Bitcoin Terancam Tembus Support, Saat Ancaman Trump ke Iran Guncang Pasar

Author: Qoo Media

Bitcoin kembali tertekan setelah pasar menilai eskalasi baru antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memicu aksi jual pada aset berisiko. Pada perdagangan terakhir, harga Bitcoin turun ke $68,557 atau melemah 2%, sementara Ethereum turun 2,7% saat investor bersiap menghadapi gejolak yang lebih besar.

Tekanan itu muncul setelah Donald Trump menulis di Truth Social bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Iran tidak memenuhi tuntutan Amerika Serikat. Ia juga menetapkan tenggat pukul 8 malam waktu setempat agar Iran membuka kembali Selat Hormuz, sementara ancaman terhadap jalur energi global ikut mendorong kekhawatiran pasar.

Pasar saham melemah, minyak melonjak

Futures S&P 500 turun 0,4%, Nasdaq 100 melemah 0,6%, dan futures Dow turun 142 poin sebelum pembukaan perdagangan. Pada saat yang sama, minyak bergerak berlawanan arah karena Brent naik di atas $110 per barel dan WTI berada di atas $115 per barel, dengan lonjakan lebih dari 70% dalam 30 hari terakhir.

Kenaikan itu terkait langsung dengan penutupan Selat Hormuz yang disebut telah menghambat sekitar seperlima pasokan minyak dunia sejak akhir Februari. Iran sebelumnya menolak proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat, sementara kelompok internasional seperti International Committee of the Red Cross menilai ancaman Trump jika dijalankan bisa termasuk “war crimes.”

Bitcoin kehilangan daya tahan saat sentimen risk-off naik

Di tengah ketegangan geopolitik, Bitcoin kembali menunjukkan bahwa aset kripto ini belum konsisten berperan sebagai aset aman. Banyak pelaku pasar justru mengurangi eksposur pada aset spekulatif saat risiko konflik bersenjata meningkat dan arus modal mencari perlindungan.

Penurunan harian sekitar 2% memang belum terlihat ekstrem, tetapi pola yang terbentuk dalam beberapa bulan terakhir memberi sinyal yang lebih hati-hati. Bitcoin sudah berulang kali gagal memulihkan reli sebelumnya dan kembali membentuk lower high, sebuah pola yang sering dibaca sebagai tanda kelemahan tren.

Sinyal teknikal masih condong bearish

  1. Harga Bitcoin berada di area support sekitar $65,000.
  2. EMA 50 hari masih berada di bawah EMA 200 hari.
  3. ADX berada di 12.8, jauh di bawah level 25 yang menandakan tren kuat.
  4. RSI berada di 47.9, menandakan momentum masih netral cenderung lemah.
  5. Ichimoku cloud masih berwarna merah tebal dan bertindak sebagai сопротивление, bukan penopang.

Struktur itu membuat pasar masih rentan terhadap penurunan lanjutan jika support jebol. Dalam pembacaan teknikal yang disebut dalam data referensi, penutupan di bawah $65,000 dapat membuka jalan ke $55,000 atau lebih rendah.

Pola pergerakan menunjukkan tekanan makin berat

Chart harian memperlihatkan tiga kali upaya pembeli memulihkan harga sejak puncak besar sebelumnya, dan tiga kali pula upaya itu gagal. Setiap reli berikutnya menghasilkan puncak yang lebih rendah, lalu disusul dasar yang juga makin rendah.

Pola ini penting karena menunjukkan penjual masih memegang kendali meski penurunan belum bergerak lurus. Setelah penurunan besar sebelumnya, pasar sempat bergerak mendatar, tetapi belum ada tanda pembalikan struktural yang kuat dari sisi tren menengah.

Ekspektasi pasar tetap hati-hati

Di Myriad, platform prediction market milik Dastan, trader hanya memberi peluang 24,1% bahwa rezim Iran jatuh sebelum Oktober. Angka itu menunjukkan pasar belum yakin konflik akan selesai cepat dan justru memperhitungkan kemungkinan situasi memanjang.

Pada pasar yang sama, trader menilai ada 57% peluang Bitcoin bergerak turun ke $55,000, dibanding 43% peluang naik ke $84,000. Ada juga survei terpisah yang menunjukkan 66% responden tidak melihat crypto akan “bloom” pada musim semi ini, dengan pasar ditutup pada 31 Mei.

Level yang perlu dipantau trader

  1. Bertahan atau tidaknya support $65,000.
  2. Kemampuan Bitcoin menembus $75,000 dengan kuat.
  3. Kenaikan ADX di atas 20 sebagai tanda tren baru terbentuk.
  4. EMA 50 hari yang mulai berbalik naik menuju EMA 200 hari.

Selama empat hal itu belum terjadi, reli pada Bitcoin masih dinilai rawan menjadi lower high baru. Dengan perang, tarif, dan kebijakan The Fed yang masih membatasi selera risiko, pasar kripto kemungkinan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik berikutnya.

Terbaru