahwa kondisi pasar dapat memburuk sebelum membaik. Ia menyebutkan bahwa jika penutupan minggu menunjukkan tren saat ini, hal itu merupakan sinyal negatif yang kuat. Tsepaev memperkirakan kemungkinan Bitcoin kembali menguji level harga di kisaran $60,000.

Faktor Risiko yang Melatarbelakangi

  1. Data tenaga kerja yang lemah mengurangi kepercayaan investor terhadap aset berisiko.
  2. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan fluktuasi harga energi yang berdampak pada pasar.
  3. Korelasi aset digital dan pasar saham yang semakin kuat membuat penurunan harga kripto terintegrasi dengan pasar global.

Pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya kini sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi makro dan geopolitik global. Investor disarankan terus memantau berita ekonomi dan situasi internasional yang bisa memperburuk kondisi pasar ke depan.

Terbaru