Seorang trader kripto mengalami kerugian hampir seluruhnya dari transaksi senilai $50 juta saat mencoba melakukan pertukaran besar token tata kelola Aave menggunakan antarmuka protokol DeFi tersebut. Transaksi ini menimbulkan kerugian efektif sekitar $49,96 juta karena dampak harga yang sangat besar.
Trader tersebut berupaya membeli token AAVE dengan stablecoin USDT senilai $50 juta melalui antarmuka Aave. Sistem memberikan peringatan terkait “extraordinary slippage” karena ukuran order sangat besar dibandingkan dengan likuiditas yang tersedia. Meski telah diberi peringatan, trader itu tetap melanjutkan transaksi dengan mencentang kotak konfirmasi risiko pada perangkat mobile.
Hasil transaksi hanya menghasilkan 324 token AAVE. Dengan harga pasar saat ini $111,52 per token, nilai sebenarnya sekitar $36.100, jauh di bawah modal awal yang dikeluarkan. Insinyur Aave, Martin Grabina, menegaskan bahwa masalah utama bukan slippage, melainkan dampak harga yang ekstrim akibat order besar. “Kutipan perdagangan sudah menunjukkan bahwa $50 juta USDT hanya akan mendapatkan kurang dari 140 AAVE sebelum biaya,” ungkap Grabina melalui akun X.
Founder Aave, Stani Kulechov, mengatakan bahwa transaksi tersebut dialirkan melalui CoW Swap, sistem routing perdagangan terdesentralisasi yang terintegrasi dengan antarmuka Aave. Infrastruktur ini berfungsi sesuai desain, dan transaksi tidak dapat dilanjutkan tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna terkait risiko. Namun, hasil akhirnya sangat jauh dari yang diharapkan.
Kulechov menambahkan bahwa tim Aave akan menghubungi trader tersebut dan berencana mengembalikan sekitar $600.000 sebagai pengembalian biaya transaksi yang muncul. Besarnya biaya ini menunjukkan bahwa meskipun biaya dapat dikompensasikan sebagian, kerugian nilai token tetap besar.
Transaksi besar yang dijalankan melalui bursa terdesentralisasi sering menimbulkan dampak harga sangat besar jika likuiditas tidak mencukupi atau jika order tidak dibagi menjadi transaksi yang lebih kecil. Praktisi pasar biasanya memecah order besar menjadi beberapa bagian atau menggunakan algoritma eksekusi untuk mengurangi dampak pasar dan slippage.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya adanya pengamanan yang lebih kuat di platform DeFi untuk mencegah kesalahan pengguna yang ekstrem. Namun, Aave juga menggarisbawahi kebutuhan menjaga akses tanpa izin agar ekosistem tetap terbuka dan inklusif bagi semua pengguna.
Secara ringkas, kerugian hampir $50 juta dalam transaksi Aave ini menjadi contoh nyata risiko pasar kripto terutama pada transaksi besar. Sementara protokol berjalan sesuai rancangannya, insiden tersebut menimbulkan wacana tentang bagaimana meningkatkan fitur perlindungan pengguna tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi. Aave dan komunitas DeFi terus bekerja pada solusi agar pengalaman perdagangan lebih aman dan efisien ke depannya.
