Samsung Galaxy A37 dan Google Pixel 10a hadir sebagai dua pilihan kelas menengah yang sama-sama kuat, tetapi menawarkan prioritas yang berbeda. Samsung menekan harga awal lebih rendah di $450, sedangkan Pixel memulai dari $499, sehingga selisihnya langsung memberi sinyal arah pasar yang mereka bidik.
Keduanya menyasar pembeli yang ingin pengalaman harian stabil tanpa membayar banderol flagship. Namun, perbedaan di layar, kamera, pengisian daya, dan fitur AI membuat pilihan di antara keduanya tidak sesederhana melihat harga.
Harga dan ketersediaan
Galaxy A37 meluncur pada 25 Maret 2026 dengan model dasar 128GB. Samsung juga menyiapkan varian 256GB, tetapi harga resminya belum diumumkan.
Pixel 10a hadir lebih dulu pada 18 Februari 2026 dan tetap mempertahankan harga seperti pendahulunya. Model 128GB dijual $499, sedangkan 256GB dibanderol $599.
Desain, bodi, dan ketahanan
Samsung memakai bahasa desain yang lebih tipis dan besar. Galaxy A37 memiliki ketebalan 7,4 mm, bobot 196 gram, frame plastik, dan punggung kaca, sementara modul kameranya tetap sedikit menonjol.
Pixel 10a justru lebih ringkas dengan ketebalan 9 mm dan bobot 183 gram. Google memilih frame aluminium, punggung polikarbonat, dan modul kamera yang rata dengan bodi belakang, sehingga terasa lebih rapi saat diletakkan di meja.
Layar: besar vs terang
Di sisi layar, Galaxy A37 mengandalkan panel Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi 1080 x 2340 piksel dan refresh rate 120Hz. Kelebihan utamanya ada pada ukuran yang lebih lega untuk menonton video, bermain gim, atau membaca dokumen.
Pixel 10a membawa layar P-OLED 6,3 inci dengan resolusi 1080 x 2424 piksel dan refresh rate 120Hz. Keunggulan paling menonjol ada pada tingkat kecerahan puncak hingga 3000 nits, jauh di atas Galaxy A37 yang berada di 1900 nits.
Perbandingan singkat utama
- Galaxy A37 unggul di ukuran layar dan kecepatan isi daya.
- Pixel 10a unggul di kecerahan layar dan bobot yang lebih ringan.
- Keduanya sama-sama mendukung IP68, jadi tahan debu dan air.
- Galaxy A37 punya Gorilla Glass Victus+ di depan, sedangkan Pixel 10a memakai Gorilla Glass 7i.
Performa dan software
Samsung beralih ke Exynos 1480 pada Galaxy A37, chipset 4nm dengan CPU octa-core yang terdiri dari empat Cortex-A55 2GHz dan empat Cortex-A78 2,75GHz. Ponsel ini menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16, dengan jaminan enam kali pembaruan OS.
Pixel 10a memakai Tensor G4 yang juga digunakan di Pixel 9a dan seri Pixel 9. Google langsung membekalinya dengan Android 16 dan menawarkan tujuh tahun pembaruan OS, sehingga umur pakainya lebih panjang di atas kertas.
Samsung menambahkan fitur AI seperti Photo Assist yang ditingkatkan, object eraser, berbagi penyimpanan lintas perangkat Galaxy, dan panel Quick Settings yang bisa dipersonalisasi. Google membalas dengan Magic Cue, Pixel Screenshots, serta dukungan emergency satellite SOS yang tidak tersedia di Galaxy A37.
Baterai dan pengisian
Keduanya membawa baterai besar. Galaxy A37 hadir dengan kapasitas 5.000mAh dan mendukung pengisian kabel hingga 45W, tanpa pengisian nirkabel.
Pixel 10a sedikit lebih besar dengan baterai 5.100mAh. Namun, kecepatan pengisian kabelnya tertinggal di 30W, meski Google menambah dukungan wireless charging 10W.
Kamera: Samsung lebih banyak lensa, Pixel lebih fleksibel untuk video
Galaxy A37 membawa tiga kamera belakang, terdiri dari sensor utama 50MP dengan f/1.8, PDAF, dan OIS, kamera ultra-wide 8MP dengan sudut pandang 123 derajat, serta kamera makro 5MP. Susunan ini memberi opsi lebih banyak, tetapi lensa makro sering kali jadi kompromi yang kurang praktis di kelas harga ini.
Pixel 10a memakai dua kamera belakang, yaitu sensor utama 48MP dan ultra-wide 13MP. Google juga memberi keunggulan perekaman video hingga 4K 60 fps, sementara Galaxy A37 berhenti di 4K 30 fps.
Pilihan yang paling masuk akal
Galaxy A37 cocok untuk pembeli yang mengutamakan layar besar, bodi lebih tipis, pengisian lebih cepat, dan harga awal yang lebih rendah. Pixel 10a lebih menarik bagi pengguna yang mencari Android yang lebih bersih, dukungan update lebih panjang, kamera yang konsisten, serta fitur keselamatan seperti emergency satellite SOS.
Pada akhirnya, dua ponsel ini sama-sama kuat di kelasnya, tetapi arah pemilihannya jelas berbeda. Galaxy A37 lebih rasional untuk pencari nilai pakai harian, sementara Pixel 10a terasa lebih matang bagi pengguna yang memprioritaskan software, kenyamanan genggam, dan pengalaman khas Pixel.