Erik Wolpaw Mengaku Burnout Paradise Tak Akan Pernah Dihapus, Slay The Spire Dipuji Punya Strategi Sempurna

Erik Wolpaw, nama yang lekat dengan Portal dan Portal 2, ternyata menyimpan satu kebiasaan bermain yang sangat menonjol. Dalam wawancara rutinnya tentang isi PC, ia mengaku menghabiskan 1.500 jam di Slay the Spire dan menyebut game itu sebagai pengalaman strategi yang “sempurna” untuk cara berpikirnya.

Wolpaw, yang juga dikenal sebagai jurnalis game sebelum bergabung dengan Valve, memperlihatkan selera bermain yang konsisten: ia menyukai game dengan keputusan taktis yang jelas, ritme yang stabil, dan tantangan yang tetap bisa dikelola. Dari pengakuannya, Slay the Spire bukan sekadar game favorit, melainkan judul yang terus kembali dimainkan bahkan di ponsel.

Dari TRS-80 ke Valve

Perjalanan Wolpaw dengan game dimulai jauh sebelum namanya dikenal di industri. Ia bercerita bahwa pengalaman awalnya datang dari komputer TRS-80 di perpustakaan sekolah menengah, saat mencoba petualangan Scott Adams yang bertema rumah berhantu.

Pengalaman itu membuatnya terpikat pada komputer dan game. Dari sana, ketertarikannya berkembang menjadi karier sebagai jurnalis game, termasuk menulis untuk GameSpot dan mendirikan situs Old Man Murray bersama Chet Faliszek.

Pengaruhnya di Valve

Wolpaw masuk ke Valve pada 2004 bersama Faliszek. Di studio itu, ia ikut menulis episode Half-Life 2, Team Fortress 2, serta dua game yang paling diingat banyak pemain, Portal dan Portal 2.

Keberhasilan dua game tersebut tak lepas dari gaya penulisan yang kuat, humor yang tajam, dan desain yang memberi ruang bagi pemain untuk berpikir. Pilihan game favorit Wolpaw kini terasa selaras dengan karya-karya yang pernah ia bantu bentuk di Valve.

Slay the Spire yang tak tergantikan

Saat membahas game yang paling sering ia mainkan, Wolpaw langsung menempatkan Slay the Spire di posisi teratas dengan 1.500 jam di Steam. Ia juga menjelaskan bahwa jumlah itu belum sepenuhnya menggambarkan total waktu bermain karena ia “juga memainkan banyak” versi ponselnya.

Menurut Wolpaw, game tersebut memberi tingkat keputusan dan beban mental yang pas. Ia menilai permainan seperti Crusader Kings terlalu rumit untuknya, sementara Slay the Spire menghadirkan pilihan yang cukup sering tanpa membuat otak kewalahan.

Ia juga melihat ada sensasi optimisme di setiap putaran permainan. Setiap sesi memberi harapan bahwa kombinasi kartu berikutnya akan membentuk deck yang kuat dan berujung pada kemenangan.

Mengapa Burnout Paradise tetap bertahan

Di luar Slay the Spire, Wolpaw menyebut Burnout Paradise sebagai game yang kemungkinan tidak akan pernah ia hapus dari PC. Ia mengatakan game balap itu menarik karena menghadirkan sensasi “press your luck” saat mobil melaju sangat cepat di jalanan kota.

Menurutnya, daya tarik utama Burnout Paradise ada pada keseimbangan antara risiko dan hadiah. Pemain bisa hampir menabrak kapan saja, tetapi masih berpeluang menang jika berhasil mendorong lawan keluar jalur dan memanfaatkan momen dengan tepat.

Wolpaw juga mengaku memainkan game itu setahun sekali, dan sudah melakukannya pada tahun ini. Baginya, sensasi di Burnout Paradise tetap sama setiap kali, yakni menegangkan tetapi memuaskan.

Pilihan yang mencerminkan gaya bermain

Selain dua judul tersebut, Wolpaw juga menyebut Dragon’s Dogma: Dark Arisen, Dark Souls 3, hingga Nioh 3 dalam daftar game yang pernah ia mainkan. Dari cerita itu, terlihat bahwa ia cenderung menyukai game yang menuntut fokus, memberi loot, dan menawarkan progres yang jelas tanpa terlalu banyak kerumitan sistemik.

Ia bahkan mengakui bahwa dirinya adalah tipe pemain yang suka masuk ke dungeon, bertarung, lalu terus maju sampai habis. Pola itu membuat pilihan game favoritnya terasa konsisten, karena semuanya menawarkan tantangan yang cukup dalam, tetapi tetap berada dalam batas nyaman bagi dirinya.

Wolpaw saat ini masih menghabiskan waktunya di Slay the Spire 2, baik secara solo maupun co-op bersama anaknya. Ia menilai mode co-op masih punya ketidakseimbangan, tetapi tetap menyenangkan, dan ia percaya tim pengembangnya akan menemukan keseimbangan yang tepat seperti pada game pertama.

Terkait