Coinbase Hadirkan Kontrak Bitcoin 10x Leverage di Eropa, Tantang Dominasi Platform Tak Terregulasi Dengan Alternatif Legal

Coinbase baru saja meluncurkan kontrak berjangka Bitcoin dengan leverage hingga 10 kali untuk pengguna di Eropa. Peluncuran ini memungkinkan trader melakukan posisi lebih besar pada dua kripto terbesar, Bitcoin dan Ethereum, di 26 negara Eropa.

Selain kontrak Bitcoin dan Ethereum, Coinbase juga menghadirkan indeks ekuitas kripto yang mencakup saham teknologi terkemuka, saham Coinbase, serta ETF kripto spot. Fitur ini memberi eksposur lebih luas bagi investor yang ingin diversifikasi portofolio kripto mereka.

Pertukaran kripto ini menekankan bahwa produk leverage ini hadir sebagai alternatif yang diatur, berbeda dengan platform tidak berlisensi yang selama ini digunakan trader Eropa untuk produk derivatif kripto. Regulasi ini bertujuan memberi rasa aman dan transparansi lebih pada pengguna.

Peluncuran kontrak leveraged 10x terjadi di tengah penurunan tajam harga Bitcoin dan pasar kripto secara umum dari puncaknya pada Oktober tahun lalu. Kapitalisasi pasar kripto global yang sempat mencapai 1,3 triliun dolar kini turun hampir 50% dari harga tertinggi Bitcoin sebesar 126.000 dolar.

Beberapa faktor geopolitik seperti tarif perang AS, konflik yang meningkat di Timur Tengah, serta ketidakpastian akibat kemajuan kecerdasan buatan menjadi tekanan besar bagi pasar. Kondisi ini membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar kripto.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, terus mendorong misi perusahaan agar menjadi platform trading terpadu untuk berbagai jenis aset. Selain kripto, Coinbase sudah menyediakan layanan perdagangan saham tradisional dan komoditas populer seperti emas dan minyak.

Rencana ekspansi termasuk peluncuran perdagangan saham Amerika Serikat seperti Apple dan Tesla yang aktif 24 jam sehari selama lima hari dalam seminggu. Langkah ini memperlihatkan transformasi Coinbase dari hanya bursa kripto menjadi pasar modal lengkap.

Produk pasar prediksi Coinbase yang juga masuk kategori komoditas memperlihatkan inovasi berkelanjutan dalam menawarkan produk keuangan baru. Walau mendapatkan keuntungan dari regulasi, Coinbase menghadapi tantangan menutup celah hukum terkait stablecoin di AS setelah lewatnya Genius Act.

Perdebatan regulasi yang sedang berlangsung, terutama Undang-Undang Clarity, merupakan ajang pertarungan ketat antara Coinbase dan para bankir tradisional yang ingin memperketat pengawasan stablecoin. Meski demikian, Coinbase tetap fokus mengembangkan bisnisnya di pasar Eropa.

Perusahaan menyatakan akan terus memperkenalkan layanan baru seiring meningkatnya kejelasan regulasi di Eropa dan global. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Coinbase sebagai platform investasi terkemuka di pasar kripto dan aset digital secara keseluruhan.

Peluang leverage 10x ini memperluas pilihan trader Eropa untuk memaksimalkan potensi keuntungan di pasar volatil. Namun, penting bagi investor untuk memahami risiko yang juga meningkat seiring penggunaan leverage tinggi dalam trading kripto.

Terkait