HP Buatan China Mulai Ditolak, India Mendadak Jadi Raja Baru dengan Produksi iPhone Terbesar

Pergerakan industri smartphone global menunjukkan perubahan signifikan. Banyak produsen mulai meninggalkan China sebagai pusat manufaktur mereka. Hal ini dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China yang menimbulkan risiko tarif tinggi pada produk impor dari China.

India muncul sebagai destinasi baru yang menggantikan posisi China dalam produksi smartphone. Pemerintah India aktif mempromosikan ekspansi manufaktur dan menawarkan berbagai insentif agar para vendor global memilih produksi di negeri tersebut. Ambisi India cukup besar dengan target mencapai ekspansi manufaktur perangkat elektronik sebesar US$500 miliar pada 2030.

Data pemerintah India memperlihatkan pertumbuhan pesat produksi smartphone. Nilai produksi smartphone pada tahun fiskal 2024-2025 mencapai hampir US$60 miliar, melonjak 28 kali lipat dibandingkan dekade sebelumnya. Selain itu, ekspor smartphone India menyentuh US$21,7 miliar pada periode yang sama, naik hingga 127 kali lipat dari sepuluh tahun lalu. Smartphone kini menjadi produk ekspor terbesar India sepanjang 2025.

Peran Apple dan Produsen Lain dalam Peralihan Produksi

Apple menjadi salah satu pemain utama yang memindahkan lini produksi iPhone dari China ke India. Sebanyak 55 juta unit iPhone diproduksi di India sepanjang tahun lalu, meningkat sekitar 53% dari tahun sebelumnya. Produksi ini setara dengan seperempat dari total produksi iPhone global yang berkisar antara 220-230 juta unit per tahun.

Selain Apple, perusahaan seperti Samsung juga memanfaatkan skema insentif yang ditawarkan India untuk memperkuat basis produksi nasional mereka. Skema insentif ini bernilai hampir US$21 miliar dan dirancang untuk menandingi kapabilitas manufaktur China. Program insentif ini akan segera diperbarui untuk mempertahankan daya tarik India sebagai hub manufaktur smartphone.

Strategi Pemerintah India Mendukung Industri Smartphone

Pemerintah India sedang mempertimbangkan insentif baru yang akan dikaitkan dengan ekspor. Tujuannya mendorong produsen smartphone agar lebih kompetitif secara global. Skema ini diperkirakan mulai berlaku pada April dan diharapkan memperkuat daya tarik investasi manufaktur di India.

Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India telah mengadakan konsultasi dengan berbagai pelaku industri untuk mengembangkan skema insentif berikutnya. Insentif ini juga mencakup dukungan produksi untuk model-model smartphone terbaru dan termahal. Hal ini berbeda dari sebelumnya, di mana produksi di India lebih terbatas pada model-model lebih murah.

Imbas Geopolitik dan Tarif yang Mendorong Perubahan

Kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan pemerintahan Trump terhadap produk impor dari China menjadi katalis penting perubahan lokasi produksi ini. Tekanan tarif membuat produsen mencari alternatif produksi di luar China untuk menghindari beban biaya yang tinggi. India menjadi pilihan tepat berkat kebijakan pemerintah yang mendukung dan potensi pasar domestik yang besar.

Peralihan produksi ini juga menunjukkan betapa besar pengaruh dinamika geopolitik terhadap rantai pasok global. Produsen smartphone global bergerak cepat menyesuaikan strategi manufaktur mereka demi menjaga efisiensi dan daya saing produk di pasar dunia.

Dampak di Pasar Global

Dengan bergesernya pusat manufaktur ke India, peta persaingan global di industri smartphone mengalami perubahan. Produsen kini tidak hanya berfokus pada biaya produksi, tetapi juga faktor kestabilan politik dan hubungan dagang internasional. India diproyeksikan dapat mengambil alih posisi China sebagai pangkalan produksi utama di Asia.

Selain itu, lonjakan ekspor yang dialami India menandai keberhasilan strategi industrialisasi dan transformasi ekonomi negara tersebut. Ke depan, diharapkan India tidak hanya menjadi pemain manufaktur utama, tetapi juga inovator di industri teknologi smartphone.

Pengembangan fasilitas produksi lokal dan peningkatan kapasitas ekspor diperkirakan akan memperkuat posisi India sebagai raksasa baru dalam manufaktur smartphone. Produsen smartphone global pun diperkirakan akan semakin bergantung pada ekosistem manufaktur India dalam beberapa tahun mendatang.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version